Tuan Adel Jumaa, Menteri Urusan Kabinet pemerintah Libya, terluka dalam upaya pembunuhan di jalan-jalan ibu kota Tripoli hari ini (12 Februari).
Pasukan keamanan berjaga di luar kediaman Perdana Menteri GNU Abdulhamid Dbeibah pada tanggal 7 Januari.
Reuters mengutip pernyataan dari Pemerintah Persatuan Nasional Libya (GNU) yang mengutuk serangan oleh sekelompok pria bersenjata tak dikenal yang menargetkan Menteri Jumaa.
Menurut GNU, kelompok tersebut melepaskan tembakan langsung ke kendaraan menteri saat sedang melaju di jalan raya.
Surat kabar Libya Observer dan kantor berita Anadolu mengutip sumber yang mengatakan bahwa menteri tersebut terluka di kaki. Jumaa dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi dan kini dalam kondisi stabil.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu sementara pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan untuk menemukan pelaku di balik rencana pembunuhan tersebut.
GNU di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Abdulhamid al-Dbeibah didirikan pada tahun 2021 melalui proses yang didukung PBB.
Menteri Jumaa telah mengawasi koordinasi antara kantor Perdana Menteri Dbeibah dan kementerian GNU lainnya sejak Maret 2021. Ia dianggap sebagai salah satu penasihat terdekat Perdana Menteri Dbeibah.
Dalam perkembangan lain pada hari yang sama di Timur Tengah, Mesir dan Qatar meningkatkan upaya untuk menyelamatkan perjanjian gencatan senjata di Gaza di bawah tekanan dari AS dan setelah Israel mengancam akan melanjutkan kampanye militernya , menurut Radio al Qahera.
Reuters mengutip dua sumber yang mengatakan bahwa Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi tidak akan mengunjungi Amerika Serikat dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih jika agendanya mencakup rencana relokasi warga Palestina dari Gaza. Washington dan Kairo belum memberikan komentar mengenai informasi tersebut.
Pada hari yang sama, Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang sedang berkunjung bahwa upaya perdamaian di kawasan itu harus didasarkan pada solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik antara Palestina dan Israel.
Mengenai situasi di Lebanon, juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengumumkan bahwa pasukan negara itu akan terus bertahan di Lebanon selatan setelah perjanjian gencatan senjata diperpanjang.
[iklan_2]
Source: https://thanhnien.vn/bo-truong-libya-trung-dan-trong-mot-am-muu-am-sat-o-thu-do-tripoli-185250212202837406.htm
Komentar (0)