Bisnis memanfaatkan teknologi deepfake untuk membuat konten yang relevan, sehingga meningkatkan keterlibatan pelanggan dan loyalitas merek.
Menurut laporan Global Market Insights Inc, pasar AI deepfake diperkirakan mencapai $6,22 miliar pada tahun 2032.
Dengan berkembangnya kecerdasan buatan (AI) dan kemajuan di bidang pembelajaran mendalam, lahirlah teknologi deepfake.
“Deepfake” mengacu pada video , gambar, atau audio palsu yang dibuat menggunakan AI.
Pertumbuhan pasar AI secara keseluruhan didorong oleh meningkatnya permintaan akan pengalaman digital yang dipersonalisasi.
Bisnis memanfaatkan teknologi deepfake untuk membuat konten yang relevan, sehingga meningkatkan keterlibatan pelanggan dan loyalitas merek.
Industri hiburan dan pemasaran memimpin tren ini, menggunakan deepfake untuk membangun alur cerita dan kampanye interaktif untuk menarik perhatian.
Namun, perkembangan AI juga menimbulkan tantangan dalam pengelolaan data. Banyak perusahaan AI kesulitan mengelola dan mengelola data, sementara peraturan penyimpanan data lintas batas di Uni Eropa (UE), AS, Tiongkok, dan sebagainya, juga menciptakan hambatan bagi perusahaan AI yang selalu "haus" akan data.
Khususnya dengan deepfake, kemajuan berkelanjutan dalam AI dan pembelajaran mesin (ML) secara dramatis meningkatkan kemampuan alat media sintetis, menghasilkan konten deepfake yang lebih akurat dan realistis.
Algoritma canggih tidak hanya meningkatkan kualitas konten yang dihasilkan, tetapi juga meningkatkan kemampuan deteksi, mengatasi kekhawatiran tentang misinformasi, dan meningkatkan kepercayaan pada platform media digital.
Pasar AI deepfake tersegmentasi menjadi perangkat lunak dan layanan. Segmen perangkat lunak deepfake mendominasi dengan pangsa pasar sebesar 76% pada tahun 2023 dan diperkirakan akan melampaui $4,9 miliar pada tahun 2032.
Industri perangkat lunak berkembang pesat, berfokus pada antarmuka yang ramah pengguna dan algoritma canggih untuk membuat dan mendeteksi deepfake. Seiring meningkatnya kekhawatiran tentang misinformasi, kebutuhan akan perangkat lunak deteksi yang andal pun meningkat, mendorong pasar semakin pesat.
Solusi berbasis cloud juga populer karena skalabilitas, fleksibilitas, dan efektivitas biayanya, yang menyumbang 68% pangsa pasar deepfake pada tahun 2023. Amerika Utara memimpin pasar deepfake pada tahun 2023, menyumbang 42% dari total pendapatan.
Amerika Serikat adalah pelopor teknologi AI, yang mendorong investasi dalam pembuatan dan deteksi deepfake. Meningkatnya kekhawatiran tentang misinformasi dan keamanan data mendorong permintaan akan alat deteksi yang efektif.
Beberapa perusahaan terkemuka yang mendominasi pasar deepfake termasuk Kairos, Reface, Truepic, DeepBrain, Synthesia, Resemble AI, Wombo, Oz Forensics, iDenfy, dan BioID.
Selain manfaatnya yang baik, teknologi deepfake juga menimbulkan sejumlah masalah keamanan sosial seperti manipulasi video dan berita palsu.
[iklan_2]
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/bung-no-ai-quy-mo-thi-truong-deepfake-uoc-vuot-6-ty-usd-vao-nam-2032-post999651.vnp
Komentar (0)