Hal ini menunjukkan visi strategis dan tekad politik Pemerintah Pusat dalam memastikan model baru beroperasi dengan lancar dan efektif.
Berdasarkan Keputusan No. 3161/QD-BNNMT, mulai 15 Agustus 2025, 34 pejabat Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup akan hadir langsung di tingkat akar rumput selama 3 bulan untuk membimbing dan mendukung pejabat daerah dalam melaksanakan tugas pengelolaan lahan yang terdesentralisasi dan terdelegasi. Bidang ini sensitif dan kompleks, yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat dan pelaku usaha.
Keterlambatan atau kesalahan, sekecil apa pun, dapat menimbulkan konsekuensi besar, yang memengaruhi pembangunan sosial -ekonomi, keamanan dan ketertiban, serta kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, penugasan pegawai negeri sipil untuk mendukung provinsi dan kota sejak tahap awal pengoperasian model pemerintahan daerah dua tingkat Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup merupakan langkah proaktif, mencegah dari jauh, alih-alih membiarkan kekurangan muncul dan kemudian memperbaikinya. Tindakan ini mencerminkan semangat reformasi administrasi yang tidak berhenti pada penerbitan dokumen, tetapi terkait erat dengan motto "satu kebijakan, sepuluh aksi", yang menjamin disiplin dan disiplin pelayanan publik, sekaligus mendampingi daerah untuk segera beradaptasi dengan mekanisme baru.
Praktik pengelolaan lahan telah lama menunjukkan bahwa perbedaan kondisi pembangunan, kapasitas staf, dan tingkat manajemen antar daerah seringkali menyebabkan disparitas dalam organisasi implementasi. Dalam konteks desentralisasi dan pendelegasian wewenang yang kuat, risiko "panas di atas, dingin di bawah", atau bahkan "membeku di atas, macet di bawah" dapat terjadi jika tidak terdapat mekanisme penghubung yang tepat waktu. Mengirim pegawai negeri sipil (PNS) yang berkualifikasi tinggi ke daerah tidak hanya untuk memberikan dukungan teknis dan profesional kepada akar rumput, tetapi juga berperan sebagai "jembatan dua arah": dari pusat ke akar rumput untuk membimbing, mengawasi, dan memastikan kepatuhan terhadap hukum, dan dari akar rumput ke pusat untuk secara jujur merefleksikan kesulitan, merekomendasikan penyesuaian, dan memperbaiki kelembagaan. Lebih lanjut, hubungan dua arah ini berkontribusi pada peningkatan kelayakan dan konsistensi sistem hukum. Khususnya, dalam konteks Majelis Nasional yang mempertimbangkan amandemen dan penambahan Undang-Undang Pertanahan, pengalaman dan informasi yang dikumpulkan dari PNS dari tingkat pusat hingga realitas di daerah akan menjadi sumber data yang berharga, membantu pembuatan kebijakan untuk mengikuti realitas secara saksama dan meminimalkan keterlambatan hukum.
Pengelolaan lahan selalu menjadi "ujian" bagi kapasitas pengelolaan aparatur administrasi. Korupsi, negativitas, dan praktik mencari keuntungan dari kebijakan di sektor pertanahan telah menjadi isu yang mendesak, mengikis kepercayaan sosial. Oleh karena itu, setiap langkah reformasi dan perbaikan di sektor ini sangatlah penting. Penempatan pegawai negeri sipil (PNS) ke tingkat akar rumput oleh Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup menunjukkan tekad yang kuat untuk "meniadakan celah" dalam pengelolaan ketika model pemerintahan daerah dua tingkat diterapkan. Ini merupakan komitmen politik yang kuat, yang menegaskan peran "konstruktif" Negara dalam memastikan disiplin dan hukum, mencegah pelanggaran dari akarnya, alih-alih menangani konsekuensinya.
Dari kisah Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup yang memobilisasi 34 pegawai negeri sipil untuk mendukung daerah, kita dapat menarik pesan penting: Reformasi administrasi tidak dapat hanya bergantung pada dokumen dan resolusi, tetapi harus disertai dengan tindakan konkret dan praktis. Pendekatan ini khususnya perlu diperluas oleh Pemerintah Pusat ke daerah-daerah lain. Karena hanya ketika kementerian dan sektor bekerja sama dengan daerah, menciptakan mekanisme "belajar sambil bekerja", "bertindak untuk mendapatkan pengalaman dan meningkatkan diri", model pemerintahan daerah dua tingkat akan benar-benar efektif.
Sumber: https://hanoimoi.vn/buoc-di-chu-dong-quyet-liet-713559.html
Komentar (0)