Di antara segudang karya yang ditulis tentang Presiden Ho Chi Minh , Teratai Biru karya penulis Son Tung masih memiliki tempat istimewa di hati para pembaca. Teratai Biru tidak hanya menggambarkan sosok yang hebat, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai inti rakyat Vietnam: patriotisme, ketahanan, kemanusiaan, dan solidaritas. Dengan gaya penulisan yang realistis, sederhana namun puitis, penulis Son Tung telah menggambarkan masa kecil dan masa muda Paman Ho tercinta secara paling lengkap dan mendalam.
Lembaran-lembaran buku ini menguak lanskap heroik bangsa, sekaligus menjadi perjalanan penemuan jati diri, mencari nilai kehidupan. Karya ini membawa pembaca melewati setiap atap jerami yang familiar, lorong-lorong bambu; aksara Tionghoa sang ayah, lagu pengantar tidur sang ibu; hingga perjalanan jauh dari tanah air untuk mencapai cakrawala baru, di mana Nguyen Tat Thanh menjadi Nguyen Ai Quoc, membawa cahaya kebebasan dan kemerdekaan bagi bangsa.
Ibu Tran Hoai Phuong, seorang guru Sastra di SMA Phuoc Binh (Kelurahan Phuoc Binh, Provinsi Dong Nai), berbagi: “Setiap kali saya membaca Teratai Biru, saya merasa seperti kembali ke Desa Teratai, mendengarkan desiran angin di antara barisan bambu, dan mencium aroma teratai yang samar. Saya mengagumi tekad dan hati Paman Ho sejak kecil—sederhana namun teguh, dekat namun agung. Buku ini membuat saya semakin menghargai nilai perdamaian saat ini; buku ini membantu saya menyadari bahwa patriotisme bukanlah sesuatu yang terlalu besar atau jauh, melainkan berawal dari hal-hal terkecil, dari cinta kasih kepada keluarga dan tanah air. Saya semakin termotivasi untuk hidup lebih baik, untuk berkontribusi lebih banyak bagi negara.”
Dalam karya ini, penulis Son Tung dengan lihai menyisipkan banyak ungkapan bermakna, menjadikannya tak terlupakan bagi para pembaca. Ucapan-ucapan tersebut, di bawah pena sang penulis, tak hanya menceritakan kisah Paman Ho, tetapi juga menanamkan keyakinan, patriotisme, dan rasa tanggung jawab terhadap negara dalam hati para pembaca: "Masa muda adalah masa untuk bermimpi, bertindak, dan memperjuangkan cita-cita"; "Untuk melakukan hal-hal besar, seseorang harus memiliki ambisi yang besar. Ambisi yang besar adalah mengetahui cara mengatasi semua kesulitan untuk mencapai tujuan. Untuk memiliki ambisi yang besar, seseorang harus belajar dan berlatih" ...
Teratai Biru bukan hanya sebuah karya sastra, tetapi juga sebuah pelajaran sejarah yang emosional. Buku ini membantu generasi muda lebih memahami asal-usul patriotisme, pengorbanan diam-diam para leluhur kita untuk meraih kemerdekaan dan kebebasan. Buku ini mengingatkan kita: Perdamaian hari ini tidak datang begitu saja, melainkan telah ditukar dengan jiwa muda, darah, dan air mata banyak orang. Karya ini mengajak pembaca untuk merenungkan tanggung jawab mereka terhadap negara, membangkitkan rasa bangga dan cinta tanah air. Bukan sekadar cerita, novel ini adalah sebuah perjalanan untuk menemukan nilai-nilai kehidupan dan cita-cita luhur.
Membaca Blue Lotus, pembaca akan menemukan halaman-halaman yang penuh dengan emosi, sumber inspirasi yang kuat untuk hidup dan berkontribusi bagi tanah air dan negara mereka, sehingga "teratai biru" akan selamanya mekar dan menyebarkan keharumannya di tanah tercinta Vietnam.
Phuong Dung
Sumber: https://baodongnai.com.vn/van-hoa/202508/bup-sen-xanh-loi-nhan-gui-tu-lang-sen-40300c3/
Komentar (0)