• Kamboja dan Thailand berbagi penghargaan untuk beras terbaik dunia pada tahun 2014.
  • Memperluas budidaya varietas "Beras Terbaik Dunia" dalam model pertanian padi-udang.
  • Bac Lieu: Memperluas area produksi untuk "varietas beras terbaik dunia ST 24 dan ST 25"

Dari kondisi alam yang menguntungkan hingga peluang "emas" untuk produk pertanian lokal.

Setelah penggabungan, Ca Mau kini menjadi salah satu provinsi dengan area produksi beras terbesar di wilayah tersebut, dengan luas lebih dari 314.000 hektar dan perkiraan total produksi 1.864.000 ton per tahun. Ciri khas beras Ca Mau adalah model produksinya yang "ramah lingkungan", terutama area pertanian padi-udang yang mencakup sekitar 90.000 hektar. Dengan memanfaatkan kondisi ekologis alami secara efektif, beras Ca Mau menghasilkan produk yang bersih, aman, bergizi, dan ramah lingkungan.

Dengan luas lahan pertanian padi-udang sekitar 90.000 hektar, Ca Mau telah memaksimalkan karakteristik ekologisnya yang unik untuk menghasilkan butir beras yang bersih, sepenuhnya alami, dan memiliki nilai gizi tinggi.

Menyusul keberhasilan kegiatan promosi produk-produk perikanan utama, penyelenggaraan Kompetisi Beras Terbaik Delta Mekong pada tahun 2026 diharapkan dapat membuka "babak baru" bagi industri beras provinsi tersebut. Menjelang acara tersebut, kepercayaan dan harapan menyebar dengan kuat di kalangan petani, terutama di daerah pertanian padi-udang.

Bapak Nguyen Minh Lam, dari Dusun 13, dengan antusias berkata: “Mendengar bahwa provinsi kami menjadi tuan rumah kompetisi beras lezat, kami para petani sangat gembira. Ini adalah kesempatan bagi beras dari tanah asin-alkali Ca Mau untuk membuktikan bahwa kualitasnya sama sekali tidak kalah dengan beras dari daerah lain mana pun.”

Dengan luas lebih dari 314.000 hektar di seluruh provinsi dan perkiraan produksi tahunan sebesar 1.864.000 ton, Ca Mau bergerak menuju pertanian hijau, berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.