Negara-negara yang dibebaskan dari visa saat mengunjungi Tiongkok
Việt Nam•26/11/2023
Selama bertahun-tahun, Tiongkok hanya membebaskan visa untuk 22 negara. Warga negara dengan paspor biasa dari negara-negara ini diizinkan masuk Tiongkok tanpa visa hingga 30 hari untuk tujuan wisata , bisnis, dan kunjungan keluarga. Di Asia, warga negara dari negara-negara berikut dibebaskan dari visa untuk masuk Tiongkok hingga 30 hari: Brunei, Singapura, Qatar, UEA, Maladewa, dan yang terbaru Malaysia. Selain itu, negara-negara berikut dibebaskan dari visa untuk masuk Tiongkok hingga 30 hari: Armenia, Azerbaijan, Bahama, Barbados, Belarus, Bosnia dan Herzegovina, Ekuador, Fiji, Georgia, Grenada, Mauritius, Moldova, Rusia, Serbia, Seychelles, Suriname, dan Tonga.
Tiongkok kekurangan pengunjung internasional sehingga melonggarkan kebijakan visanya (foto internet)
Tiongkok baru-baru ini menerapkan kebijakan bebas visa satu tahun bagi warga negara dari enam negara, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, dan Malaysia, mulai 1 Desember 2023. Kebijakan ini menjadikan total negara yang dibebaskan dari visa Tiongkok menjadi 28. Penduduk dari enam negara pemegang paspor biasa dapat memasuki Tiongkok tanpa visa dan tinggal hingga 15 hari untuk keperluan bisnis, wisata, mengunjungi keluarga dan teman, serta transit. "Wisatawan asing dari enam negara ini diperkirakan akan mengunjungi Tiongkok selama liburan Natal mendatang, yang secara tradisional merupakan puncak musim turis," ujarnya, seraya mengimbau pihak-pihak terkait, termasuk agen perjalanan dan otoritas bandara, untuk lebih mempersiapkan kedatangan lebih banyak wisatawan asing. Selain itu, berdasarkan kebijakan bebas visa transit 144 jam, pengunjung asing dari 54 negara yang memenuhi syarat dapat mengajukan izin masuk enam hari sebelum kedatangan mereka di kota-kota tertentu di Tiongkok. Untuk memenuhi syarat, mereka harus membuktikan bahwa mereka memiliki tiket transit ke negara ketiga dan akan melanjutkan perjalanan setelah meninggalkan Tiongkok. Pasar pariwisata Tiongkok mengalami pemulihan yang tidak merata tahun ini. Meskipun pasar pariwisata luar negeri pulih dengan pesat, wisatawan mancanegara yang datang diperkirakan hanya pulih 12% secara tahunan (year-on-year) pada paruh pertama tahun 2023. Kebijakan bebas visa untuk lima negara Eropa dan Malaysia ini muncul di tengah hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral yang semakin erat antara Tiongkok dan blok Eropa, serta Tiongkok dan Asia Tenggara. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Uni Eropa menduduki peringkat sebagai mitra dagang terbesar dan kedua terbesar Tiongkok dalam 10 bulan pertama tahun 2023. Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri mengatakan Tiongkok akan terus meningkatkan kebijakan terkait visa dan pariwisata masuk, termasuk mengoptimalkan prosedur pengajuan visa Tiongkok dan secara bertahap menghapuskan janji temu visa.
Komentar (0)