Setelah menyelesaikan kuliah dan resmi bekerja, Ibu Nguyen Thi Thuy Duong (Kelurahan Duc Hue, Provinsi Tay Ninh ) menghadapi banyak kejutan. Ibu Duong bercerita, “Saya bekerja sebagai arsitek di Distrik Phu Nhuan, Kota Ho Chi Minh. Karena baru lulus dan minim pengalaman, saya belum terbiasa dengan ritme kehidupan baru. Pekerjaan kantor, datang tepat waktu, pulang terlambat, lembur,... membuat saya merasa tertekan.” Setiap kali merasa stres, ia mencari kerabat dan teman untuk berbagi, meminta nasihat, dan merasakan kebahagiaan karena memiliki seseorang yang menemani dan memberi simpati.
Berada di alam membantu Ibu Nguyen Thi Thuy Duong (komune Duc Hue) menghilangkan kecemasan dan tekanan.
Salah satu cara efektif Ibu Duong untuk menghilangkan stres adalah dengan meluangkan waktu melakukan hal-hal yang disukainya. Ibu Duong berkata: "Ini adalah cara saya untuk 'menjernihkan' pikiran dan berpikir lebih positif. Saya akan membaca buku dengan konten yang saya sukai, menonton film, dan acara TV. Selain itu, berpartisipasi dalam aktivitas santai seperti merakit model, menggambar, bersepeda sendiri untuk melihat pemandangan, merawat tanaman di kebun, atau membersihkan rumah, dll., semuanya membuat saya lebih nyaman." "Mengisi ulang baterai" untuk meningkatkan energi kebahagiaan juga membantu Ibu Duong mendapatkan kembali ketenangannya, berpikir lebih cermat dan objektif untuk memecahkan masalah dan menghadapi kesulitan.
Tekanan yang dihadapi Bapak Huynh Trung Quoc Thai (Komune My Loc, Provinsi Tây Ninh) berasal dari kekhawatiran dan kekhawatirannya sendiri dalam perjalanan menuju kedewasaan. Pikiran "Apakah saya telah membuat keluarga saya merasa aman?" selalu menjadi kekhawatirannya setiap kali ia membuat keputusan dalam studi dan pekerjaannya.
Pak Thai berbagi: “Saya bekerja di bidang Pemasaran di Kota Ho Chi Minh. Keluarga saya ingin saya bekerja di dekat rumah agar lebih dekat dengan orang tua dan memiliki kehidupan yang lebih stabil, tetapi saya pikir masa depan ada di tangan saya. Oleh karena itu, saya harus membuktikan kepada keluarga dan kerabat bahwa saya cukup mampu dan bertanggung jawab penuh atas apa yang telah saya katakan dan lakukan.”
Kisah Thai mencerminkan realitas umum di kalangan anak muda masa kini: Selain tekanan mencari nafkah, mereka juga harus menghadapi ekspektasi, prasangka, dan pergulatan antara tanggung jawab dan aspirasi pribadi. Thai sering bertanya pada dirinya sendiri: "Akankah keputusan hari ini membuatku bahagia?" atau "Akankah orang-orang terkasihku merasakan kepositifan yang kubawa?"
Tekanan yang dialami oleh Bapak Huynh Trung Quoc Thai (warga My Loc) datang dari keinginan agar keluarganya merasa aman bersamanya.
Cara tercepat untuk memulihkan semangatnya saat menghadapi tekanan bagi Pak Thai adalah dengan duduk dan bercerita kepada teman-teman dekat. "Terkadang, hanya menerima beberapa pesan teks saja sudah membuat saya merasa hangat. Tidak perlu dihibur, tetapi perasaan bahwa seseorang mendengarkan dan memahami tekanan serta kesulitan yang saya alami membuat saya merasa terhibur dan sembuh," ungkap Pak Thai.
Namun, agar siap menghadapi tekanan, ia memahami bahwa masalah yang ada perlu dipecahkan. Bapak Thai berbagi: "Agar keluarga saya merasa aman, saya selalu mengingatkan diri sendiri untuk lebih berkembang, proaktif mencari dan memanfaatkan peluang, serta memperluas pengetahuan saya."
Untuk mengatasi tekanan, banyak anak muda memilih untuk berbagi dengan kerabat dan teman, mendengarkan nasihat, dan mencari dukungan spiritual dari lingkungan sekitar. Namun, yang terpenting adalah kemampuan untuk bangkit dan menemukan motivasi untuk terus melangkah maju.
Hoang Lan
Sumber: https://baolongan.vn/cach-nguoi-tre-sac-pin-giua-ap-luc-cuoc-song-a198453.html
Komentar (0)