Pada tanggal 19 Agustus, RT mengutip pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan bahwa UAV bermuatan bahan peledak itu dicegat sebelum menabrak sasaran.
Menurut pengumuman tersebut, serangan itu terjadi pukul 10.00 pagi pada 19 Agustus waktu Moskow. Rusia menuduh Ukraina berada di balik "serangan teroris" di wilayah Novgorod.
Jet tempur Sukhoi di pangkalan udara Rusia. (Foto: Sputnik)
Pihak Rusia juga mengumumkan bahwa UAV tersebut terdeteksi oleh pasukan pertahanan udara di area bandara dan langsung ditembak jatuh. Puing-puing yang jatuh dari UAV tersebut menyebabkan kebakaran di pangkalan. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi satu pesawat rusak.
Pada hari yang sama, dua serangan UAV lainnya di wilayah Rusia berhasil digagalkan. Satu UAV ditembak jatuh di wilayah Belgorod, yang berbatasan dengan Ukraina, sementara serangan lainnya berhasil digagalkan oleh pasukan perang elektronik di wilayah Moskow.
Menurut pejabat militer , tidak ada serangan UAV yang menyebabkan korban jiwa atau kerusakan di darat.
Beberapa serangan pesawat tak berawak telah dilakukan di wilayah Rusia akhir-akhir ini, banyak di antaranya di Moskow sendiri.
Pada bulan Mei, Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengumumkan bahwa mereka telah mencegah serangan pesawat tak berawak di bandara militer dekat kota Ivanovo, Rusia tengah.
Desember lalu, beberapa UAV menyerang lapangan udara militer Dyagilevo dan Engels, yang masing-masing berjarak 500 km dan 700 km dari wilayah Ukraina. Enam orang tewas di darat dan dua pesawat mengalami kerusakan ringan.
Tra Khanh (Sumber: russian.rt.com)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)