*Syarat dan ketentuan pelaksanaan:
Sesuai dengan Pasal 58 Undang-Undang Pertanahan Tahun 2024 dan Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 102/2024/ND-CP, pengubahan lahan kebun menjadi lahan permukiman harus memenuhi syarat-syarat berikut:
• Lahan tersebut termasuk dalam rencana tata guna lahan tahunan yang telah disetujui di tingkat distrik.
• Sesuai dengan perencanaan konstruksi (jika lahan tersebut terletak di daerah perkotaan atau daerah pemukiman pedesaan yang direncanakan).
• Terdapat kebutuhan nyata akan lahan tersebut dan dipastikan tidak ada pelanggaran terhadap peraturan perlindungan lahan pertanian dan lahan hutan.
• Bidang tanah tersebut bebas dari sengketa dan memiliki sertifikat hak guna lahan (akta kepemilikan tanah).
*Dokumen yang dibutuhkan:
Sesuai dengan Klausul 1, Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 102/2024/ND-CP, pengguna lahan wajib menyerahkan satu set dokumen yang meliputi:
• Permohonan perubahan penggunaan lahan (Formulir 02c/ĐKSDĐ).
• Sertifikat Hak Penggunaan Lahan Asli.
• Salinan peta kadaster atau survei kadaster dari bidang tanah tersebut.
• Laporan verifikasi lapangan (jika ada).
• Formulir pernyataan untuk memenuhi kewajiban keuangan terkait.

*Prosedur:
Langkah 1: Kirimkan permohonan Anda di: Pusat Layanan Administrasi Publik tingkat kecamatan/komune yang baru. Untuk organisasi, kirimkan ke Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Provinsi.
Langkah 2: Peninjauan dokumen
• Instansi penerima akan meninjau dokumen dan melakukan verifikasi di tempat (jika diperlukan).
• Mengajukan kepada Komite Rakyat yang berwenang untuk penerbitan Keputusan yang mengizinkan perubahan tujuan penggunaan lahan (Formulir 04c/ĐKSDĐ).
Langkah 3: Memenuhi kewajiban keuangan
• Pengguna lahan wajib membayar biaya penggunaan lahan sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Komite Rakyat Provinsi menerbitkan tabel harga tanah sebagai dasar perhitungan biaya penggunaan lahan ketika terjadi perubahan tujuan penggunaan lahan. Pengguna lahan harus mencari tahu harga tanah atau menghubungi tim pajak setempat untuk mengetahui jumlah pasti yang harus dibayarkan.

Langkah 4: Menerbitkan sertifikat hak penggunaan lahan yang baru.
Berdasarkan Keputusan Nomor 151/2025/ND-CP tentang pembagian kewenangan pemerintah daerah pada dua tingkatan, desentralisasi dan delegasi di bidang pertanahan, Pasal 5 menetapkan: Kewenangan Komite Rakyat tingkat kabupaten dan Ketua Komite Rakyat tingkat kabupaten dialihkan kepada Ketua Komite Rakyat tingkat kecamatan. Dengan demikian, kecamatan dan desa memiliki kewenangan untuk menerbitkan sertifikat hak guna lahan dan kepemilikan aset yang melekat pada lahan sebagaimana diatur dalam poin b, ayat 1, Pasal 136 dan poin d, ayat 2, Pasal 142 Undang-Undang Pertanahan.
- Setelah memenuhi kewajiban keuangan mereka, warga negara diterbitkan kembali Sertifikat Hak Penggunaan Lahan yang menunjukkan tujuan penggunaan lahan sebagai perumahan. Bersamaan dengan itu, basis data lahan dan catatan kadaster diperbarui dan direvisi, dan instansi pengelolaan lahan setempat mengembalikan sertifikat tersebut kepada pengguna lahan.
Dalam kasus di mana hak penggunaan dan tujuan penggunaan dialihkan, prosedur pendaftaran pengalihan hak penggunaan lahan akan dilakukan secara bersamaan dengan prosedur perubahan tujuan penggunaan lahan, sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Warga perlu memperhatikan: Disarankan untuk memeriksa informasi perencanaan lahan sebelum melanjutkan prosedur apa pun. Jika lahan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan atau tidak termasuk dalam rencana penggunaan lahan, maka pengubahan tujuan lahan tersebut tidak diizinkan.
Mengubah lahan kebun menjadi lahan permukiman adalah hak pengguna lahan, tetapi harus dilakukan sesuai dengan prosedur hukum. Masyarakat perlu secara proaktif meneliti perencanaan, menyiapkan semua dokumen yang diperlukan, dan memenuhi kewajiban keuangan mereka sebagaimana dipersyaratkan untuk mendapatkan izin yang sah dari otoritas negara.
Dasar hukum: Undang-Undang Pertanahan No. 31/2024/QH15, berlaku mulai 1 Januari 2025.
• Keputusan Pemerintah Nomor 102/2024/ND-CP yang memberikan panduan rinci tentang pelaksanaan beberapa pasal Undang-Undang Pertanahan.
• Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (MONRE) pada tahun 2024.
*Peraturan Pemerintah Daerah Nomor 51 Tahun 2025 tentang kewenangan pemerintah daerah dua tingkat di bidang pengelolaan lahan.
*Peraturan Pemerintah Nomor 118/2025/ND-CP tentang pelaksanaan prosedur administrasi di bawah mekanisme layanan satu pintu dan layanan satu pintu terpadu di Pusat Layanan Satu Pintu dan Portal Layanan Publik Nasional.
Sumber: https://baonghean.vn/chi-tiet-thu-tuc-chuyen-dat-vuon-sang-dat-o-10300657.html






Komentar (0)