Para ilmuwan kini hampir berhasil mengembangkan komputer kuantum yang mampu memecahkan masalah yang bahkan tidak dapat ditangani oleh superkomputer tercanggih sekalipun. Teknologi kuantum dapat merevolusi bidang keamanan siber, penelitian farmasi, dan ilmu penciptaan material baru.
Arah penting dalam bidang ini adalah membangun "simulator kuantum" - sebuah perangkat yang dapat mensimulasikan interaksi kompleks pada tingkat molekuler, yang membantu para ilmuwan dalam penelitian medis. Untuk waktu yang lama, membangun perangkat semacam itu mustahil karena kendala teknis yang besar.
Baru-baru ini, tim ilmuwan dari Universitas Washington, yang dipimpin oleh peneliti Arka Majumdar, memperkenalkan jenis baru chip fotonik silikon, yang dapat menjadi dasar yang sangat penting untuk menciptakan "simulator kuantum" yang praktis.
"Kami telah menunjukkan bahwa fotonik akan menjadi alat terdepan untuk simulasi kuantum," ujar Arka Majumdar. "Chip fotonik adalah kenyataan." Keunggulan utama chip fotonik adalah skalabilitas dan kemampuan pemrograman, serta biaya produksi yang rendah. Inti dari chip baru ini adalah "susunan resonator terkopel fotonik", yang memungkinkan kontrol foton yang efisien.
Tim tersebut melakukan sejumlah peningkatan teknis, termasuk menciptakan algoritma untuk mendeskripsikan properti chip secara detail dan jenis arsitektur baru untuk memprogramnya. Inovasi-inovasi pada chip fotonik ini merupakan terobosan nyata.
Ke depannya, tim berencana menyempurnakan chip mereka dan mengoptimalkannya untuk fasilitas manufaktur standar. Arka Majumdar menyatakan keyakinannya terhadap prospek proyek ini: "Penelitian ini menunjukkan kemungkinan nyata penerapan teknologi fotonik untuk menciptakan 'simulator kuantum'. Ini merupakan motivasi yang baik bagi komunitas ilmiah untuk bergerak ke arah ini."
Komunitas ilmiah juga sangat menantikan keberhasilan tim berikutnya dalam menerapkan teknologi baru, yang menjanjikan akan merevolusi dunia teknologi kuantum.
(menurut Securitylab)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)