Konsumen berbelanja barang di supermarket Co.opmart Thanh Hoa .
“Persaingan” antara pengecer lokal dan asing tidak hanya menyangkut persaingan harga, tetapi juga masalah jangka panjang terkait pengalaman konsumen, sistem distribusi, dan kemampuan beradaptasi dengan pasar lokal.
Menurut data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, total pendapatan penjualan eceran barang dan jasa konsumen di provinsi ini dalam 6 bulan pertama tahun 2025 diperkirakan mencapai VND 87.600 miliar, naik 12,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan yang kuat pascapandemi, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pesatnya pertumbuhan supermarket, pusat perbelanjaan, dan toko swalayan.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak peritel besar domestik dan asing telah hadir di Thanh Hoa, menciptakan persaingan yang beragam. Sementara perusahaan domestik seperti Saigon Co.op , Mobile World Joint Stock Company... masih mempertahankan keunggulan dalam hal jaringan dan pemahaman pasar lokal, nama-nama asing seperti Aeon, Central Retail (Thailand) juga terus memperluas skala mereka dengan strategi memodernisasi pengalaman berbelanja dan investasi jangka panjang.
Salah satu tanda nyata kehadiran peritel "asing" di provinsi kami adalah Pusat Perdagangan GO! Thanh Hoa milik Central Retail Vietnam (Central Group Thailand). Pusat ini telah beroperasi sejak tahun 2020 di distrik Hac Thanh, dan menjadi salah satu destinasi belanja, hiburan, dan kuliner utama di provinsi ini. Dengan ratusan kios domestik dan asing, serta sistem supermarket GO! yang modern, tempat ini secara bertahap telah membentuk kebiasaan berbelanja baru bagi konsumen lokal, terutama kaum muda dan rumah tangga perkotaan.
Di bawah tekanan yang semakin meningkat dari peritel asing, banyak perusahaan domestik tetap teguh dan mempertahankan pangsa pasar yang signifikan berkat pemahaman pasar, jaringan distribusi yang luas, dan kemampuan untuk menyesuaikan strategi secara fleksibel sesuai kebutuhan konsumen di setiap wilayah. Di Thanh Hoa, Saigon Co.op terus mengukuhkan posisinya dengan sistem Co.opmart dan Co.op Food yang menjangkau pusat kota hingga distrik-distrik utama, bertindak sebagai salah satu merek ritel domestik utama.
Menurut Direktur Supermarket Co.opmart Thanh Hoa Nguyen Van Dung, pasar ritel lokal memasuki periode persaingan ketat yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama ketika perilaku konsumen telah berubah secara dramatis.
"Konsumen kini tidak hanya memperhatikan harga, tetapi juga memiliki tuntutan yang lebih tinggi terhadap kualitas produk, transparansi asal produk, serta pengalaman berbelanja secara keseluruhan. Menyadari tren ini, kami terus meningkatkan proses operasional, meningkatkan layanan purnajual, dan menerapkan program promosi khusus untuk setiap area perumahan, sehingga menjaga hubungan dan kepercayaan pelanggan lokal," ujar Bapak Dung.
Co.opmart Thanh Hoa selalu proaktif meningkatkan kualitas layanan untuk mempertahankan konsumen di tengah tekanan persaingan.
Dari perspektif perusahaan swasta, Bapak Le Xuan Thanh, Direktur Perusahaan Saham Gabungan Perdagangan dan Jasa Ngoc Ha, mengatakan: “Thanh Hoa berkembang sangat pesat dalam hal urbanisasi dan pendapatan, yang menyebabkan peningkatan tajam dalam permintaan konsumen. Sebagai perusahaan lokal, kami memanfaatkan pemahaman akan kebutuhan pelanggan untuk menyesuaikan barang musiman, meningkatkan produk regional, dan meningkatkan layanan pengiriman. Hal terpenting adalah menjaga reputasi dan hubungan dengan konsumen melalui kegiatan komunitas.”
Secara khusus, banyak peritel domestik beralih ke model ritel modern yang mengintegrasikan teknologi, dengan layanan pengiriman cepat, poin keanggotaan, dan promosi fleksibel berdasarkan lokasi. Hal ini membantu mereka mempertahankan pelanggan di tengah konsumen yang semakin mengutamakan kenyamanan dan personalisasi.
Tren konsumsi cerdas dan maraknya e-commerce telah mengubah lanskap ritel di Thanh Hoa secara signifikan. Konsumen tidak lagi hanya memperhatikan harga, tetapi juga kualitas produk, pengalaman berbelanja, dan kenyamanan. Menurut survei yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pada tahun 2024, hingga 67% masyarakat di provinsi ini bersedia membayar lebih jika produk tersebut terjamin keasliannya, keamanan pangannya terjamin, dan dikemas secara profesional. Di saat yang sama, tingkat belanja online juga meningkat tajam, terutama di kalangan pelanggan berusia 18-35 tahun. Platform seperti Shopee, Tiki, Lazada, atau TikTok Shop semuanya mencatat peningkatan pendapatan di Thanh Hoa. Hal ini memaksa peritel tradisional untuk berinvestasi besar-besaran dalam transformasi digital dan membangun kanal online paralel untuk mempertahankan daya saing.
Persaingan antara peritel domestik dan asing tidak hanya menghadirkan beragam pilihan bagi konsumen, tetapi juga mendorong modernisasi sektor perdagangan provinsi. Namun, agar tidak terpuruk di dalam negeri, perusahaan domestik perlu berfokus pada strategi jangka panjang seperti meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperbaiki model manajemen, dan terutama berinvestasi pada tenaga ritel profesional.
Di sisi lain, provinsi juga perlu menyelesaikan kebijakan perencanaan untuk pengembangan perdagangan modern, mendukung investor dalam mengakses tanah dan prosedur hukum, dan menghubungkan pengecer dengan perusahaan manufaktur dan koperasi di provinsi tersebut untuk membangun rantai pasokan barang hijau dan bersih.
Artikel dan foto: Chi Pham
Source: https://baothanhhoa.vn/cuoc-dua-mo-rong-thi-truong-nbsp-ban-le-giua-hang-noi-va-ngoai-254139.htm
Komentar (0)