Pada 10 Agustus, informasi dari Pusat Gawat Darurat 115 di Kota Ho Chi Minh menyatakan bahwa unit ini baru saja menyelamatkan dua bayi yang lahir di jalanan. Keduanya telah berhenti bernapas dan berhenti bernapas saat lahir.

Salah satu dari dua bayi yang lahir di jalanan menerima bantuan pernapasan di rumah sakit (Foto: Pusat Gawat Darurat 115, Kota Ho Chi Minh).
Kasus pertama terjadi pada 23 Juli di Distrik Chanh Hung. Koordinator Pusat Gawat Darurat 115 menerima laporan kejadian tersebut dari nenek anak tersebut, yang terlalu takut untuk mendekati putri dan cucunya yang sedang terbaring di lantai atas. Setelah diyakinkan dan diberi semangat, ia pergi untuk memeriksanya dan mendapati cucunya sianosis dan telah berhenti bernapas.
Segera, koordinator memerintahkan sang nenek untuk melakukan pertolongan pertama dan CPR pada anak tersebut sebelum tim darurat tiba.
Pada saat yang sama, dua tim dari Pusat Gawat Darurat 115 tiba di lokasi kejadian. Dokter dan perawat terus melakukan resusitasi, intubasi, dan pemberian oksigen secara aktif, membantu bayi tersebut mendapatkan kembali warna kulitnya dan denyut nadinya yang jernih.
Bayi baru lahir tersebut dipindahkan ke Rumah Sakit Anak 1, dan ibunya ke Rumah Sakit Tu Du. Riwayat medis menunjukkan bahwa sang ibu sedang hamil dengan tali pusar melilit lehernya dua kali, dengan sedikit cairan ketuban, dan diperkirakan akan lahir pada 21 Juli. Bayi tersebut saat ini dirawat di unit perawatan intensif rumah sakit.
Kasus kedua terjadi pada pagi hari tanggal 9 Agustus di bangsal Cat Lai. Ibu hamil tersebut sedang hamil 31 minggu dan baru saja menerima suntikan pematangan paru-paru. Ketubannya tiba-tiba pecah dan ia melahirkan sambil menunggu ambulans.
Bayi itu lahir dalam kondisi sianosis dan kesulitan menemukan denyut nadi. Keluarga tersebut segera diinstruksikan oleh koordinator Pusat Gawat Darurat 115 di Kota Ho Chi Minh untuk melakukan CPR dari jarak jauh.
Dua tim gawat darurat dari Stasiun Satelit Rumah Sakit Umum Saigon dan Rumah Sakit Le Van Thinh juga segera tiba. Tim gawat darurat menjepit tali pusar, memberikan cairan infus, dan segera memindahkan ibu ke Rumah Sakit Le Van Thinh, dan bayinya ke Rumah Sakit Anak 2. Bayi tersebut saat ini memiliki denyut nadi yang stabil, pernapasan lemah, dan sedang menerima oksigen di unit perawatan intensif neonatal.
Dua kasus di atas dengan jelas menunjukkan pentingnya menghubungi 115 segera ketika terjadi keadaan darurat. Operator tidak hanya akan mengirimkan tim medis tercepat, tetapi juga akan memberikan instruksi kepada masyarakat tentang cara memberikan pertolongan pertama secara tepat waktu. Hal ini dapat menentukan kelangsungan hidup pasien.
Sumber: https://dantri.com.vn/suc-khoe/cuu-hai-tre-sinh-rot-vua-chao-doi-da-ngung-tim-ngung-tho-20250810224610282.htm
Komentar (0)