Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menerbitkan Surat Edaran No. 28/2023/TT-BGDDT tentang pembelajaran jarak jauh di tingkat universitas. Perbedaan terbesar dibandingkan dengan Surat Edaran yang dikeluarkan pada tahun 2017 adalah bahwa pembelajaran jarak jauh tidak diperbolehkan untuk jurusan kesehatan yang memerlukan sertifikat praktik.
Sesuai dengan Surat Edaran tersebut, program pendidikan dan pelatihan jarak jauh yang berlaku saat ini pada jenjang pendidikan reguler jurusan pendidikan dan pelatihan yang bersangkutan pada lembaga pendidikan dan pelatihan, disesuaikan dan dijabarkan secara rinci dalam uraian tugas pokok dan fungsi masing-masing mata kuliah agar sesuai dengan jenjang pendidikan dan pelatihan jarak jauh tersebut, baik dari segi metode belajar mengajar, lama belajar mengajar, materi pembelajaran, maupun penilaian hasil belajar, yang mana dalam pelaksanaannya diharuskan mengutamakan penggunaan metode Pembelajaran Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.
Universitas tidak diperbolehkan menawarkan pembelajaran jarak jauh di bidang kesehatan. (Foto ilustrasi)
Surat Edaran tersebut juga menetapkan persyaratan minimum untuk pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Dengan demikian, sistem pembelajaran jarak jauh lembaga pelatihan telah dibangun sepenuhnya untuk memastikan semua komponen sesuai dengan peraturan.
Lembaga pelatihan menyelenggarakan program pembelajaran jarak jauh bagi mahasiswa yang telah memutuskan untuk membuka program pelatihan dan telah menempuh minimal 3 mata kuliah berturut-turut dalam bentuk reguler. Pembelajaran jarak jauh tidak diselenggarakan bagi mahasiswa di bidang kesehatan yang menerbitkan sertifikat praktik dan program studi keguruan.
Program pelatihan jarak jauh telah dikembangkan, dievaluasi dan dikeluarkan sesuai dengan peraturan tentang standar program pelatihan.
Sistem pengujian dan evaluasi hasil pembelajaran memastikan objektivitas dan kejujuran; mengevaluasi proses pembelajaran, mengevaluasi akhir semester atau mata pelajaran; mengontrol dan memverifikasi pembelajaran, mengikuti tes, ujian dan melakukan tugas yang diberikan dalam program pembelajaran peserta didik.
Tim dosen, tenaga pendukung pembelajaran, dan pengelola memadai dari segi kuantitas, kualitas, kualifikasi, dan struktur; serta telah terlatih dalam keterampilan, metode pengajaran, dan manajemen pembelajaran jarak jauh.
Maksimal 30% dari volume program pelatihan jarak jauh dilaksanakan oleh dosen tamu; dan ditingkatkan menjadi maksimal 50% apabila dan hanya apabila dosen tamu merupakan dosen tetap lembaga penyelenggara pelatihan sebagaimana ditentukan untuk melaksanakan lebih dari 20% volume program pelatihan jarak jauh.
Memastikan fasilitas, peralatan, perpustakaan, dan materi pembelajaran yang memadai untuk melaksanakan program pembelajaran jarak jauh.
Surat Edaran ini berlaku mulai tanggal 12 Februari.
(Sumber: tienphong.vn)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)