Seorang pria Kentucky menemukan setumpuk besar koin Perang Saudara saat menggali di ladangnya awal tahun ini.
Sekitar 95% dari harta karun tersebut terdiri dari koin emas dari Perang Saudara Amerika. Foto: Numismatic Guaranty Co.
Timbunan koin tersebut mencakup ratusan koin emas AS dari tahun 1840 hingga 1863, sekitar 95 persen di antaranya masih dalam bentuk cetak, beserta beberapa koin perak. Menurut Numismatic Guaranty Co. (NGC), yang mensertifikasi keaslian koin-koin tersebut, dan GovMint, tumpukan tersebut mencakup 20 koin Liberty senilai $10 dan delapan koin Liberty senilai $20. Masing-masing koin Liberty ini bisa bernilai jutaan rupiah saat dilelang.
Menurut situs web NGC, koin Liberty $20 dicetak oleh Departemen Keuangan AS antara tahun 1850 dan 1907 setelah emas ditemukan di California. Koin Liberty $20 yang baru ditemukan ini bahkan lebih langka karena tidak memiliki tulisan "In God We Trust", yang ditambahkan pada tahun 1866 setelah berakhirnya Perang Saudara.
Yang terpenting, timbunan koin Kentucky ini memberikan pencerahan baru tentang sejarah Amerika di masa yang penuh gejolak. "Mengingat waktu dan lokasi di Kentucky, yang netral pada saat itu, kemungkinan besar timbunan itu dikubur sebelum penyerbuan Juni-Juli 1863 oleh Jenderal Konfederasi John Hunt Morgan," kata Ryan McNutt, seorang arkeolog di Georgia Southern University. Rumor yang beredar adalah banyak penduduk Kentucky yang kaya mengubur sejumlah besar uang untuk mencegah Konfederasi menyitanya.
McNutt mengatakan bahwa sebagian besar artefak bersejarah yang ditemukan di lahan pribadi dijual di pasar atau dikumpulkan tanpa konsultasi arkeologi. "Sebagai seorang arkeolog, saya merasa kehilangan informasi ini sangat membuat frustrasi," ujarnya. Kubah-kubah kuno menyimpan banyak informasi tentang pemiliknya, yang memberikan para ahli data terperinci tentang periode tertentu.
Temuan bersejarah di tanah milik pribadi AS, seperti yang ada di Kentucky, tidak perlu dilaporkan kepada arkeolog. Namun, McNutt yakin edukasi dan penjangkauan adalah kunci untuk mempelajari lebih lanjut tentang timbunan koin langka ini.
Thu Thao (Menurut Live Science )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)