Riotimesonline.com (Brasil) baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel tentang situasi manufaktur global yang berubah dengan cepat, mengutip data terkini dari penyedia layanan informasi keuangan terkemuka dunia S&P Global Market Intelligence (USA), yang menyatakan bahwa Vietnam telah menjadi tujuan utama bagi perusahaan untuk mengalihkan produksi guna memastikan rantai pasokan tidak terganggu.
Menurut data dari S&P Global Market Intelligence, Vietnam telah melampaui Meksiko untuk menjadi pemimpin dalam tren "nearshoring" (perusahaan yang memindahkan produksi, layanan, dan aktivitas logistik dari negara yang jauh ke negara tetangga).
Buktinya, Samsung Group telah berinvestasi besar pada pabrik elektronik di Vietnam.
Nike dan Adidas juga memindahkan produksi ke Vietnam.
Intel juga membangun kehadiran berskala besar dengan pabrik chip di Kota Ho Chi Minh .
Lebih dari 35% perusahaan Vietnam melaporkan peningkatan permintaan dari produsen multinasional tahun lalu, dibandingkan dengan 15% di Meksiko. Survei yang dilakukan pada Mei 2024 menunjukkan bahwa Vietnam semakin menarik bagi bisnis internasional.
Artikel tersebut menunjukkan bahwa Vietnam memiliki beberapa keunggulan, seperti lokasi geografisnya yang mudah diakses ke pasar-pasar utama di Asia; biaya tenaga kerjanya tetap sangat kompetitif, sehingga menarik perusahaan yang ingin mengoptimalkan biaya. Selain itu, pemerintah Vietnam telah menerapkan banyak kebijakan untuk mendukung investasi asing.
Menurut artikel tersebut, tenaga kerja Vietnam memainkan peran kunci dalam kisah sukses ini, menjadi faktor kunci bagi perusahaan yang mempertimbangkan relokasi lokasi produksi mereka. Vietnam menempati peringkat ke-9 dari 60 negara dalam Indeks Total Modal Manusia ManpowerGroup (AS), menunjukkan bahwa Vietnam memiliki tenaga kerja yang andal dan terampil.
Meksiko juga diuntungkan oleh tren "nearshoring", tetapi pertumbuhannya melambat. Beberapa perusahaan mengalami peningkatan penjualan karena tren ini, tetapi dampak keseluruhannya belum sedahsyat di Vietnam. Produsen Meksiko tetap optimistis tentang peluang pertumbuhan di masa depan. Jendela kesempatan bagi negara-negara untuk memanfaatkan tren ini terbatas. Para ahli memperkirakan periode transisi investasi akan berlangsung selama 10-12 tahun. Jangka waktu ini meningkatkan persaingan di antara pusat-pusat manufaktur yang sedang berkembang. Negara-negara perlu bertindak cepat untuk menarik dan mempertahankan investasi ini.
[iklan_2]
Sumber: https://baolangson.vn/diem-den-hang-dau-trong-xu-huong-dich-chuyen-san-xuat-toan-cau-5028961.html
Komentar (0)