1. Mengetahui kelompok prioritas pemeriksaan dan pengobatan medis sesuai ketentuan
1.1. Pengaturan tentang Subjek Prioritas dalam Undang-Undang Pemeriksaan dan Pengobatan Medis Tahun 2023
Berdasarkan Pasal 2, Pasal 3 Undang-Undang tentang Pemeriksaan dan Pengobatan Medis 2023 (berlaku mulai 1 Januari 2024), asas-asas pemeriksaan dan pengobatan medis ditetapkan. Khususnya, yang perlu diperhatikan adalah prioritas pemeriksaan dan pengobatan medis untuk kasus-kasus berikut:
– Pasien dalam kondisi darurat.
– Anak-anak di bawah usia 6 tahun.
Wanita hamil.
– Orang-orang dengan disabilitas berat.
– Orang-orang dengan disabilitas berat.
– Orang yang berusia 75 tahun ke atas.
– Orang-orang dengan kontribusi revolusioner yang sesuai dengan karakteristik fasilitas pemeriksaan dan perawatan medis.

Anak-anak di bawah usia 6 tahun termasuk kelompok prioritas untuk pemeriksaan dan perawatan medis.
1.2. Analisis kelompok sasaran prioritas
– Pasien gawat darurat: Ini adalah kasus yang harus segera ditangani, tanpa memandang usia, subjek, atau urutan kedatangan. Tujuannya adalah untuk melindungi nyawa pasien dalam situasi berbahaya.
– Anak-anak di bawah usia 6 tahun: Pada usia ini, tubuh masih belum matang dan daya tahan tubuh masih lemah, sehingga penyakit mudah menjadi serius. Memprioritaskan pemeriksaan membantu anak-anak menerima intervensi medis tepat waktu, sehingga mencegah komplikasi.
– Ibu hamil: Kehamilan adalah masa yang sensitif, dan masalah kesehatan apa pun dapat memengaruhi ibu dan janin. Oleh karena itu, memprioritaskan pemeriksaan akan membantu memastikan keselamatan keduanya, terutama dalam kasus yang memerlukan pemantauan khusus.
– Penyandang disabilitas berat dan sangat berat: Kelompok ini rentan terhadap kesulitan bergerak, berkomunikasi, dan mengurus diri sendiri. Prioritas diberikan untuk menunjukkan semangat kemanusiaan dan mendukung kesetaraan dalam akses layanan kesehatan.
– Lansia berusia 75 tahun ke atas: Lansia sering menderita berbagai penyakit kronis, kesehatan yang buruk, dan pemulihan yang lambat. Memprioritaskan pemeriksaan dan perawatan medis bagi mereka bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga mencerminkan budaya Vietnam yang "menghormati lansia dan mencapai umur panjang".
– Orang-orang dengan kontribusi revolusioner: Ini adalah sekelompok orang yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara. Memprioritaskan pemeriksaan dan pengobatan medis merupakan bentuk rasa terima kasih yang mendalam dan menunjukkan moralitas bangsa dalam mengingat sumber air.
2. Arti kebijakan prioritas dalam pemeriksaan dan pengobatan medis
2.1. Menciptakan akses yang setara bagi masyarakat kurang mampu
Kenyataannya, tidak semua orang dapat mengakses layanan kesehatan secara proaktif dengan kemudahan yang sama. Kelompok rentan—seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan sebagainya—sering kali menghadapi banyak hambatan dalam bergerak, berkomunikasi, atau merawat diri.
Kebijakan prioritas dalam pemeriksaan dan perawatan medis membantu mempersempit kesenjangan ketimpangan, memastikan bahwa masyarakat yang paling rentan tetap memiliki kesempatan untuk menerima pemeriksaan dan perawatan medis pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan, dan dengan cara yang tepat. Terutama dalam konteks beberapa rumah sakit umum yang seringkali kelebihan beban, memprioritaskan pemeriksaan untuk subjek-subjek ini menjadi lebih praktis dan bermakna dari sebelumnya.
2.2. Menunjukkan rasa kemanusiaan dan etika sosial
Kebijakan prioritas merupakan perwujudan nyata dari sistem perawatan kesehatan yang manusiawi – di mana pasien bukan sekadar “pasien”, melainkan manusia yang perlu dipahami, dirawat, dan membutuhkan lebih banyak dukungan.
Hal ini tidak hanya berkontribusi pada pembangunan citra sektor kesehatan yang modern dan profesional, tetapi juga meneguhkan semangat "menempatkan pasien sebagai pusat". Di saat yang sama, hal ini juga merupakan perwujudan etika tradisional bangsa yang luhur: "Saat minum air, ingatlah sumbernya", "Hormati yang tua, sayangi yang muda", "Hormati mereka yang telah berkontribusi".
2.3. Meningkatkan efisiensi pengobatan dan mengoptimalkan sumber daya medis
Memprioritaskan pemeriksaan dini bagi mereka yang berada dalam kondisi berbahaya atau berisiko mengalami perkembangan penyakit yang cepat tidak hanya membantu meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengobatan, tetapi juga meminimalkan komplikasi dan biaya bagi pasien. Ketika pasien ditangani tepat waktu, proses pemulihan akan lebih cepat, lebih hemat biaya, dan juga berkontribusi pada pengurangan beban sistem kesehatan dalam jangka panjang. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya manusiawi tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang praktis.

Kebijakan ini menunjukkan banyak makna humanis.
3. Beberapa catatan ketika menggunakan hak atas pemeriksaan dan pengobatan medis prioritas
– Setiap orang harus menunjukkan dokumen yang menunjukkan status keutamaannya (misalnya: akta kelahiran anak, buku pemeriksaan kehamilan, surat keterangan cacat, surat keterangan orang berjasa, dan sebagainya).
– Fasilitas medis perlu mengatur proses penerimaan dan triase yang wajar untuk memastikan hak-hak kelompok prioritas tanpa menimbulkan frustrasi bagi pasien lain.
– Dalam keadaan darurat, prioritas segera dilaksanakan tanpa prosedur verifikasi awal, untuk memastikan keselamatan jiwa.
4. Di Sistem Pelayanan Kesehatan TCI Thu Cuc – Kebijakan prioritas diterapkan secara fleksibel dan efektif
Di Sistem Layanan Kesehatan Thu Cuc TCI, prinsip memprioritaskan pemeriksaan dan perawatan medis diterapkan secara serius, fleksibel, dan sesuai dengan praktik operasional di setiap fasilitas. Khususnya:
– Orang-orang dalam kelompok prioritas akan didukung dengan rute dan panduan cepat, sehingga mempersingkat waktu tunggu.
– Staf medis di TCI selalu terlatih dalam keterampilan komunikasi, perilaku profesional, selalu mengutamakan pemahaman dan dedikasi.
– Fasilitas modern, sistem pemesanan janji temu online, dan meja resepsionis yang fleksibel membantu meningkatkan pengalaman pemeriksaan dan perawatan medis, terutama bagi lansia atau penyandang disabilitas.
– Di beberapa fasilitas TCI, area pemeriksaan terpisah untuk kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil juga diatur untuk memastikan kenyamanan, privasi, dan keamanan.

Di Sistem Pelayanan Kesehatan Thu Cuc TCI, prinsip mengutamakan pemeriksaan dan pengobatan medis diterapkan secara serius dan fleksibel.
Penetapan kelompok prioritas dalam pemeriksaan dan perawatan medis sesuai Undang-Undang Pemeriksaan dan Perawatan Medis 2023 tidak hanya membantu meningkatkan mutu pelayanan medis, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab sosial, kemanusiaan, dan keadilan dalam akses terhadap pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, setiap warga negara harus memahami dengan jelas hak mereka untuk lebih proaktif dalam proses pemeriksaan dan perawatan medis, sekaligus menghormati dan mendukung kelompok prioritas, yang berkontribusi dalam membangun lingkungan pemeriksaan dan perawatan medis yang beradab dan manusiawi.
Sumber: https://benhvienthucuc.vn/tin-tuc/tin-tuc-su-kien/doi-tuong-duoc-uu-tien-trong-kham-chua-benh-tu-ngay-1-1-2024






Komentar (0)