Saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat disertai tantangan baru dalam kesehatan masyarakat membutuhkan transformasi digital yang kuat dalam perawatan kesehatan untuk memenuhi persyaratan baru.
Kementerian Kesehatan terus menyempurnakan dokumen hukum, dan pada saat yang sama mengeluarkan keputusan dan dokumen panduan, mendesak pelaksanaan pembangunan e-Government, bergerak menuju Pemerintahan digital.
Memanfaatkan transformasi digital
Resolusi Pemerintah No. 17/NQ-CP tertanggal 7 Maret 2019 tentang sejumlah tugas dan solusi utama untuk pengembangan e-Government periode 2019-2020, dengan visi hingga 2025, telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi pemerintahan yang modern, transparan, dan berpusat pada rakyat. Khususnya, layanan kesehatan diidentifikasi sebagai salah satu bidang utama yang perlu memprioritaskan transformasi digital untuk meningkatkan layanan publik, dengan tujuan mencapai kepuasan masyarakat. Kegiatan-kegiatan ini membuka jalan bagi pembangunan sistem informasi kesehatan yang sinkron dan saling terhubung.
Keputusan Perdana Menteri No. 749/QD-TTg tertanggal 3 Juni 2020 yang menyetujui "Program Transformasi Digital Nasional hingga 2025, dengan visi hingga 2030" telah menetapkan peta jalan, tujuan, dan tugas transformasi digital untuk setiap sektor dan bidang. Keputusan tersebut menekankan konten utama untuk layanan kesehatan seperti: Telemedicine: Memperluas layanan konsultasi, pemeriksaan, dan konsultasi daring untuk mengurangi beban fasilitas kesehatan tingkat atas dan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil; Rekam medis elektronik: Menstandardisasi dan menerapkan rekam medis elektronik untuk seluruh populasi, menciptakan platform data kesehatan pribadi yang konsisten.
Wakil Menteri Kesehatan Tran Van Thuan menekankan bahwa Kementerian Kesehatan mengidentifikasi penguatan perawatan kesehatan akar rumput sebagai akarnya, transformasi digital sebagai pengungkit, dan pemeriksaan kesehatan berkala bagi seluruh penduduk sebagai langkah mendasar.
"Tidak ada lagi kesenjangan antara teknologi tinggi dan layanan kesehatan dasar, ketika kecerdasan buatan mendukung diagnosis pencitraan, ketika indikator risiko kardiovaskular, kanker, dan penyakit kronis didigitalkan dan dipantau pada platform rekam medis elektronik. Semua ini bukan lagi konsep yang jauh, melainkan sudah hadir, melayani, dan melindungi kesehatan masyarakat, mulai dari tempat-tempat terdekat," tegas Wakil Menteri Tran Van Thuan.
Oleh karena itu, sektor kesehatan bertujuan membangun jaringan kesehatan cerdas di tingkat provinsi, di mana setiap daerah secara proaktif menciptakan ekosistem kesehatan digitalnya sendiri dengan rekam medis elektronik, pemeriksaan dan konsultasi jarak jauh, peringatan dini penyakit, dan dukungan pengobatan menggunakan kecerdasan buatan. Inilah fondasi untuk beralih dari kesehatan reaktif ke kesehatan prediktif, dari manajemen manual ke operasi berbasis data, demi kesehatan masyarakat.
Secara khusus, sistem rekam medis elektronik dan rekam medis elektronik menstandardisasi informasi, meminimalkan kesalahan akibat entri data manual, dan membantu manajer memantau seluruh proses pemeriksaan dan perawatan medis pasien serta operasional fasilitas medis. Platform pelaporan daring dan sistem manajemen dokumen elektronik membantu meningkatkan publisitas dan transparansi dalam operasional industri, sehingga meminimalkan dampak negatif dan meningkatkan efisiensi manajemen.
301 fasilitas medis berhasil menerapkan rekam medis elektronik
Menurut Bapak Do Truong Duy - Direktur Pusat Informasi Kesehatan Nasional, rekam medis elektronik merupakan salah satu pilar penting dalam peta jalan transformasi digital sektor kesehatan, yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas pemeriksaan dan perawatan medis, mengoptimalkan pengelolaan, penyimpanan dan penyebaran informasi medis, sekaligus menjamin keakuratan, konektivitas dan kerahasiaan data kesehatan masyarakat.

Secara khusus, rekam medis elektronik membantu memastikan transparansi dalam semua kepatuhan terhadap peraturan profesional. Rekam medis elektronik akan menjadi gudang data yang besar untuk penelitian dan evaluasi model penyakit, serta menjadi dasar bagi unit-unit untuk melayani rencana pengadaan, penawaran obat-obatan, perbekalan medis, dan sebagainya.
Hingga saat ini, 301 fasilitas medis telah mengumumkan keberhasilan penerapan rekam medis elektronik. Jumlah ini masih relatif rendah dibandingkan target yang ditetapkan. Alasan utamanya adalah banyak fasilitas medis masih menghadapi kendala pendanaan, infrastruktur teknologi, sumber daya manusia, serta kurangnya koordinasi yang sinkron antarsektor dan jenjang.
Menurut Kementerian Kesehatan, penerapan rekam medis elektronik masih menghadapi banyak kesulitan dan tantangan: dari sumber pendanaan; infrastruktur teknologi informasi, sumber daya manusia, hingga integrasi sistem, standar teknis dan koordinasi yang sinkron antar tingkatan dan sektor.
Bahasa Indonesia: Pelaksanaan Direktif No. 07 tanggal 14 Maret 2025 dari Perdana Menteri tentang promosi pelaksanaan Proyek tentang pengembangan aplikasi data kependudukan, identifikasi dan otentikasi elektronik untuk melayani transformasi digital nasional pada periode 2022-2025, dengan visi hingga 2030 di kementerian, cabang dan daerah pada tahun 2025 dan tahun-tahun berikutnya, di mana Kementerian Kesehatan ditugaskan untuk mengarahkan rumah sakit di seluruh negeri untuk menyelesaikan penerapan rekam medis elektronik sebelum 30 September 2025. Penerapan rekam medis elektronik tidak dapat ditunda lagi.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran 13 tertanggal 6 Juni 2025, menggantikan Surat Edaran 46/2018. Bersamaan dengan itu, Pusat Informasi Kesehatan Nasional juga menerbitkan Surat Edaran No. 365 yang berisi panduan persyaratan teknis khusus untuk penerapan rekam medis elektronik, termasuk panduan teknis penerapan rekam medis elektronik. Dokumen-dokumen ini membantu menstandardisasi dan menyederhanakan proses, serta memberikan fasilitas medis dasar hukum dan teknis tambahan agar dapat menerapkannya sesuai jadwal.
Source: https://www.vietnamplus.vn/gap-rut-hoan-thanh-mui-nhon-chuyen-doi-so-toan-dien-trong-nganh-y-te-post1054059.vnp
Komentar (0)