Dengan demikian, acara tersebut menciptakan 88 kecocokan antara perusahaan rintisan dan bisnis, yang mana 43,8% di antaranya membahas Bukti Konsep (PoC) pada solusi GenAI, membuka arah potensial baru dalam mempromosikan penerapan teknologi GenAI di Vietnam.
Dari total 88 pasangan startup-bisnis, 31 proyek GenAI PoC telah diluncurkan, membuka peluang bagi startup untuk mendekati pelanggan secara langsung, sekaligus mendukung bisnis untuk mempercepat proses inovasi dengan cara yang lebih fleksibel dan efektif.
Salah satu faktor kunci keberhasilan program ini adalah koordinasi yang erat dan tersinkronisasi antara AWS, Renova Cloud, dan GenAI Fund, yang menjamin efisiensi di seluruh proses implementasi. Program ini juga menerima banyak tanggapan positif dari para startup dan pelaku bisnis, berkat kesempatan untuk bertukar ide dan berdiskusi mendalam setelah acara.

"Vietnam sedang memasuki periode terobosan dalam inovasi, dan acara ini merupakan demonstrasi nyata akan perlunya kerja sama yang mendalam di bidang GenAI. Dengan dukungan AWS dan Renova Cloud, kami bangga dapat berkontribusi dalam mendorong gelombang ini dengan menciptakan platform yang mendukung perusahaan rintisan untuk berkembang secara terarah, sekaligus membantu bisnis menerapkan GenAI dengan percaya diri," ujar Laura Nguyen, CEO GenAI Fund.
Menurut Laporan Startup GenAI ASEAN 2024 yang diterbitkan oleh GenAI Fund, Vietnam (27%) menempati peringkat kedua di kawasan ASEAN dalam hal jumlah startup GenAI, tepat di belakang Singapura (44%).
Laporan ini menyoroti bahwa perusahaan rintisan GenAI menciptakan terobosan yang belum pernah terjadi sebelumnya di berbagai bidang seperti Solusi Kinerja dan Bisnis, Kesehatan & Kesejahteraan, Layanan Keuangan, serta Solusi Teknologi dan AI. Di Vietnam, GenAI dianggap sebagai alat fundamental Revolusi Industri 4.0, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan daya saing nasional.
Namun, laporan itu juga menunjukkan bahwa perusahaan rintisan di bidang GenAI menghadapi banyak tantangan yang signifikan, seperti integrasi yang lambat ke dalam ekosistem bisnis, kesulitan dalam menerapkan proyek percontohan (PoC) secara efektif, masalah dalam menemukan kecocokan yang tepat antara produk/solusi dan pasar yang masih terbuka, belum lagi tekanan kompetitif dari penyedia SaaS serta perusahaan teknologi terkenal di pasar.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/genai-open-innovation-vietnam-2025-ket-noi-startup-va-doanh-nghiep-post807476.html
Komentar (0)