Kejuaraan Dunia Powerboat Formula 1 adalah ajang balap speedboat tertinggi di dunia dan karenanya menggunakan gelar F1, serupa dengan balap mobil F1. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Union Internationale Motonautique (UIM) dan dipromosikan oleh H2O Racing, dan sering disebut sebagai F1H2O.
Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 tampaknya akan penuh drama.
Layaknya balap Formula 1, UIM F1H2O akan berkompetisi dalam 6-8 balapan Grand Prix dengan sekitar 10 tim balap dari berbagai negara, masing-masing tim terdiri dari 2 anggota. Setiap Grand Prix akan berlangsung di Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
Tahapan ini akan berlangsung selama 3 hari kompetisi, hari pertama adalah kompetisi untuk memperebutkan Pole (atau yang dikenal dengan posisi start), hari kedua adalah Sprint Race, dan hari terakhir adalah kompetisi untuk mencari juara balapan.
Balapan kecepatan yang seru para atlet
Ini dianggap sebagai salah satu balapan air paling seru dengan kombinasi kecepatan, petualangan, dan aturan yang kompetitif. Setiap balapan resmi biasanya berlangsung sekitar 45 menit. Setiap putaran memiliki panjang lebih dari 2.000 m.
Khususnya, perahu motor dengan berat total hingga 400 kg akan bersaing ketat dengan kecepatan hingga 250 km/jam. Tidak hanya menarik karena akselerasi dan tikungannya di setiap meter air, tetapi tabrakannya juga menciptakan daya tarik tersendiri bagi F1H2O.
Dari segi aturan, balapan dibagi menjadi tiga hari. Hari ke-1 adalah kualifikasi, hari ke-2 adalah sprint, dan hari ke-3 adalah penentuan. Hasil setiap hari akan berdampak langsung pada hasil akhir.
Selama perlombaan, akan ada banyak risiko dan kecelakaan seperti terbalik, tenggelam, kerusakan mesin, dan bahkan tabrakan antar perahu. Oleh karena itu, bendera kuning akan dikibarkan jika salah satu situasi ini terjadi agar tim penyelamat dapat menarik perahu kembali. Dalam situasi seperti itu, para atlet mungkin harus melewatkan hari perlombaan.
Turnamen UIM F1H2O dijadwalkan berlangsung dari 29 hingga 31 Maret di laguna Thi Nai, kota Quy Nhon (Binh Dinh).
Di Asia Tenggara, Vietnam dan Indonesia adalah dua negara yang menjadi tuan rumah balapan F1H2O. Namun, hanya Vietnam yang memiliki tim balap sendiri, yang disponsori oleh Fleur de Lys Hospitality Company, dengan dukungan Komite Rakyat Provinsi Binh Dinh.
Biaya penyelenggaraan turnamen ini sangat besar, satu perahu motor saja menelan biaya sekitar 18 miliar VND, dan setiap tim membutuhkan setidaknya 3 perahu per musim. Oleh karena itu, olahraga ini sering populer di negara-negara kaya seperti Italia, Swedia, Qatar, dan terutama UEA (dengan 3 tim balap di musim 2024).
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)