ESG dan ekonomi sirkular sering dianggap sebagai konsep Barat yang kompleks dan teknis. Namun, melalui kacamata filsafat Timur, keduanya tampak sebagai sistem "saling menguntungkan" yang harmonis dan erat.
Pakar ESG dan analisis siklus hidup (LCA) Pham Hoai Trung - Penasihat Utama SSBTi Vietnam, pendiri Azitech dan GreenGo memberikan perspektifnya tentang hubungan antara model ESG (Lingkungan - Masyarakat - Tata Kelola) dan ekonomi sirkular.
Menurut pakar Pham Hoai Trung, dalam perjalanan transformasi hijau dan tata kelola ESG, hubungan antara ekonomi sirkular (CEE) dan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) merupakan poros strategis utama. Namun, untuk benar-benar menguasai hal ini, terkadang diperlukan sudut pandang yang berbeda – sebuah perspektif yang menggabungkan pemikiran sistem Barat dan kedalaman filosofis Timur.
Sifat hubungan ini adalah rantai sebab akibat sistemik, di mana ekonomi sirkular bertindak sebagai mesin untuk menghilangkan emisi di sumbernya. Memulai dengan memprioritaskan material daur ulang akan memutus mata rantai pertama penyebab emisi: pertambangan dan transportasi, misalnya, produksi aluminium daur ulang hanya menghasilkan 5-10% emisi aluminium murni. Selanjutnya, ketika material digunakan kembali, bisnis tidak perlu memproduksinya dari awal, sehingga menghemat energi dalam jumlah besar.
Pakar Pham Hoai Trung dan rekannya membahas ESG dan KTTH.
Dengan memahami KTTH sebagai mekanisme operasional, pakar Pham Hoai Trung mengusulkan perspektif dari filsafat Timur. Yaitu membandingkan model ESG (Lingkungan - Masyarakat - Tata Kelola) dengan diagram lima elemen. Dalam kerangka acuan ini, pilar Lingkungan (E) adalah Lima Elemen yang terdiri dari Kayu (pohon), Api (energi), Tanah (lahan), Logam (industri), dan Air (air). Elemen-elemen ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi dan mendukung dalam siklus alami.
Di pusat lingkaran tersebut adalah Masyarakat (S), yaitu manusia – baik pencipta maupun objek yang terdampak. Dan untuk menjaga agar lingkaran generasi bersama ini tetap berjalan harmonis, pilar Tata Kelola (G) berperan sebagai seni koordinasi, yang memastikan keseimbangan antara eksploitasi dan regenerasi.
Bila dilihat melalui lensa ini, ESG bukan lagi kerangka pelaporan yang kering, tetapi menjadi "sistem ESG bersama" yang dinamis.
Untuk mengubah filosofi ini menjadi tindakan, Tn. Pham Hoai Trung menyarankan sebuah gambaran simbolis: seorang praktisi pengobatan oriental tengah menimbang dengan cermat setiap ramuan obat dengan timbangan kecil.
Gambar ini merupakan metafora untuk seni manajemen ESG dan praktik ekonomi sirkular dalam praktiknya. Pertama-tama, ini tentang keseimbangan dan kuantifikasi yang tepat. Seorang dokter dengan cermat menimbang setiap obat, serupa dengan manajemen ESG yang membutuhkan pengukuran yang tepat untuk setiap indikator, mulai dari emisi, konsumsi air, hingga dampak sosial. Setiap indikator adalah "obat", jika dosisnya salah, akan menjadi kontraproduktif.
Lebih lanjut, obat merupakan kombinasi komprehensif dari berbagai rasa, sebagaimana strategi ESG yang efektif merupakan koordinasi yang harmonis dari berbagai faktor, mulai dari energi, bahan baku, hingga kesejahteraan sosial. Peran administrator saat ini juga layaknya seorang dokter: berdiri di antara alam (data) dan bisnis (pasien) untuk "mendiagnosis" situasi dan "meresepkan" kebijakan yang tepat, dengan tujuan mencapai keseimbangan dan pemulihan jangka panjang," ungkap sang pakar.
Menurut Bapak Trung, perlu dipahami bahwa KTTH bukanlah resep sementara, melainkan "pengobatan radikal", metode perawatan kesehatan yang membantu bisnis memulihkan energi dan meregenerasi sumber daya.
"Dengan memadukan ketepatan ilmu pengetahuan Barat dengan kedalaman filsafat Timur, ESG dan ekonomi sirkular dapat dipandang bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai jalan yang tak terelakkan untuk beroperasi selaras dengan hukum alam, menempatkan manusia sebagai pusatnya, dan menciptakan kesejahteraan berkelanjutan," tegas sang pakar.
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/kinh-te/kinh-doanh/-giai-ma-esg-kinh-te-tuan-hoan-bang-triet-ly-ngu-hanh/20250707023628886
Komentar (0)