Berapa denda mengendarai sepeda motor di trotoar?
Trotoar merupakan bagian penting dari struktur ruang perkotaan. Trotoar merupakan ruang transisi antara rumah-rumah dan jalan, serta memiliki fungsi yang jelas. Berdasarkan undang-undang, trotoar merupakan bagian dari jalan perkotaan, yang utamanya melayani pejalan kaki dan menyatu dengan sistem infrastruktur teknis perkotaan di sepanjang rute.
Berdasarkan Pasal 1 Pasal 9 Undang-Undang Lalu Lintas Tahun 2008, peserta lalu lintas wajib berkendara pada lajur kanan jalan, pada jalur dan ruas jalan yang benar, serta wajib mematuhi rambu lalu lintas.
Selain itu, sesuai dengan Pasal 6 Klausul 3, Keputusan 100/2019, yang diubah dan ditambah dengan Keputusan 123/2021: Pengemudi sepeda motor, moped (termasuk sepeda motor listrik), kendaraan sejenis sepeda motor dan kendaraan sejenis moped yang mengemudi di trotoar dan jalan raya akan dikenakan denda dari VND 400.000 hingga VND 600.000, kecuali untuk kasus mengemudi di trotoar untuk memasuki rumah.
Sementara itu, bagi kendaraan bermotor yang melintas di trotoar, dikenakan denda sebesar Rp4.000.000.000,- hingga Rp6.000.000.000,- sesuai ketentuan huruf d ayat 5 pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2019 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 123 Tahun 2021.
Dengan demikian, berdasarkan ketentuan tersebut di atas, ketika ikut serta dalam lalu lintas, bahkan pada jam sibuk, pengendara sepeda motor tidak diperkenankan melaju di bahu jalan atau trotoar, kecuali dalam hal melintasi trotoar untuk memasuki suatu rumah.
Apa hukumannya jika mengendarai sepeda motor ke arah yang salah?
Pasal 5, Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 100/2019/ND-CP yang mengatur sanksi administratif atas pelanggaran di bidang lalu lintas jalan raya dan kereta api (Peraturan Pemerintah Nomor 100/2019/ND-CP) diubah dan ditambah dengan Pasal c Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 223/2021/ND-CP yang mengatur sanksi bagi pengemudi sepeda motor, moped (termasuk sepeda motor listrik), kendaraan sejenis sepeda motor, dan kendaraan sejenis sepeda motor yang melanggar peraturan lalu lintas jalan raya sebagai berikut:
5. Denda sebesar VND 1.000.000 hingga VND 2.000.000 akan dikenakan kepada pengemudi yang melakukan salah satu pelanggaran berikut:
a) Mengemudi di arah yang salah di jalan satu arah, mengemudi di arah yang salah di jalan dengan rambu "Dilarang Masuk", kecuali pelanggaran yang ditentukan dalam Poin b, Klausul 6 Pasal ini dan kasus di mana kendaraan prioritas sedang dalam misi mendesak sebagaimana ditentukan;
b) Tidak memberi jalan atau menghalangi kendaraan prioritas yang memberi sinyal prioritas saat bertugas.
Pasal 6 Ayat (b) angka 10 Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2019/PMK.01/2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, mengatur sanksi bagi pengendara sepeda motor, moped (termasuk sepeda motor listrik), kendaraan sejenis sepeda motor, dan kendaraan sejenis moped yang melanggar peraturan lalu lintas, sebagai berikut:
10. Selain dikenakan denda, pengemudi yang melakukan pelanggaran juga dikenakan sanksi tambahan sebagai berikut:
b) Melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam huruf b, huruf e, huruf i, ayat 3; huruf e, huruf g, huruf h, ayat 4; ayat 5 pasal ini, berhak menggunakan Surat Izin Mengemudi yang dicabut dari umur 01 bulan menjadi 03 bulan;
Pasal 4, Pasal 81 Keputusan Presiden Nomor 100/2019/ND-CP mengatur pencabutan sementara hak penggunaan izin atau surat keterangan praktik atau penghentian sementara kegiatan di bidang lalu lintas jalan raya dan kereta api sebagai berikut:
4. Selama masa pencabutan hak penggunaan izin atau surat keterangan praktik, apabila orang pribadi atau badan tetap melakukan kegiatan sebagaimana tercantum dalam izin atau surat keterangan praktik, maka orang atau badan tersebut dikenai sanksi pidana karena tidak memiliki izin atau surat keterangan praktik.
Dengan demikian, mengemudikan sepeda motor berlawanan arah dapat dikenakan denda mulai dari 1.000.000 VND hingga 2.000.000 VND dan pencabutan SIM selama 01 hingga 03 bulan.
Minh Hoa (t/h)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)