Optimisme baru muncul
"Kami telah melihat langsung skala operasi VinFast di Vietnam dan terkesan dengan jejak mereka di pasar kendaraan listrik," kata Dan Ives, CEO Wedbush Securities, analis teknologi terkemuka di Wall Street, menjelaskan mengapa ia dan rekan-rekannya menempatkan VFS dalam daftar "beli".
Setelah resmi terdaftar di bursa NASDAQ pada bulan Agustus melalui SPAC, saham VFS milik VinFast Auto menjadi salah satu perusahaan paling terkemuka di industri kendaraan listrik global. Menurut analis Andres Sheppard dari Cantor Fitzgerald, sebuah organisasi penasihat keuangan terkemuka di AS, saham VinFast memiliki banyak keunggulan.
"Kami yakin VinFast diuntungkan oleh kendaraan listrik yang lebih terjangkau, diproduksi di Vietnam dengan tingkat lokalisasi yang tinggi, serta dukungan finansial dan merek dari Vingroup ," ujar Sheppard dalam laporan terbarunya.
Sheppard mengutip angka-angka yang menjanjikan untuk mendukung pernyataannya. Oleh karena itu, produsen kendaraan listrik VinFast beroperasi di pasar Asia, Eropa, dan Amerika Utara. VinFast saat ini memiliki empat model mobil listrik yang beredar di pasaran, termasuk SUV listrik kecil VF 5 Plus dengan harga jual rata-rata $22.800 dan model VF e34 dengan harga sekitar $34.860 yang dijual di Vietnam.
Perusahaan ini juga memproduksi VF 8, D-SUV yang ditujukan untuk pelanggan di AS, Kanada, Eropa, dan Vietnam dengan harga mulai dari $46.000, dan model termahal, E-SUV VF 9 kelas atas dengan tiga baris kursi dan tujuh kursi, dengan harga mulai dari $83.000.
Selain itu, perusahaan sedang mengembangkan tiga model lain dengan harga yang diperkirakan berkisar antara $13.500 hingga $37.500. Dengan demikian, tahun depan, VinFast diperkirakan akan memiliki tujuh model berbeda di pasar Asia, Eropa, dan Amerika Utara.
"Yang lebih penting, kami yakin bahwa pada kisaran harga ini, mobil VinFast lebih terjangkau dibandingkan pesaing. Hal ini akan membantu perusahaan meningkatkan pangsa pasarnya secara global dan di AS," ujar para ahli Cantor Fitzgerald.
Semua kendaraan VinFast kini diproduksi di Vietnam, dengan kompleks modern berkapasitas 300.000 kendaraan/tahun. Sheppard yakin ini merupakan keuntungan besar bagi VinFast.
“Dengan penguasaan teknologi manufakturnya, VinFast memiliki keunggulan dalam skala operasi yang besar, fasilitas produksi yang sangat otomatis, biaya produksi yang lebih rendah, kebijakan pajak yang menguntungkan, biaya tenaga kerja dan operasional yang lebih murah, serta perjanjian perdagangan yang mapan,” analisisnya.
Selain pabriknya di Vietnam, VinFast juga sedang berupaya memperluas produksi secara internasional. Rencananya, pabrik baru VinFast di Carolina Utara akan beroperasi mulai pertengahan 2025. Hal ini akan membantu menambah 150.000 mobil per tahun, sehingga total kapasitas perusahaan menjadi 450.000 mobil per tahun.
Dari semua keunggulan ini, Sheppard menempatkan saham VinFast dalam kelompok "Overweight", yang berarti "Harus dibeli".
Peluang kenaikan harga
“Beli” juga merupakan penilaian Bapak Dan Ives, analis perusahaan keuangan Wedbush Securities, terhadap saham VinFast sebelum sesi perdagangan pada hari Selasa (21 November).
“Kami telah melihat langsung skala operasi VinFast di Vietnam dan terkesan dengan jejak mereka di pasar kendaraan listrik,” ujar Bapak Ives.
Menurut informasi dari VinFast, perusahaan tersebut diperkirakan akan mengirimkan sekitar 45.000 unit mobil secara global pada tahun 2023. Pakar veteran tersebut memperkirakan pendapatan VinFast akan meningkat dari 1,4 miliar dolar AS pada tahun 2023 menjadi 5,5 miliar dolar AS pada tahun 2025. Di saat yang sama, kerugian akan menurun dari 1,7 miliar dolar AS pada tahun 2023 menjadi 1,5 miliar dolar AS pada tahun 2025.
Saham VFS menunjukkan kinerja positif akhir-akhir ini. Sebelum sesi perdagangan Selasa (21 November), harga sahamnya naik hampir 4%, kemudian terus naik 10,8% menjadi $5,99/saham di akhir sesi, sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun sekitar 0,2% dan 0,7%. Pada 24 November, VFS mempertahankan warna hijaunya dan menutup sesi di harga $6,56/saham, naik 3,8%.
Saat ini, terdapat 3 analis yang meliput saham VinFast, dan semuanya memberikan peringkat "Beli". Ives optimistis investor harus bersiap menghadapi kenaikan harga saham menyusul ulasan positif baru tersebut.
(Menurut Tipranks, Barrons)
Cantor Fitzgerald adalah organisasi jasa keuangan internasional terkemuka dengan jaringan lebih dari 30 kantor di seluruh dunia . Di seluruh bisnisnya, Cantor Fitzgerald dikenal sebagai pemimpin dalam mengembangkan teknologi inovatif untuk memperluas jangkauan pasar dan membantu klien mencapai tujuan keuangan dan strategis terpenting mereka. Daniel Ives , CEO Wedbush Securities (AS), saat ini merupakan analis sekuritas terkemuka di sektor Teknologi di Wall Street. Ia juga merupakan pembicara bergengsi di berbagai acara di AS, Eropa, dan Asia; secara rutin tampil di saluran TV utama seperti CNBC, Bloomberg, BBC, NBC, CBS, ABC, CNN, dan Fox News... |
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)