Pertemuan-pertemuan selanjutnya terasa alami, seolah-olah kami sudah saling mengenal sejak lama. Selama sesi kerja, kegiatan ekstrakurikuler, atau sore hari setelah sekolah, kami akan bertemu secara tak terduga, bertukar pertanyaan singkat, anggukan, atau senyuman. Semuanya lembut dan sederhana, namun anehnya, kesederhanaan itu cukup untuk mendekatkan kami. Pada beberapa sore yang berangin, kami akan menuntun sepeda kami di bawah pohon flamboyan tua, menyaksikan kelopak bunga berguguran dalam keheningan untuk waktu yang lama. Kami tidak membutuhkan banyak kata; hanya saling memandang dan tersenyum sudah cukup untuk merasakan koneksi yang langka. Setiap kali, saya mengerti bahwa perasaan di antara kami lebih dari sekadar "kasih sayang," tetapi juga bukan cinta sepenuhnya. Itu adalah perasaan yang terkadang tidak bisa diungkapkan oleh anak muda. Itu murni, tulus, dan penuh kelembutan, seperti sinar matahari yang menembus dedaunan, lembut namun bertahan lama.
Hari-hari terakhir masa sekolah kami, datang dan perginya ujian, masing-masing dari kami secara bertahap menyimpan rencana sendiri, jalan sendiri yang ingin kami tempuh. Dan kemudian, kami tidak lagi berjalan di jalan yang sama. Masing-masing dari kami memilih kota untuk membangun impian kami, dan jarak geografis yang tak terlihat itu menyebabkan pesan-pesan kami memudar, surat-surat tulisan tangan kami tidak terkirim, dan kenangan kami disembunyikan… Kemudian, ketika kami bertemu lagi, kami berdua sangat terharu, tetapi tidak ada yang berbicara sepatah kata pun, mungkin karena kami telah kehilangan kesempatan. Perjalanan masa depan mendorong kami ke dua arah yang berbeda dalam hidup. Tetapi anehnya, kami tidak sedih; kami berdua merasa bahagia. Bahagia karena kami telah bertemu, telah berjalan bersama. Bahagia karena ketika kami mengingatnya, hati kami masih melunak seperti kelopak bunga yang lembut tertiup angin, tidak sakit, hanya merasakan kasih sayang. Karena hal yang paling berharga bukanlah apakah kami berjalan bersama hingga akhir, tetapi bahwa kami pernah berjalan berdampingan selama periode indah masa muda kami.
Di tengah hari-hari yang cerah dan kering itu, kami bertemu, saling menyayangi, dan saling mencintai dengan cara yang paling lembut dan murni. Dan sekarang, kami telah menempuh jalan masing-masing, tetapi aku tahu bahwa di hatiku, aku akan selalu menyimpan sudut damai untuk kenangan itu, di mana ada tawa kami, sinar matahari di hari yang indah, dan persahabatan yang lebih dari sekadar cinta!
Kim Oanh
Sumber: https://baodongnai.com.vn/van-hoa/202512/hon-ca-mot-chu-thuong-3240298/







Komentar (0)