Bisnis telekomunikasi menandatangani komitmen untuk melaksanakan target pengembangan infrastruktur digital sesuai Resolusi 57 Politbiro. |
Solusi teknologi yang terkait dengan lanskap perkotaan
Hingga saat ini, kota ini memiliki 1.521 stasiun BTS yang melayani kebutuhan koneksi nirkabel. Sistem ini memenuhi kebutuhan koneksi masyarakat dan bisnis yang terus meningkat, serta secara aktif mendukung berbagai bidang ekonomi , pendidikan, medis, pariwisata, dan lainnya. Namun, sebagian besar stasiun BTS yang ada memiliki desain yang besar, sehingga memengaruhi estetika perkotaan, tidak memanfaatkan model infrastruktur bersama, menyebabkan pemborosan, dan menambah beban lingkungan.
Menghadapi kenyataan ini, Kota Hue menginstruksikan Departemen Sains dan Teknologi (KH&CN), berbagai departemen, dan perusahaan telekomunikasi untuk meneliti dan membangun stasiun BTS terpadu yang ramah lingkungan. Hingga saat ini, Mobifone , Viettel, dan VNPT telah membangun sekitar 50 stasiun BTS yang terkonsentrasi di berbagai area penting seperti Kota Kekaisaran, area pusat, dan rute wisata di sepanjang Sungai Perfume.
Stasiun-stasiun ini dirancang dengan cermat, menerapkan teknologi baru, disamarkan secara kreatif sebagai tiang lampu jalan, selaras dengan lanskap perkotaan dan area peninggalan, taman, terintegrasi dengan sistem kamera pengawas, sistem Wi-Fi gratis, dan pencahayaan perkotaan. Khususnya, di Jalan Le Loi, rute percontohan pertama, 16 stasiun BTS terintegrasi yang ramah lingkungan telah dipasang. 100% stasiun BTS di rute ini dirancang secara sinkron sebagai tiang lampu yang selaras dengan arsitektur perkotaan.
Banyak stasiun BTS yang didesain secara cermat, menerapkan teknologi baru, disamarkan secara kreatif sebagai tiang lampu jalan, dan menyatu dengan lanskap perkotaan. |
Dalam mengevaluasi model ini, seorang perwakilan Mobifone Central di Hue, unit yang telah membangun 23 stasiun BTS di Jalan Le Loi dan kawasan Imperial City, menyampaikan bahwa unit tersebut berkomitmen untuk berinvestasi di stasiun-stasiun BTS secara terpadu, minimalis, ramah lingkungan, dan selaras dengan warisan budaya perkotaan. Koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah membantu proses implementasi berjalan lancar, sesuai jadwal, dan jauh lebih efektif.
Tak hanya memenuhi persyaratan teknis untuk jangkauan 4G dan 5G, stasiun-stasiun baru ini juga merupakan simbol transformasi infrastruktur digital yang cerdas. Khususnya, di wilayah yang kaya akan unsur budaya seperti Hue, perpaduan teknologi modern dan unsur warisan budaya merupakan syarat penting untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dan melestarikan identitas. Hal ini juga merupakan model praktis yang penting untuk mengimplementasikan tugas-tugas yang ditetapkan dalam Resolusi No. 57-NQ/TW Politbiro tentang terobosan dalam pengembangan ilmiah, inovasi, dan transformasi digital. Pembangunan stasiun BTS terintegrasi tidak hanya melayani infrastruktur konektivitas, tetapi juga berkontribusi untuk menghormati keindahan warisan Hue, menciptakan konsensus sosial yang tinggi tentang orientasi pembangunan berkelanjutan.
Mereplikasi model, memodernisasi infrastruktur hijau
Sesuai dengan orientasi kota, rute Le Loi akan menjadi model yang akan terus direplikasi di jalan-jalan utama, area pusat, kawasan bersejarah, dan wisata seperti Phu Xuan, Vy Da, Kim Long, An Cuu, serta komune dan distrik lainnya. Pemerintah kota menargetkan pembangunan 250 hingga 300 stasiun BTS terintegrasi tambahan di masa mendatang, dengan target mencapai cakupan 5G 100% di seluruh wilayah.
Bapak Nguyen Thanh Binh, anggota Komite Partai Kota, Wakil Ketua Tetap Komite Rakyat Kota mencatat bahwa perusahaan telekomunikasi perlu mematuhi perencanaan pembangunan perkotaan, memprioritaskan optimalisasi infrastruktur bersama, penggunaan peralatan antena terintegrasi, berbagi infrastruktur teknis, sambil memastikan estetika, menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan lanskap perkotaan.
Bapak Nguyen Thanh Binh juga meminta agar instansi dan departemen, khususnya Departemen Sains dan Teknologi, mempersingkat waktu pengurusan prosedur perizinan, mengutamakan proyek pembangunan BTS terpadu yang ramah lingkungan; dan menindak tegas kasus pembangunan yang melanggar perencanaan, tidak memenuhi standar estetika dan teknis.
Menurut Bapak Nguyen Xuan Son, Direktur Departemen Sains dan Teknologi, industri sedang mendorong pengembangan mekanisme koordinasi tiga pihak antara negara, badan usaha, dan masyarakat untuk menerapkan model stasiun BTS terintegrasi secara efektif. Digitalisasi prosedur dan pengembangan kriteria teknis terkait konservasi warisan juga merupakan cara untuk mendorong partisipasi bisnis dalam investasi jangka panjang.
Stasiun BTS terintegrasi tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga mendukung manajemen perkotaan cerdas, mendukung sistem IoT, memantau keamanan, arus wisatawan, koordinasi lalu lintas, dan sebagainya. Sektor Sains dan Teknologi serta pemerintah daerah berkomitmen untuk bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi guna membangun stasiun BTS terintegrasi secara efektif, sinkron, dan berkelanjutan. Hal ini juga merupakan arah untuk menegaskan posisi Kota Hue sebagai kota cerdas, hijau, bersih, dan indah.
Sumber: https://huengaynay.vn/kinh-te/khoa-hoc-cong-nghe/huong-den-ha-tang-so-xanh-thong-minh-156583.html
Komentar (0)