Pelatih Nova Arianto ciptakan gelombang baru bagi pemuda Indonesia - Foto: BOLA
Dalam persiapan menghadapi turnamen pemuda paling bergengsi di dunia, yang akan berlangsung di Qatar pada November 2025, timnas U-17 Indonesia mengambil langkah ambisius. Baru-baru ini, pelatih kepala Nova Arianto mengumumkan daftar 34 pemain yang dipanggil untuk sesi latihan yang dijadwalkan berlangsung dari 7 hingga 10 Juli.
Yang paling istimewa dalam daftar ini adalah kemunculan 9 talenta muda baru kelahiran luar negeri yang saat ini tengah dibina di akademi-akademi sepak bola di Eropa.
Hal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk memperkuat tim nasional di semua tingkatan.
Menanggapi keputusan ini, pelatih Nova Arianto mengatakan kepada Bola : "Mereka semua adalah pemain baru kelahiran Indonesia. Saya ingin mempertimbangkan semua potensi para pemain ini sebelum memutuskan skuad resmi untuk berpartisipasi di putaran final Piala Dunia U-17."
9 "rising stars" naturalisasi dipanggil ke timnas U17 Indonesia - Foto: Seasia goal
Selain persiapan Piala Dunia, sepak bola muda Indonesia juga menerima kabar baik lainnya. Timnas U-17 Indonesia akan mendapatkan tiket khusus ke putaran final Kejuaraan AFC U-17 2026 tanpa harus mengikuti babak kualifikasi.
Bersama Indonesia, delapan tim lain juga telah memastikan tempatnya, yakni Uzbekistan, UEA, Arab Saudi, Korea Selatan, Korea Utara, Tajikistan, Jepang, dan Qatar (sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2025).
Pemanggilan sejumlah pemain Eropa dan keistimewaan mereka dalam mengikuti turnamen kontinental tersebut menunjukkan besarnya investasi dan ambisi Indonesia dalam meningkatkan taraf sepak bola usia muda, dengan tujuan mencetak generasi yang mampu bersaing di kancah internasional.
Daftar 9 pemain naturalisasi Indonesia yang dipanggil:
Feike Muller Latupeirissa (16 tahun, Klub Willem II Tilburg, Belanda): Bek tengah. Ia orang Indonesia.
Lionel De Troy (16 tahun, Klub Citta di Palermo AS, Italia): Gelandang serang. Ibunya orang Indonesia dan ayahnya orang Kamerun.
Eizar Jacob Tanjung (16 tahun, Sydney FC, Australia): Gelandang bertahan. Kedua orang tuanya orang Indonesia.
Floris De Pagter (16 tahun, SC Telstar Club, Belanda): Gelandang serang. Kakek-neneknya orang Indonesia.
Noha Pohan Simangunsong (15 tahun, Klub NAC Breda, Belanda): Gelandang serba bisa. Ayahnya orang Indonesia dan ibunya orang Finlandia.
Jona Giesselink (16 tahun, FC Emmen, Belanda): Gelandang (bertahan dan menyerang). Memiliki kakek-nenek berkebangsaan Indonesia.
Azadin Ayoub Hamane (16 tahun, Elverum FC, Norwegia): Posisi pemain sayap. Ibunya orang Indonesia (lahir di Norwegia), ayahnya orang Maroko.
Nicholas Indra Mjøsund (15 tahun, Rosenborg BK Club, Norwegia): Posisi pemain sayap. Ibunya orang Indonesia dan ayahnya orang Norwegia.
Deston Deandre Denzell Hoop (16 tahun, SC Telstar Club, Belanda): Posisi sayap kanan. Ia orang Indonesia.
Sumber: https://tuoitre.vn/indonesia-goi-9-cau-thu-nhap-tich-dau-u17-world-cup-2025-20250702160020558.htm
Komentar (0)