Berdasarkan realitas tersebut, Program Berita Kantor Berita dan Penyiaran Hanoi menyelenggarakan diskusi panel dengan tema "Museum: Ruang Pembelajaran Visual tentang Sejarah," yang disiarkan pada pukul 19.00 tanggal 7 Mei, bertujuan untuk mengkaji peran museum dalam pendidikan tradisional, menumbuhkan patriotisme, dan membentuk karakter generasi muda.

Seminar tersebut menghadirkan Ibu Pham Thi Mai Thuy, Kepala Departemen Pendidikan dan Komunikasi, Museum Sejarah Nasional, dan Bapak Pham Van Hoan, Kepala Sekolah Dasar Binh Minh, Hanoi . Para tamu membahas efektivitas membawa siswa ke museum melalui pengalaman langsung; bagaimana menceritakan kisah sejarah menggunakan artefak, ruang pameran, dan teknologi visual untuk membangkitkan minat siswa dalam belajar.

Program ini juga membahas situasi terkini di mana banyak museum di Hanoi menerima ratusan ribu pengunjung setiap tahun, namun tingkat partisipasi siswa masih di bawah harapan. Sementara itu, banyak siswa masih menganggap sejarah sebagai mata pelajaran yang sulit dan tidak menarik. Dari perspektif sekolah dan museum, seminar ini menganalisis penyebab situasi ini dan mengusulkan solusi untuk membuat sejarah lebih mudah diakses oleh generasi muda melalui metode pendidikan berbasis pengalaman, penerapan teknologi digital, dan penguatan hubungan antara sekolah dan lembaga budaya.
Melalui kisah nyata dan beragam perspektif dari para tamu, program ini membantu menegaskan bahwa museum bukan hanya tempat yang melestarikan kenangan nasional, tetapi juga "ruang kelas khusus," yang membuat sejarah menjadi hidup, penuh emosi, dan sangat relevan bagi generasi saat ini.
Sumber: https://hanoimoi.vn/khoi-day-tinh-yeu-lich-su-tu-khong-gian-bao-tang-748756.html







Komentar (0)