Pada pagi hari tanggal 1 Juli, Kepolisian Hanoi mengumumkan bahwa Departemen Keamanan Politik Dalam Negeri (PA03) Kepolisian Hanoi baru saja mengeluarkan keputusan untuk mendakwa kasus pengungkapan rahasia negara secara tidak sengaja untuk menyelidiki dan mengklarifikasi kasus kebocoran soal ujian kelulusan sekolah menengah atas yang terjadi di Hanoi pada tanggal 26 Juni.
Polisi bekerja dengan pelanggar
FOTO: CAHN
Sebelumnya, pers dan media sosial melaporkan adanya kecurigaan terkait kebocoran soal ujian matematika. Salah satunya, sebuah foto sebagian soal ujian diunggah di aplikasi pemecahan masalah matematika berbasis kecerdasan buatan (AI) sebelum ujian berakhir (pukul 14.30 hingga 16.00 pada 26 Juni).
Informasi ini membuat para kandidat dan orang tua mengungkapkan kekhawatiran dan kekhawatiran tentang keamanan kertas ujian serta keseriusan dan keseriusan ujian.
Departemen Keamanan Politik Dalam Negeri (A03) Kementerian Keamanan Publik telah memerintahkan Kepolisian Hanoi untuk segera memverifikasi dan mengklarifikasi insiden tersebut.
Melalui penyelidikan, Departemen Kepolisian Hanoi PA03 menetapkan bahwa kandidat NVK secara diam-diam membawa telepon seluler ke ruang ujian, mengambil foto sebagian ujian matematika, dan mengunggahnya ke aplikasi StudyX untuk menyelesaikan ujian, tetapi hanya dapat menyalin jawaban untuk 2 pertanyaan ujian.
Polisi Hanoi juga menetapkan bahwa NVK mengambil foto dan mengunggah soal ujian kimia dan fisika selama ujian pada tanggal 27 Juni.
Dalam penyelidikan lanjutan, Kepolisian PA03 Hanoi menemukan kandidat lain bernama LTMA yang diam-diam membawa ponsel ke ruang ujian untuk mengambil gambar soal ujian matematika, sejarah, dan bahasa Inggris, lalu menggunakan aplikasi AI Gemini di ponsel tersebut untuk menjawab soal-soal ujian. Panitia ujian menemukan pelanggaran tersebut, mencatat pelanggaran peraturan ujian, dan menangguhkan ujian.
Source: https://thanhnien.vn/khoi-to-vu-an-2-thi-sinh-dung-ai-giai-de-thi-tot-nghiep-thpt-185250701071054936.htm
Komentar (0)