Menurut Bapak Son, penyebabnya sebagian karena daerah lambat dalam memilih buku tahun ini, dan sebagian lagi karena beberapa daerah masih menunggu persetujuan harga.
Hingga saat ini, semua jenis buku telah disetujui oleh pemerintah daerah. Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah berkali-kali bekerja sama dengan Rumah Penerbitan Pendidikan untuk menyelesaikan kendala internal, sekaligus mengarahkan penyusunan rencana, terutama buku-buku dari tahun-tahun sebelumnya yang bukan buku baru, buku-buku untuk kelas lain, yang telah dicetak secara proaktif sebelumnya dan pada dasarnya telah rampung.
Tahun ajaran baru akan mengubah buku pelajaran untuk kelas 4, 8, dan 11.
Mengenai buku-buku untuk kelas 4, 8, dan 11, yang semuanya baru, Wakil Menteri Son menginformasikan bahwa hingga 2 Juni, lelang pencetakan hampir 80% buku telah dibuka, dan sekitar 20% masih menunggu laporan lengkap dari masing-masing daerah agar Dinas Penerbitan Pendidikan dapat merencanakan pencetakan. Pada bulan Juni, 80% akan dicetak dan pencetakan akan terus diselesaikan tepat waktu untuk tahun ajaran baru, dengan jumlah buku yang cukup untuk kelas 4, 8, dan 11. Dengan demikian, buku-buku untuk pendidikan umum akan mencukupi.
Terkait isu penyusunan buku teks dan kebijakan sosialisasi buku teks, Bapak Son menyampaikan bahwa penyusunan dan penerbitan buku teks merupakan kebijakan utama yang telah diusulkan dalam Resolusi Majelis Nasional No. 88 Tahun 2014. Majelis Nasional ke-14 juga telah mengeluarkan Resolusi No. 122 yang menyatakan bahwa dalam pelaksanaan penyusunan buku teks dengan metode sosialisasi, jika suatu mata pelajaran tertentu telah menyelesaikan minimal satu set buku teks yang telah dievaluasi dan disetujui, maka penyusunan buku teks yang menggunakan anggaran negara untuk mata pelajaran tersebut tidak akan dilaksanakan.
"Kali ini, semua tingkatan yang disetujui (tingkat 9/12) memiliki 3 set buku pelajaran. Kementerian Pendidikan dan Pelatihan akan secara ketat menerapkan Resolusi 122 Majelis Nasional. Dalam waktu dekat, Kementerian akan terus meninjau dan menyetujui 3 set buku pelajaran tingkat akhir untuk tingkatan 5, 9, dan 12 (peninjauan dan persetujuan akan dilakukan pada bulan Juni). Dengan demikian, saat ini belum ada arahan dari tingkat yang lebih tinggi kepada Kementerian Pendidikan dan Pelatihan untuk mengatur penyusunan buku pelajaran," ujar Wakil Menteri Son.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)