Salah satu hal terpenting untuk mencegah keracunan makanan selama liburan adalah menjaga kebersihan saat menyiapkan makanan. Juru masak perlu mencuci tangan sebelum, selama, dan setelah memasak, terutama saat menyiapkan sayuran mentah, menurut The Conversation (Australia).
Untuk mencegah risiko keracunan makanan, talenan dan pisau untuk memotong sayuran harus digunakan terpisah dari yang digunakan untuk memotong daging.
Ketelitian ini akan sangat mengurangi risiko keracunan makanan.
Selain itu, peralatan dapur seperti talenan, pisau, dan gunting harus digunakan secara terpisah untuk makanan mentah dan matang guna menghindari kontaminasi silang. Jika Anda menggunakan pisau yang baru saja digunakan untuk memotong daging untuk memotong sayuran, bakteri penyebab penyakit usus pada daging mentah akan mengontaminasi sayuran. Jika sayuran yang terkontaminasi tidak diolah dengan benar, dapat dengan mudah menyebabkan keracunan makanan.
Jika memungkinkan, makanan yang dimasak harus disimpan pada suhu 60 derajat Celsius atau lebih. Ini akan membantu membunuh bakteri yang tersisa.
Penyimpanan dan pengangkutan makanan juga berperan penting dalam mencegah keracunan makanan. Bakteri penyebab penyakit usus akan berkembang biak pada kisaran suhu 5 hingga 60 derajat Celcius. Oleh karena itu, jika disimpan di lemari es, suhunya harus di bawah 5 derajat Celcius. Untuk pengangkutan makanan, disarankan untuk menggunakan wadah berinsulasi agar makanan tetap panas pada suhu 60 derajat Celcius atau lebih tinggi.
Jika menyimpan makanan di lemari es, pisahkan daging mentah dan makanan laut dari makanan matang atau sayuran mentah.
Selain itu, jika menyimpan makanan di lemari es, daging mentah dan makanan laut harus dipisahkan dari makanan matang atau sayuran mentah. Hal ini akan mengurangi risiko kontaminasi silang secara signifikan.
Sangat penting juga untuk tidak mengonsumsi makanan kedaluwarsa. Oleh karena itu, konsumen perlu memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli, menyiapkan, atau mengonsumsi makanan apa pun.
Tak hanya itu, meskipun jarang, masih ada kasus makanan yang masih dalam masa kedaluwarsa tetapi rusak. Tanda-tanda makanan rusak adalah perubahan warna, tekstur, dan rasa. Jika Anda melihat kelainan ini, segera buang, menurut The Conversation.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)