(Dan Tri) - Tet adalah kesempatan bagi semua orang untuk kembali ke keluarga dan berkumpul menikmati hidangan hangat. Namun, bagi mahasiswa internasional yang mengejar impian mereka di negeri asing, Tet memiliki makna yang berbeda, baik yang akrab maupun yang jauh.
Kisah Ho Khanh Linh (lahir tahun 2004), Vu Bich Chi (lahir tahun 2001) dan Nguyen Ngoc Phuong Anh (lahir tahun 2004) bukan hanya kisah pribadi tiga gadis muda tetapi juga sentimen umum banyak pelajar Vietnam yang belajar di luar negeri dalam perjalanan mereka jauh dari rumah.
Nostalgia Tet tradisional di hati para ekspatriat
Sebagai kolaborator data dan AI di Complex Risk Analysis Foundation (CRAF'd) di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Vu Bich Chi selalu merindukan hari libur tradisional Tet keluarganya.
Bayangan pasar Tet yang ramai, kios-kios yang penuh warna, bunga aprikot dan persik yang bermekaran, kue dan selai yang harum, serta hidangan-hidangan khas neneknya—semuanya masih terekam jelas dalam ingatannya. Saat ia masih di kampung halamannya, semua itu seakan terulang setiap musim semi, tetapi baru setelah ia pergi, ia merasakan makna Tet sepenuhnya.
Vu Bich Chi bekerja di Complex Risk Analysis Foundation (CRAF'd) Perserikatan Bangsa-Bangsa (Foto: NVCC).
Meskipun tinggal di luar negeri, Chi selalu berusaha melestarikan semangat Tet dengan memperkenalkan keindahan budaya Vietnam kepada teman-teman internasionalnya. "Saya sering bercerita tentang makna amplop uang keberuntungan, tentang tradisi bertukar ucapan selamat di awal tahun. Hal-hal sederhana seperti itu membantu saya merasa lebih dekat dengan tanah air, sekaligus menyebarkan nilai-nilai budaya Vietnam kepada teman-teman di mana pun."
Bagi Ho Khanh Linh, seorang mahasiswa Amerika jurusan Kewirausahaan di Muma College of Business dan Ekonometrika di College of Arts and Science, Tet adalah kenangan yang tak terlupakan. Sudah tiga tahun sejak ia berkesempatan kembali ke Vietnam untuk berkumpul kembali dengan keluarganya dan menikmati makan malam Tahun Baru.
"Saat Tet, saya hanya bisa melakukan panggilan video ke rumah dan melihat semua orang berkumpul di meja makan, tak kuasa menahan air mata. Perasaan sedih dan rindu saat itu sulit diungkapkan," ungkapnya penuh emosi.
Nguyen Ngoc Phuong Anh memenangkan beasiswa senilai lebih dari 5 miliar VND dari 3 universitas Amerika (Foto: NVCC).
Nguyen Ngoc Phuong Anh, seorang siswi Vietnam yang memenangkan beasiswa senilai lebih dari 5 miliar VND dari 3 universitas Amerika, memilih untuk mengingat kembali cita rasa Tet di tanah airnya dengan membuat banh chung sendiri.
"Meskipun produk akhirnya tidak terlalu sempurna, saya tetap senang karena bisa mempertahankan sedikit suasana liburan tradisional," ungkapnya. Tak hanya itu, gadis 10x ini juga mencari ham Vietnam dan selai jahe di supermarket Asia, agar setiap rasa yang familiar dapat meredakan rasa rindunya.
Pengalaman Malam Tahun Baru yang Spesial
Meskipun tidak dapat sepenuhnya menikmati suasana Tet di rumah, Bich Chi tetap menemukan kegembiraan dalam pengalaman Tahun Baru yang unik di AS. Ia berkesempatan untuk menyelami suasana festival yang penuh warna dari berbagai budaya.
Karena ia memiliki teman dari berbagai negara, Chi dan yang lainnya sering menghitung mundur bersama beberapa kali sehari untuk menyambut tahun baru sesuai zona waktu masing-masing. "Setiap hitungan mundur adalah momen untuk terhubung, seolah-olah saya berbagi kegembiraan dengan keluarga dan teman-teman di seluruh dunia ," kenangnya.
Ho Khanh Linh mengambil jurusan Kewirausahaan di Muma College of Business dan Ekonometrika di College of Arts and Science di AS (Foto: NVCC).
Di Amerika Serikat, Tahun Baru selalu disambut dengan pertunjukan kembang api yang meriah, menciptakan suasana yang meriah. Namun, alih-alih hanya berpartisipasi dalam festival luar ruangan, Chi dan teman-temannya sering memilih untuk menyambut Tahun Baru dengan cara mereka sendiri - seperti memancing, mengadakan pesta kecil-kecilan, dan saling mengucapkan selamat.
"Meskipun setiap budaya memiliki cara berbeda dalam menyambut Tahun Baru, semua orang ingin memulai tahun dengan sukacita, harapan, dan hubungan yang erat dengan orang-orang terkasih. Itulah nilai inti Tet, di mana pun di dunia," ungkap Chi.
Meskipun terkadang ia merasa kesepian atau sedih saat merayakan Tet jauh dari rumah, Khanh Linh selalu mengingatkan dirinya sendiri dan berharap mahasiswa Vietnam yang belajar di luar negeri juga melakukan hal yang sama: "Ingatlah bahwa kalian pergi untuk melanjutkan studi, dan Tet selalu ada di sana, menunggu hari kepulangan kalian." Pikiran itulah yang menjadi motivasinya untuk berusaha sebaik mungkin belajar dan bekerja, berharap segera lulus dan pulang ke rumah untuk berkumpul kembali dengan keluarganya.
Tahun Ular telah tiba. Semoga setiap mahasiswa internasional, di mana pun mereka berada di dunia, bagaimana pun mereka merayakan Tet, akan tetap menemukan kehangatan dalam hal-hal kecil: panggilan telepon ke rumah, makan bersama teman, atau sekadar mengheningkan cipta untuk mengenang tanah air mereka.
Semoga tahun baru membawa kesehatan, kebahagiaan, dan peluang baru bagi Anda semua. Apa pun tantangan yang menghadang, tetaplah kuat dan percaya diri, karena di rumah, keluarga dan orang-orang terkasih selalu menanti dan menunggu hari reuni.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/tet-xa-que-noi-nho-va-trai-nghiem-thu-vi-cua-nu-du-hoc-sinh-viet-20250130192600935.htm
Komentar (0)