Angimex (AGM) mengusulkan kepada pemegang saham untuk menggunakan 120,5 miliar dari Dana Investasi Pembangunan untuk mengkompensasi laba yang belum dibagikan setelah pajak.
Perusahaan Saham Gabungan Impor-Ekspor An Giang - Angimex (kode HoSE: AGM) menghadapi kesulitan besar dalam kegiatan produksi dan bisnis sejak ketuanya, Do Thanh Nhan, ditangkap atas tuduhan manipulasi saham. Salah satu masalah yang dihadapi Angimex adalah ketidakmampuan membayar obligasi yang jatuh tempo.
Selain itu, penurunan bisnis telah menyebabkan Angimex mencatat akumulasi laba bersih setelah pajak yang belum dibagikan sebesar VND 125,4 miliar pada akhir kuartal kedua tahun 2023.
Angimex (AGM) berencana meminta pemegang saham untuk menggunakan 120 miliar dari Dana Investasi Pembangunan untuk mengimbangi kerugian pasca pajak yang belum dibagikan (Foto TL)
Untuk mengatasi situasi ini, Perusahaan Saham Gabungan Impor-Ekspor An Giang baru saja mengumumkan rencana penggunaan dana investasi pembangunan (saat ini sebesar VND 120,5 miliar) untuk mengkompensasi laba bersih setelah pajak yang belum dibagikan per 31 Desember 2022. Rencana tersebut akan disampaikan dan dikonsultasikan kepada para pemegang saham Angimex pada rapat umum pemegang saham luar biasa yang dijadwalkan pada bulan Oktober 2023.
Pada rapat umum pemegang saham luar biasa ini pula, Angimex juga meminta pendapat para pemegang saham terkait rencana penerbitan saham kepada investor strategis guna menambah modal bagi operasional bisnis.
Laba AGM yang belum dibagikan setelah pajak adalah negatif sebesar VND 125,4 miliar pada laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk paruh pertama tahun 2023, yang menyebabkan saham AGM ditetapkan dalam status peringatan oleh HoSE.
Selain itu, kode AGM juga akan ditangguhkan perdagangannya mulai 18 September 2023. Sebelum informasi ini dirilis, saham AGM juga telah turun secara terus-menerus selama 5 sesi perdagangan dari VND 8.370/saham menjadi hanya VND 6.280/saham, yang memaksa Angimex untuk mengeluarkan penjelasan tertulis mengenai situasi tersebut.
Angimex terus menunda pembayaran bunga untuk 2 lot obligasi pada paruh pertama tahun 2023
Situasi pembayaran bunga obligasi Angimex ini memang membuat banyak pemegang saham dan mitra perseroan merasa khawatir, sebab pada semester pertama tahun 2023 saja, Angimex telah menunda pembayaran bunga untuk 2 lot obligasi.
Secara spesifik, perusahaan telah terlambat membayar bunga atas obligasi berkode AGMH2123001 yang diterbitkan pada 9 November 2021 dengan nilai nominal VND 350 miliar dan berjangka waktu 2 tahun. Perusahaan telah terlambat membayar bunga sebanyak dua kali, yaitu pada bulan Februari dan Mei 2023, dengan jumlah bunga yang harus dibayarkan sebesar VND 6,2 miliar.
Obligasi kedua dengan kode AGMH2223001 diterbitkan pada 14 Maret 2022 dengan nilai VND 300 miliar dan berjangka waktu 18 bulan. Perusahaan telah membeli kembali sebagian obligasi dan sisanya senilai VND 210 miliar. Tanggal pembayaran bunga adalah 14 Juni 2023, tetapi perusahaan belum memenuhi kewajiban pembayarannya.
Terkait situasi bisnis dalam 6 bulan pertama tahun ini, Angimex mencatat kerugian sebesar 57,7 miliar VND, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya merugi 6,2 miliar VND. Kerugian tersebut menggerus total laba bersih Angimex, sehingga unit ini mencatat kerugian bersih sebesar 125,4 miliar VND.
Pada akhir kuartal kedua tahun 2023, total utang Angimex mencapai VND 1.150,9 miliar, 3,6 kali lebih tinggi dari ekuitasnya. Dari jumlah tersebut, utang jangka pendek mencapai VND 541,6 miliar, dan utang jangka panjang mencapai VND 609,3 miliar.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)