Pesawat luar angkasa X-37B milik militer AS yang sangat rahasia telah mulai menguji pengereman aerodinamis canggih untuk mengubah lintasannya.
Menurut Newsweek , pesawat X-37B telah mengorbit dalam orbit elips rahasia selama 10 bulan sejak diluncurkan pada misi ke-7 di roket Falcon Heavy milik SpaceX (USA) pada akhir Desember 2023.
Simulasi pengereman aerodinamis pesawat X-37B akibat hambatan atmosfer bumi
Pada 7 November, X-37B melakukan manuver pengereman aerodinamis. Serangkaian manuver pengereman aerodinamis ini akan memanfaatkan hambatan dari atmosfer Bumi, membantu menurunkan orbit X-37B dengan konsumsi bahan bakar minimal, menurut Angkatan Luar Angkasa AS.
"Saat kami melakukan aerobraking, kami memanfaatkan hambatan atmosfer untuk secara efektif menurunkan puncak kendaraan secara bergelombang hingga mencapai lintasan yang diinginkan. Dengan demikian, kami menghemat banyak propelan, dan itulah mengapa aerobraking penting," jelas insinyur Boeing, John Ealy.
X-37B adalah pesawat ruang angkasa nirawak yang dikembangkan oleh Boeing untuk Departemen Pertahanan AS. Dengan panjang 8,9 m dan lebar sayap 4,55 m, X-37B mampu terbang di orbit Bumi rendah, antara 240 dan 800 km di atas permukaan tanah, dengan kecepatan sekitar 28.200 km/jam. Menurut Newsweek , aktivitas ini membantu memposisikan pesawat ruang angkasa secara tepat untuk menangani beberapa rakitan modul dengan aman di orbit Bumi.
Menteri Angkatan Udara AS, Frank Kendall, memuji teknologi ini sebagai inovasi yang inovatif. Panglima Angkatan Luar Angkasa AS, Jenderal Chance Saltzman, menyebut latihan ini sebagai tonggak penting bagi kemampuan luar angkasa negaranya.
Kepala Grup Sistem Uji Boeing, Holly Murphy mengatakan pencapaian X-37B terus mendorong batasan kemampuan ruang angkasa AS, mengurangi risiko, dan menginformasikan arsitektur ruang angkasa masa depan.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/may-bay-vu-tru-toi-mat-cua-my-dien-tap-nang-cao-tren-quy-dao-185241108170711879.htm
Komentar (0)