Komite Rakyat Provinsi baru saja mengeluarkan rencana inspeksi umum, meluncurkan kampanye puncak untuk memobilisasi seluruh penduduk agar menyerah dan melawan kejahatan serta pelanggaran hukum terkait senjata, bahan peledak, dan alat pendukungnya (VK, VLN, CCHT). Periode pelaksanaannya adalah dari 15 April hingga 30 Juni 2024.
Pelaksanaan masa puncak bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan negara terhadap senjata, bahan peledak, dan bahan peledak; meningkatkan kewaspadaan dan tanggung jawab instansi, organisasi, dan masyarakat dalam mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan dan penggunaan senjata, bahan peledak, dan bahan peledak; mengamankan secara tuntas senjata, bahan peledak, dan bahan peledak yang masih beredar di masyarakat, tidak memberikan ruang bagi oknum pelaku kejahatan untuk memanfaatkannya guna menimbulkan rasa aman dan ketertiban, sehingga berdampak pada kegiatan peringatan Hari Kemenangan Dien Bien Phu.

Sehubungan dengan itu, pokok-pokok isi masa puncak antara lain: Memperkuat propaganda, diseminasi, dan implementasi Undang-Undang tentang Pengelolaan dan Penggunaan Senjata, Bahan Peledak, dan Bahan Kimia serta dokumen pedoman implementasinya, dalam rangka meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab instansi, organisasi, dan masyarakat dalam mematuhi ketentuan undang-undang; meluncurkan masa puncak untuk memobilisasi masyarakat guna menyerahkan dan mencegah serta memberantas pelanggaran senjata, bahan peledak, dan produk kimia di seluruh desa dan dusun; mengorganisasikan ringkasan dan penilaian situasi untuk segera memberi saran kepada Komite Rakyat Provinsi tentang solusi dan praktik yang baik, dalam rangka meningkatkan efektivitas manajemen dan pencegahan serta pemberantasan kejahatan dan pelanggaran undang-undang tentang senjata, bahan peledak, dan produk kimia.
Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, Ketua Komite Rakyat Provinsi menugaskan:
Komite Rakyat distrik, kotamadya, dan kota: Mengarahkan departemen, lembaga, serikat pekerja, dan Komite Rakyat komune, kecamatan, dan kotamadya untuk secara serius dan efektif melaksanakan upaya memobilisasi seluruh penduduk untuk menyerahkan dan memerangi kejahatan dan pelanggaran hukum terkait senjata, bahan peledak, dan bahan peledak; mengorganisir propaganda, mobilisasi, dan pengumpulan senjata, bahan peledak, dan bahan peledak melalui sistem pengeras suara akar rumput. Mengarahkan Komite Rakyat komune, kecamatan, dan kotamadya untuk mendirikan titik-titik penerimaan senjata, bahan peledak, dan bahan peledak, serta menempatkan staf tetap di setiap titik yang sesuai agar masyarakat dapat menyerahkan dengan cepat dan mudah, atau melaporkan tindakan terkait. Melakukan emulasi yang baik dan memberi penghargaan kepada kelompok dan individu yang berkinerja efektif, mengkritik kelompok dan individu yang kurang bertanggung jawab dan tidak menyelesaikan tugas mereka...
Kepolisian Daerah: Memimpin dalam pemantauan, pembinaan, pemeriksaan, dan desakan kepada satuan dan daerah untuk secara efektif melaksanakan kegiatan propaganda dan mobilisasi guna memobilisasi seluruh masyarakat untuk menyerahkan dan melawan kejahatan dan pelanggaran hukum terkait senjata, bahan peledak, dan bahan peledak; berkoordinasi dengan Dinas Informasi dan Komunikasi serta departemen dan instansi terkait untuk mendorong kegiatan propaganda dan mobilisasi; mengatur penerimaan, penyimpanan, klasifikasi, likuidasi, dan pemusnahan senjata, bahan peledak, dan bahan peledak sesuai ketentuan; memperkuat pengawasan dan pembinaan bagi instansi, organisasi, dan perusahaan; menangani pelanggaran terkait senjata, bahan peledak, dan bahan peledak secara tegas. Mengerahkan kekuatan, serentak menggelar langkah-langkah profesional, meluncurkan periode puncak untuk memobilisasi seluruh masyarakat agar menyerahkan dan melawan kejahatan dan pelanggaran hukum terkait senjata, bahan peledak, dan bahan peledak...

Komando Daerah Militer : Memimpin instansi dan satuan di lingkungan TNI daerah untuk menyelenggarakan pemeriksaan dan peninjauan terhadap senjata api, bahan peledak, dan perlengkapan tempur yang dimiliki; melakukan koordinasi secara erat dengan satuan-satuan militer yang bertugas di daerah untuk mengawasi senjata api secara ketat, tidak membiarkan pelaku kejahatan menggunakannya untuk melakukan tindak pidana; melaksanakan pencegahan dan penanggulangan kejahatan, serta pelanggaran hukum terhadap senjata api, bahan peledak, dan perlengkapan tempur sesuai kewenangannya.
Komando Perbatasan Provinsi: Memimpin dan berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah, melakukan sosialisasi dan mobilisasi secara efektif kepada masyarakat untuk menyerahkan senjata api, bahan peledak, dan bahan peledak di wilayah perbatasan; mengatur titik-titik penerimaan senjata api, bahan peledak, dan bahan peledak di pos-pos perbatasan; mengarahkan instansi terkait dan pos-pos perbatasan untuk memperkuat pengelolaan persenjataan, bahan peledak, dan bahan peledak; melaksanakan tindakan profesional secara terpadu dan proaktif memberantas tindak pidana dan pelanggaran hukum terkait senjata api, bahan peledak, dan bahan peledak di wilayah perbatasan.
Selain itu, Panitia Rakyat Daerah juga memberikan tugas khusus kepada Dinas, Cabang, dan Unit terkait sesuai dengan fungsi dan tugasnya, agar pelaksanaan masa puncak dapat berjalan efektif.
Sumber
Komentar (0)