
Model budidaya cacing kalsium sedang diterapkan oleh banyak rumah tangga di Xuan Quang. Teknik budidayanya sederhana, dan biaya investasi awalnya rendah. Cacing kalsium merupakan sumber makanan yang kaya protein dan kalsium, membantu unggas tumbuh cepat, sehat, dan mengurangi ketergantungan pada pakan industri.

Bapak Then Van Trong, warga Desa Coc Tun 2 mengatakan, dirinya sudah tiga tahun terakhir menggunakan kotak-kotak busa bekas untuk membesarkan cacing kalsium.
“Membesarkan cacing kalsium sangat mudah. Pemberian pakannya juga mudah. Anda bisa memanfaatkan sisa makanan dan kotoran ternak. 10 gram telur cacing menghasilkan 20 kg cacing siap panen,” ujar Bapak Trong.
Berkat penambahan kalsium ke dalam pakan, ayam Pak Trong tumbuh lebih baik, memiliki daya tahan tubuh yang lebih tinggi, dan biaya pakan industri yang jauh lebih rendah. Pendapatan pun meningkat.
Tuan Tai A Lai, dari desa yang sama, juga merupakan rumah tangga pelopor yang berpartisipasi dalam model tersebut.
Sebelumnya, ketika saya memberi ayam petelur jagung yang dicampur dedak padi, tingkat bertelurnya hanya sekitar 50%. Setelah saya memberi mereka cacing kalsium, tingkat bertelurnya meningkat menjadi 70%. Pendapatan dari penjualan telur lebih jelas.


Proses budidaya cacing kalsium tidak membutuhkan teknologi tinggi. Orang-orang hanya membutuhkan kotak busa, ember plastik, dan pot untuk mengerami dan membesarkan cacing. Telur larva yang dierami selama kurang lebih dua minggu akan berkembang menjadi cacing dewasa, dan produksinya akan meningkat pesat.
Sumber makanan cacing mudah didapat, seperti kotoran ternak, sisa jagung, dedak, dan limbah sayuran. Hal ini tidak hanya membantu menghemat biaya tetapi juga mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan. Cacing kalsium memiliki kemampuan untuk memproses limbah organik dengan cepat, mengurangi bau, dan membatasi polusi. Hal ini dianggap sebagai langkah penting untuk mengatasi masalah lingkungan dalam peternakan skala kecil di daerah pedesaan.
Saat ini, Komune Xuan Quang sedang aktif mengembangkan model tersebut. Dari 20 rumah tangga awal yang berpartisipasi dalam uji coba, Komune Xuan Quang terus mendukung banyak rumah tangga baru. Warga dilatih dan dibimbing dalam berbagai teknik, mulai dari inkubasi bibit, perawatan, panen, hingga pengawetan.
Menurut para ahli pertanian , budidaya cacing kalsium merupakan solusi untuk mendorong pertanian sirkular. Sumber makanan yang kaya protein dan kalsium membantu ternak tumbuh subur, mengurangi ketergantungan pada pakan industri. Pada saat yang sama, limbah ternak diolah secara bersih, sehingga mengurangi polusi tanah, air, dan udara. Cacing kalsium juga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi pakan ternak industri, bio-oil, dan pupuk organik. Jika dikembangkan dalam skala besar, model ini dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja lokal dan memperluas pasar melalui koperasi dan kelompok koperasi.
Kepala komune Xuan Quang mengatakan bahwa daerah tersebut bertujuan untuk membangun area produksi kalsium khusus yang dikombinasikan dengan peternakan unggas skala besar. Tujuannya adalah untuk secara proaktif mendapatkan pakan ternak lokal, meningkatkan nilai industri peternakan, memastikan pendapatan yang stabil bagi para peternak, dan melindungi lingkungan pedesaan.
Model budidaya cacing kalsium tidak hanya membawa efisiensi ekonomi bagi masyarakat tetapi juga sesuai dengan orientasi pembangunan pertanian bersih, sirkular dan berkelanjutan di periode baru.
Sumber: https://baolaocai.vn/mo-hinh-nuoi-sau-canxi-o-xuan-quang-post648458.html
Komentar (0)