Situs web kecantikan internasional International Poll melaporkan bahwa pada 24 Agustus, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (KemenPPPA) mengirimkan dokumen kepada panitia penyelenggara Miss Universe Indonesia 2023, yang berisi permintaan untuk tidak mengirimkan perwakilannya menghadiri Miss Universe 2023.
Alasannya karena unit ini sedang dalam proses investigasi skandal pelecehan seksual.
Fabienne Nicole Groneveld dinobatkan sebagai Miss Universe Indonesia 2023 pada malam 3 Agustus.
Demi menghormati proses hukum yang sedang berjalan, KemenPPPA meminta kepada panitia penyelenggara untuk tidak mengirimkan perwakilan Indonesia pada ajang Miss Universe 2023.
Hal ini didasarkan pada asas persamaan bagi setiap orang, tanpa terkecuali, semua wajib menjunjung tinggi hukum," demikian bunyi dokumen KemenPPPA.
Artinya, Miss Universe Indonesia baru Fabienne Nicole Groneveld mungkin kehilangan kesempatannya untuk berkompetisi di tingkat internasional karena skandal kontes tersebut.
Tak hanya itu, Fabienne Nicole Groneveld juga menghadapi kritik publik karena saat kontestan lain bersuara tentang pelecehan seksual yang dialaminya, ia tetap diam, tidak menunjukkan dukungan, dan hanya bersuara ketika ditekan oleh penggemar.
Secara khusus, pada tanggal 16 Agustus, ratu kecantikan itu berbagi di halaman pribadinya: "Anda mungkin memperhatikan bahwa saya tidak aktif di jejaring sosial akhir-akhir ini, tetapi itu tidak berarti saya diam dalam kehidupan nyata.
Saya sangat prihatin dengan berbagai tuduhan seputar kompetisi tersebut dan telah meluangkan waktu untuk menyelidiki cerita tersebut.
Saya mengimbau semua orang untuk bersabar dan menahan diri. Indonesia bangga memiliki sistem peradilan yang kuat dan menjunjung tinggi keadilan. Mari kita percaya dan biarkan hukum menjalankan tugasnya.
Foto harian Miss Universe Indonesia 2023.
Sebelumnya, Jakarta Globe memberitakan, pada 7 Agustus (waktu setempat), seorang kontestan Miss Universe Indonesia 2023 beserta kuasa hukumnya mendatangi kantor polisi untuk melaporkan bahwa dirinya dan sejumlah wanita cantik lainnya mengalami pelecehan seksual saat mengikuti kontes tersebut.
"Kami yakin ini merupakan penghinaan terhadap martabat perempuan, terutama body check di hadapan lawan jenis," kata Mellisa Anggraeni, pengacara kontestan tersebut.
Pengacara tersebut menegaskan bahwa terdapat banyak bukti, mulai dari dokumen hingga foto dan video terkait insiden tersebut. Gugatan tersebut secara khusus menuduh Capella Swastika Karya (juga dikenal sebagai Poppy Capella) - direktur nasional kontes Miss Universe Indonesia dan juga direktur nasional Miss Universe Malaysia.
Pada tanggal 12 Agustus, penyelenggara Miss Universe mengumumkan akan menghentikan kerja sama dengan penyelenggara Miss Universe Indonesia.
"Miss Universe telah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan pemegang hak cipta di Indonesia sekaligus direktur nasional kontes tersebut, Ibu Poppy Capella," tulis situs web Miss Universe.
Miss Universe Indonesia 2023 adalah musim pertama yang diselenggarakan oleh PT Capella. Sebelumnya, Puteri Indonesia memegang hak cipta Miss Universe di Indonesia selama lebih dari 20 tahun.
Namun, setelah miliarder transgender Anne Jakapong Jakrajutatip melelang hak cipta kontes Miss Universe di berbagai negara, Puteri Indonesia bersedia membayar 10 kali lipat tetapi tetap kehilangan kesempatan.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)