
Pada tanggal 26 Mei, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengumumkan bahwa gelombang panas yang berkepanjangan dan intens di wilayah yang luas memberikan tekanan pada sistem tenaga listrik nasional karena permintaan listrik telah melonjak. Menurut laporan pada tanggal 26 Mei, sejak awal April hingga sekarang, terutama selama periode 23 hingga 27 Mei, permintaan listrik nasional terus mencapai tingkat puncak baru.
Menurut data dari Perusahaan Operasi Pasar Listrik dan Sistem Tenaga Nasional (NSMO), pada tanggal 25 Mei, kapasitas beban nasional mencapai rekor tertinggi sebesar 57.120 MW, meningkat 13,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Konsumsi listrik mencapai 1,171 miliar kWh, meningkat 11,8%. Wilayah Utara mencatat peningkatan yang lebih tinggi lagi, dengan kapasitas beban mencapai 29.667 MW, naik 26,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Konsumsi listrik mencapai 603 juta kWh, meningkat 20,2%.
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mencatat bahwa gelombang panas yang berkepanjangan telah menyebabkan peningkatan tajam permintaan listrik, sementara kekeringan telah memengaruhi permukaan air di waduk pembangkit listrik tenaga air. Lembaga tersebut menyatakan bahwa sistem tenaga listrik menghadapi tekanan operasional yang signifikan, terutama selama jam-jam puncak malam hari dari pukul 20.00 hingga 23.00.
Untuk menjamin pasokan listrik, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan telah mengarahkan NSMO dan unit-unit lainnya untuk menerapkan sejumlah solusi untuk mengoperasikan sistem tenaga listrik selama musim puncak tahun 2026.
Oleh karena itu, sektor energi sedang mendesak untuk memperbaiki dan memelihara jaringan transmisi; meningkatkan kapasitas beberapa gardu induk untuk melayani pasokan listrik ke wilayah Utara; menyesuaikan metode pengoperasian pembangkit listrik tenaga air untuk memprioritaskan pembangkitan listrik selama jam-jam puncak; memaksimalkan mobilisasi pembangkit listrik tenaga termal berbahan bakar batubara yang tersedia; dan secara fleksibel memanfaatkan sumber gas domestik, LNG, dan minyak untuk pembangkitan listrik.
NSMO juga mengusulkan penyesuaian jam puncak pada Juni 2026 agar sesuai dengan karakteristik beban musim panas, dengan fokus pada pengaturan permintaan listrik antara pukul 17.30 dan 22.30.
Mengingat gelombang panas ekstrem yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026 akibat El Nino, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menyarankan masyarakat untuk menggunakan listrik secara hemat dan efisien, terutama pada jam 13.00 hingga 16.00 dan jam 20.00 hingga 23.00 pada hari-hari dengan suhu panas ekstrem di wilayah Utara.
Sementara itu, pada sore hari tanggal 26 Mei, Pusat Prakiraan Meteorologi dan Hidrologi Nasional melaporkan bahwa wilayah utara, dari Thanh Hoa hingga Kota Hue, dan wilayah pesisir tengah selatan masih mengalami gelombang panas yang intens, dengan beberapa daerah mengalami gelombang panas yang luar biasa parah.
Pada pukul 1 siang tanggal 26 Mei, suhu di banyak tempat melebihi 39 derajat Celcius. Beberapa lokasi mencatat suhu yang sangat tinggi, seperti Lang ( Hanoi ) dengan suhu 40 derajat Celcius, Do Luong (Nghe An) dengan suhu 39,9 derajat Celcius, dan Dong Hoi (Quang Tri) dengan suhu 39,2 derajat Celcius.

Menurut prakiraan meteorologi, pada tanggal 27 Mei, wilayah Delta Utara, provinsi Phu Tho, dan daerah dari Thanh Hoa hingga Kota Hue akan terus mengalami panas yang intens dan luar biasa intens dengan suhu umumnya berkisar antara 38-40 derajat Celcius, dan melebihi 40 derajat Celcius di beberapa tempat.
Pada tanggal 28 Mei, gelombang panas di Vietnam Utara mulai mereda, tetapi banyak daerah masih mempertahankan suhu 35-37 derajat Celcius. Daerah dari Thanh Hoa hingga Kota Hue terus mengalami panas yang intens dengan suhu umumnya berkisar antara 37-39 derajat Celcius.
Menurut prakiraan dari para ahli meteorologi di Pusat Prakiraan Meteorologi dan Hidrologi Nasional, gelombang panas yang meluas di Vietnam Utara akan berakhir mulai 29 Mei. Gelombang panas di Vietnam Tengah akan berangsur-angsur mereda.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/nang-nong-bao-trum-tieu-thu-dien-tang-vot-post854515.html








Komentar (0)