Dalam wawancara dengan NBC News yang disiarkan pada 10 Desember, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan bahwa negaranya telah melakukan penerbangan untuk membawa Presiden Bashar al-Assad keluar dari Suriah.
"Keselamatannya terjamin, dan ini membuktikan bahwa Rusia bertindak sebagaimana mestinya dalam situasi luar biasa," ujar Wakil Menteri Ryabkov kepada NBC News.
Pejabat Rusia mengatakan penerbangan itu dilakukan dengan keamanan yang sangat ketat, tetapi menolak memberikan rincian tentang apa yang terjadi.
Apa masa depan pangkalan militer Rusia di Suriah?
Ketika ditanya apakah Rusia akan menyerahkan Bashar al-Assad untuk diadili, Ryabkov berkata: "Rusia bukan pihak dalam konvensi pembentukan Mahkamah Pidana Internasional (ICC)."
Kremlin mengonfirmasi pada tanggal 9 Desember bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah memutuskan untuk memberikan suaka di Rusia kepada Tn. Assad, tetapi tidak mengungkapkan keberadaan mantan pemimpin Suriah dan keluarganya.
Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam pertemuan di Kremlin, Moskow, pada 24 Juli.
Dalam perkembangan lain, Wakil Menteri Ryabkov mengatakan Rusia pastinya mempertimbangkan pertukaran tahanan lainnya, serupa dengan yang terjadi pada bulan Agustus yang melibatkan jurnalis Wall Street Journal Evan Gershkovich dan mantan Marinir AS Paul Whelan.
Kesepakatan baru akan menandai langkah maju yang positif, terutama pada awal pemerintahan baru AS, menurut Tn. Ryabkov.
Moskow telah mendukung Suriah sejak awal Perang Dingin, mengakui deklarasi kemerdekaan negara itu pada tahun 1944 ketika Damaskus mengakhiri kekuasaan kolonial Prancis.
Pada tanggal 10 Desember, oposisi mengumumkan keputusannya untuk mencalonkan Tn. Mohammad al-Bashir sebagai pemimpin pemerintahan sementara Suriah.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/nga-bao-dam-an-ninh-toi-da-cho-chuyen-bay-cho-cuu-tong-thong-syria-assad-185241211092956913.htm
Komentar (0)