Rusia menjadi negara pertama di dunia yang membangun sistem pemantauan berbasis ruang angkasa untuk wilayah Arktik setelah komisi negara menyetujui peluncuran satelit Arktika-M kedua.

Roket Soyuz lepas landas dari landasan peluncuran di Baikonur membawa satelit Arktika-M.
Mengutip pernyataan dari Badan Antariksa Federal Rusia (Roscosmos), Sputnik melaporkan bahwa dalam pencapaian teknologi yang inovatif, Rusia telah mengumumkan pengembangan sistem hidrometeorologi berbasis ruang angkasa yang akan memungkinkan pengamatan berkelanjutan wilayah Arktik.
"Hari ini, 27 April 2024, Komisi Negara untuk Uji Terbang Kompleks Antariksa untuk Tujuan Sosial-Ekonomi , Ilmiah, dan Komersial meninjau hasil uji terbang sistem antariksa hidrometeorologi elips Arktika-M dengan wahana antariksa Arktika-M No. 2. Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, komisi memutuskan untuk menyelesaikan pengujian dengan komisioning wahana antariksa Arktika-M No. 2," demikian pernyataan Roscosmos pada 27 April.
Sebelumnya, pada akhir tahun 2023, menurut kantor berita TASS, satelit meteorologi Arktika-M kedua Rusia yang diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur oleh roket Soyuz-2.1b berhasil ditempatkan ke orbit yang ditentukan dengan sistem propulsi Fregat.
Roket Soyuz-2.1b yang membawa satelit Arktika-M kedua diluncurkan pukul 12.18 siang, 16 Desember 2023, waktu Moskow. Sekitar 9 menit setelah peluncuran, sistem pendorong Fregat di tahap atas terpisah dari tahap ketiga roket yang membawa satelit.
Satelit cuaca adalah jenis satelit buatan yang utamanya digunakan untuk memantau cuaca dan iklim di Bumi. Satelit cuaca tidak hanya dapat mengamati awan, tetapi juga cahaya, kebakaran, polusi udara, aurora, pasir dan badai pasir, area bersalju, es, arus laut, dan sebagainya.
Sistem Pemantauan Antariksa Satelit Iklim dan Hidrometeorologi Arktika dirancang untuk memantau iklim dan lingkungan di wilayah Arktik. Sistem ini membutuhkan setidaknya dua satelit agar dapat beroperasi secara efektif.
Sumber
Komentar (0)