Direktorat Jenderal Bea dan Cukai baru saja menerbitkan Surat Edaran Nomor 5269/CT-TCHQ tanggal 30 Oktober 2024 tentang Penguatan Disiplin dan Tata Tertib Administrasi dalam Pelaksanaan Tugas Kepabeanan, guna mendukung terwujudnya iklim kerja yang profesional, beradab, dan modern di lingkungan kepabeanan.

Arahan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa, dalam beberapa tahun terakhir, implementasi arahan Partai, Negara, dan Kementerian Keuangan tentang peningkatan disiplin, disiplin administrasi, etika publik, dan budaya kantor telah membuahkan hasil positif. Para pejabat bea cukai telah menunjukkan perubahan dalam kesadaran dan tanggung jawab atas pekerjaan mereka, yang berkontribusi pada peningkatan prestise dan citra sektor ini di mata masyarakat. Namun, dalam proses pelaksanaan tugasnya, masih terdapat keterbatasan dan pelanggaran di beberapa tempat dan waktu, yang memengaruhi efektivitas pengelolaan kepabeanan oleh negara.
Menghadapi kenyataan itu, Departemen Umum Bea Cukai memutuskan untuk menerbitkan Directive 5269/CT-TCHQ untuk mengatasi keterbatasan tersebut, dan sekaligus mewajibkan unit-unit di bawah dan langsung di bawah Departemen Jenderal Bea Cukai untuk secara tegas melaksanakan isi disiplin administratif, melaksanakan pekerjaan profesional dan teknis, mempraktikkan penghematan dan memperkuat koordinasi antara unit-unit di dalam dan luar industri.
Oleh karena itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai meminta unit-unit kerja untuk menyebarluaskan dan memahami secara menyeluruh resolusi, arahan, dan peraturan Partai, Negara, Kementerian Keuangan, dan Departemen Bea dan Cukai tentang disiplin, disiplin administrasi, dan etika publik, guna meningkatkan kesadaran, tanggung jawab, dan semangat disiplin diri dalam menjalankan etika publik pegawai negeri sipil. Para pimpinan unit kerja perlu meninjau dan menyempurnakan peraturan kerja untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan praktis, menghindari stagnasi dan kurangnya tanggung jawab.
Selain itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai juga meminta unit-unit kerja untuk meningkatkan kualitas manajemen, pemeriksaan, dan pengawasan pegawai negeri sipil, terutama untuk departemen dan jabatan yang sensitif dan penting. Penanganan pelanggaran harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, tanpa area terlarang atau pengecualian. Tanggung jawab kepala dan wakil kepala juga akan dipertimbangkan jika terjadi pelanggaran, terutama untuk unit kerja yang banyak melakukan pelanggaran atau tidak proaktif mengatasi kekurangan dan keterbatasan.
Terkait pekerjaan profesional, Direktur Jenderal Bea dan Cukai mewajibkan unit-unit kerja untuk taat pada program kerja utama, melaksanakan tugas yang diberikan secara penuh dan tepat waktu. Pegawai Negeri Sipil wajib mematuhi proses dan prosedur profesional secara ketat, memastikan keakuratan, ketepatan waktu, dan efisiensi. Melarang keras tindakan penyalahgunaan wewenang untuk menimbulkan kesulitan bagi masyarakat dan badan usaha atau secara melawan hukum mengganggu proses profesional. Pimpinan unit kerja wajib bertanggung jawab untuk melakukan inspeksi dan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan, etika profesi, serta memberantas praktik negatif dan korupsi di kalangan pegawai negeri sipil.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai juga menekankan perlunya pembinaan, pelatihan, dan peningkatan kualifikasi profesional pegawai negeri sipil, terutama dalam konteks teknologi informasi yang semakin berperan penting dalam pekerjaan profesional. Pegawai negeri sipil harus secara proaktif meneliti, memperbarui pengetahuan profesionalnya, dan berpartisipasi penuh dalam pelatihan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi.
Untuk manajemen Terkait aset publik, Direktur Jenderal Bea dan Cukai meminta unit-unit terkait untuk memastikan pemanfaatan aset dan peralatan khusus secara tepat dan efektif. Pemeliharaan dan perawatan berkala perlu diperhatikan untuk memperpanjang umur aset publik, menghindari pemborosan atau pemanfaatan yang kurang optimal. Segala bentuk penyalahgunaan aset publik yang mengakibatkan pemborosan akan ditindak tegas.
Terkait koordinasi antar unit di dalam dan luar industri, Dirjen Bea Cukai meminta agar ditingkatkan fleksibilitas dan kelancaran dalam bekerja. prosedur administratif harus ditinjau untuk menghilangkan proses yang tidak tepat yang menghambat koordinasi. Khususnya, pertukaran informasi dan data antar unit harus dilakukan dengan cepat, akurat, dan aman, serta memastikan konsistensi dan efisiensi kerja.
Departemen Umum Bea Cukai juga mendorong unit-unit untuk secara aktif berkoordinasi dengan lembaga-lembaga eksternal guna melaksanakan tugas-tugas utama secara efektif, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan bisnis.
Sumber
Komentar (0)