Penyakit kardiovaskular berbahaya karena berbagai alasan, terutama karena secara langsung memengaruhi jantung dan sirkulasi darah. Konsekuensinya dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian. Memantau tanda-tanda kesehatan yang tidak biasa sangatlah penting.
Penderita penyakit jantung perlu memantau dan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin sesuai anjuran dokter. Frekuensi pemeriksaan rutin bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan secara umum, menurut situs web kesehatan Healthline (AS).
Tergantung pada tingkat keparahan penyakit kardiovaskular, pasien mungkin perlu menjalani pemeriksaan setiap 3 hingga 12 bulan.
Orang-orang yang berisiko tinggi atau memiliki penyakit jantung serius harus mengunjungi dokter setidaknya setiap 3-6 bulan. Ini termasuk penderita gagal jantung, penyakit arteri koroner, atau yang telah menjalani operasi jantung atau pemasangan stent. Tergantung kasusnya, dokter akan meminta tes darah untuk memeriksa kolesterol dan gula darah, elektrokardiogram, atau ekokardiogram.
Orang dengan faktor risiko sedang untuk penyakit jantung sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin setiap 6-12 bulan. Mereka harus memiliki kontrol tekanan darah dan kadar kolesterol yang baik. Dokter biasanya akan memantau tanda-tanda vital seperti tekanan darah, detak jantung, fungsi jantung, dan kadar kolesterol.
Orang dengan riwayat penyakit kardiovaskular tetapi tidak memiliki gejala serius sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setahun sekali. Mereka adalah orang-orang dengan kondisi kesehatan yang stabil. Namun, jika terdapat tanda-tanda yang tidak biasa seperti nyeri dada, sesak napas, kelelahan berkepanjangan, atau pembengkakan kaki, mereka harus segera berkonsultasi dengan dokter.
Tes sangat penting untuk membantu dokter mendeteksi kelainan dini yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular. Elektrokardiogram (EKG) khususnya membantu memeriksa aktivitas listrik jantung dan mendeteksi irama jantung yang abnormal. Ekokardiogram akan mengevaluasi struktur dan fungsi jantung. Tes darah memeriksa kadar kolesterol dan gula darah. Pengukuran tekanan darah membantu menilai risiko stroke dan gagal jantung.
Selain minum obat dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, pasien jantung perlu menjaga pola makan sehat dengan memperbanyak sayuran hijau, makanan kaya omega-3, dan menghindari lemak berbahaya.
Mereka juga perlu berolahraga secara teratur dengan intensitas yang tepat. Kebiasaan ini akan membantu meningkatkan fungsi jantung dan mengurangi stres. Tembakau dan alkohol juga harus dihindari karena meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan aterosklerosis, menurut Healthline.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/nguoi-mac-benh-tim-mach-nen-kiem-tra-suc-khoe-bao-lau-mot-lan-185250211202645331.htm
Komentar (0)