Mengenai kejadian kardiovaskular saat berlari, Profesor Madya Dr. Nguyen Anh Tuan, Direktur Pusat Gawat Darurat A9 di Rumah Sakit Bach Mai ( Hanoi ), mengatakan: Henti jantung mendadak benar-benar dapat terjadi, bahkan pada individu yang tampak sehat, tanpa tanda-tanda peringatan apa pun. Penyebabnya dapat meliputi: penyakit jantung yang tidak terdiagnosis; aktivitas fisik yang berlebihan; kurang tidur seharian; atau sekadar cuaca yang sangat panas. Hal yang paling menakutkan adalah tubuh tidak selalu memberikan peringatan tentang risiko-risiko ini.

Yang terpenting bukanlah seberapa cepat Anda menyelesaikan lari, tetapi kembali dengan selamat setelah setiap lari.
FOTO: PHUONG AN DIBUAT OLEH GEMINI
Profesor Madya Dr. Nguyen Anh Tuan menyarankan: "Peserta lari harus memperhatikan tanda-tanda peringatan termasuk pusing, nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak teratur, kelelahan ekstrem, atau kebingungan. Jika gejala-gejala ini muncul, segera hentikan olahraga dan cari bantuan medis ."
Dalam kasus henti jantung, perawatan darurat awal sangat penting. Ketika jantung berhenti berdetak, kerusakan otak dapat dimulai dalam waktu 4-6 menit jika suplai darah tidak diberikan. Oleh karena itu, resusitasi jantung paru (CPR) dan penggunaan defibrillator eksternal otomatis (AED) harus dimulai sesegera mungkin. Intervensi tepat waktu dapat secara signifikan meningkatkan peluang pasien untuk bertahan hidup.
Menurut Pusat Gawat Darurat A9 di Rumah Sakit Bach Mai, henti jantung saat berolahraga bukanlah hal yang jarang terjadi, terutama mengingat maraknya olahraga lari di mana banyak orang kurang memiliki pengetahuan keselamatan yang memadai.
Lari adalah bentuk olahraga yang efektif, tetapi kejadian kardiovaskular akut, terutama henti jantung mendadak, masih dapat terjadi, bahkan pada orang tanpa gejala sebelumnya. Risiko ini meningkat dengan pengerahan tenaga berlebihan, dehidrasi, kurang tidur, atau berolahraga di cuaca panas. Oleh karena itu, jika Anda mengalami pusing, nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak teratur, atau kelelahan ekstrem saat berlari, jangan memaksakan diri, jangan "mendorong diri sedikit lebih jauh," karena ada batasan yang tidak boleh Anda lampaui. Lari itu baik, tetapi yang terpenting bukanlah seberapa cepat Anda menyelesaikan lari, tetapi "kembali dengan selamat setelah setiap lari."
Musim panas adalah waktu untuk berbagai aktivitas olahraga. Para ahli merekomendasikan agar peserta lomba lari melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berkompetisi, terutama mereka yang berusia di atas 35 tahun atau memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit kardiovaskular, hipertensi, atau diabetes. Selain itu, penting untuk cukup tidur, cukup minum air, menyesuaikan intensitas latihan selama cuaca panas, dan menghindari stimulan. Yang terpenting, dengarkan tubuh Anda dan jangan memaksakan diri melebihi batas aman Anda.
Secara khusus, penyebaran pengetahuan tentang resusitasi jantung paru (CPR) di dalam masyarakat akan berkontribusi pada peningkatan kemampuan untuk menyelamatkan nyawa pasien di tempat kejadian.
Sumber: https://thanhnien.vn/nhan-biet-nguy-co-bien-co-tim-mach-khi-chay-bo-185260525194553516.htm








Komentar (0)