Orang jahat dapat dengan mudah menggunakan gambar pribadi dari kamera jika pengguna melewatkan langkah-langkah pengaturan yang sederhana.
Kamera pengawas telah menjadi perangkat umum di banyak keluarga Vietnam, mulai dari apartemen hingga rumah pribadi. Namun, banyak orang masih menggunakan kamera sebagai alat keamanan tanpa sepenuhnya memahami risikonya.
Mengapa kamera dalam ruangan dapat diawasi oleh orang asing?
Tanpa trik canggih, banyak sistem kamera rumah mudah diakses hanya karena pengguna melewatkan langkah-langkah pengaturan dasar. Beberapa kesalahan kecil di awal saja sudah cukup untuk membuka jalan bagi orang jahat memantau aktivitas di dalam rumah. Yang penting, sebagian besar pengguna tidak menyadarinya.
Beberapa kesalahan umum termasuk membiarkan kata sandi default, membuka akses jarak jauh tanpa perlindungan, atau menggunakan perangkat murah tanpa perangkat lunak terbaru. Semua ini merupakan celah yang mengubah kamera menjadi 'pintu belakang' bagi orang asing untuk menyusup. Peretas dapat dengan mudah memindai dan menemukan ribuan perangkat ini hanya dengan beberapa langkah sederhana.
Jaringan WiFi juga merupakan tautan yang mudah terabaikan. Jika kamera terhubung ke jaringan yang sama dengan perangkat lain tanpa firewall atau pemisahan yang tepat, akses tanpa izin lebih mungkin terjadi. Banyak keluarga juga membiarkan jaringan terbuka atau tidak membatasi jumlah perangkat yang terhubung, sehingga semakin meningkatkan risiko.
Kamera diretas, konsekuensi tak terduga
Akses tanpa izin ke kamera bukan hanya pelanggaran privasi, tetapi juga dapat mengakibatkan konsekuensi serius. Gambar-gambar kehidupan sehari-hari, terkadang sangat pribadi, direkam dan disebarluaskan secara daring tanpa sepengetahuan pemiliknya. Beberapa orang baru menyadarinya ketika rekamannya telah tersebar luas.
Banyak penjahat memantau rutinitas harian keluarga untuk mencari waktu luang, lalu membobol dan mencuri. Lebih parahnya lagi, beberapa korban diancam dan diperas menggunakan gambar dari kamera rumah mereka sendiri.
Hal-hal sederhana namun penting untuk membuat kamera Anda lebih aman
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah kata sandi default kamera. Ini adalah langkah dasar yang sering diabaikan. Banyak pengguna menyimpan kata sandi yang disediakan oleh produsen, sementara informasi ini sering dibagikan secara publik. Kata sandi baru harus cukup kuat, termasuk huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus. Khususnya, jangan gunakan kata sandi yang sama dengan akun lain, untuk menghindari risiko ketahuan secara bersamaan.
Jika Anda tidak perlu mengakses kamera dari jarak jauh melalui jaringan, sebaiknya nonaktifkan fitur ini sepenuhnya. Menghubungkan dari internet selalu berisiko, terutama jika Anda tidak tahu apakah data dienkripsi atau tidak. Jika Anda perlu menggunakannya dari jarak jauh, sebaiknya pilih perangkat dari produsen dengan merek yang jelas dan berkomitmen untuk memperbarui keamanan secara berkala.
Sebaliknya, kamera murah yang tidak diketahui asalnya seringkali menimbulkan risiko besar dan mudah dirusak tanpa sepengetahuan pengguna. Jika Anda menggunakan perangkat dari produsen yang tidak diketahui, sebaiknya segera ganti.
Selain itu, disarankan untuk mengonfigurasi jaringan terpisah untuk sistem kamera, terpisah dari WiFi yang digunakan untuk ponsel atau komputer. Hal ini membantu meminimalkan risiko penyebaran jika perangkat disusupi. Jika kamera tidak digunakan dalam waktu lama, pengguna dapat menutupi lensa dengan stiker fisik. Ini adalah cara yang sederhana dan efektif untuk memastikan kamera tidak beroperasi secara diam-diam tanpa sepengetahuan siapa pun.
Hanya dengan sedikit perubahan kecil pada kebiasaan Anda, Anda dapat menjaga perangkat pengawasan Anda berfungsi sebagai alat bantu keamanan, alih-alih menjadi kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh orang jahat. Baik itu kamera dalam maupun luar ruangan, kuncinya adalah mempertahankan kendali penuh. Kamera hanya benar-benar aman jika Anda satu-satunya yang diizinkan untuk mengamatinya.
Sumber: https://tuoitre.vn/nhung-dieu-can-lam-de-camera-nha-ban-khong-bi-ke-xau-xam-nhap-20250807164335731.htm
Komentar (0)