Selain tim U-23 yang dipimpin oleh Pelatih Troussier, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) juga mempercayakan Pelatih Hoang Anh Tuan untuk memimpin tim U-23 lainnya. Oleh karena itu, tim U-23 Vietnam yang dikelola oleh Bapak Tuan dianggap sebagai wadah berkumpulnya para pemain muda potensial yang belum banyak mendapat kesempatan berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya.
Tim U-23 Vietnam asuhan Pelatih Hoang Anh Tuan memiliki kekuatan inti berupa pemain-pemain dari tim U-20 Vietnam yang baru saja berpartisipasi dalam Kejuaraan AFC U-20 2023 di Uzbekistan (juga dipimpin oleh pelatih Hoang Anh Tuan). Dalam daftar lebih dari 20 nama yang dipilih oleh pelatih asal Khanh Hoa, terdapat 11 pemain dari tim U-20 Vietnam. Wajah-wajah terkemuka seperti Khuat Van Khang ( Viettel Club), Nguyen Van Truong (Hanoi Club), Nguyen Quoc Viet, Nguyen Duc Viet (HAGL), kiper Cao Van Binh, dan Dinh Xuan Tien (SLNA) terus mendapatkan kepercayaan dari Bapak Hoang Anh Tuan.
Van Khang (10) dan Van Truong (14) adalah dua pemain luar biasa U.23 Vietnam.
Namun, tim U-23 Vietnam asuhan pelatih Hoang Anh Tuan masih kehilangan banyak nama berkualitas seperti Nguyen Thanh Nhan, Nguyen Duc Phu (PVF-CAND), Bui Vi Hao ( Binh Duong Club), dan Ho Van Cuong (SLNA). Para pemain ini tidak dapat bergabung dengan U-23 Vietnam untuk turnamen U-23 Asia Tenggara 2023 karena mereka sibuk membela klub asal mereka yang berkompetisi di kompetisi domestik (V-League, divisi dua) atau sedang cedera.
Terlihat bahwa Van Khang (Viettel), Van Truong ( Hanoi ), kiper Cao Van Binh, dan Dinh Xuan Tien (SLNA) belum menjadi pemain utama klub. Pasangan pemain muda HAGL, Quoc Viet dan Duc Viet, telah sukses membawa tim kota pegunungan ini bertahan di liga. Sementara itu, Nguyen Thanh Nhan dan Nguyen Duc Phu merupakan pemain penting bagi Klub PVF-CAND, yang bersaing memperebutkan gelar juara di divisi utama. Bui Vi Hao harus bekerja keras bersama Klub Binh Duong untuk bersaing menghindari degradasi di V-League, sementara Ho Van Cuong sedang cedera.
Keempat pemain yang disebutkan di atas semuanya adalah pemain berkualitas tinggi dan sangat dihargai oleh pelatih Hoang Anh Tuan. Mereka adalah pemain kunci yang telah berkontribusi besar dalam membantu timnas U-20 Vietnam lolos ke babak kualifikasi U-20 Asia 2023 untuk berpartisipasi di babak final di Uzbekistan.
Bui Vi Hao (17), Nguyen Thanh Nhan (11) dan Nguyen Duc Phu (kanan sampul) tidak dapat bergabung dengan U.23 Vietnam karena mereka sibuk melayani klub asal mereka.
Nguyen Thanh Nhan dan Bui Vi Hao adalah penyerang dengan kecepatan tinggi dan kemampuan hebat dalam menciptakan terobosan. Keduanya telah mencetak gol untuk tim U-20 Vietnam. Sementara itu, Nguyen Duc Phu adalah gelandang bertahan dengan visi taktis yang baik, distribusi kartu yang wajar, dan penguasaan bola yang efektif. Ho Van Cuong telah membuat kemajuan pesat dalam setahun terakhir. Khususnya untuk SLNA, bek sayap kelahiran 2003 ini sering bermain dan selalu menjadi salah satu pemain paling agresif di tim Nghe An.
Namun, absennya pemain-pemain berkualitas juga membuka peluang bagi nama-nama baru. Di lini serang, pelatih Hoang Anh Tuan memanggil striker yang tumbuh di HAGL dan saat ini bermain untuk Cheonan City Club (Korea) - Vu Minh Hieu (lahir tahun 2002). Selain itu, striker-striker muda berbakat dari U-17 Vietnam - Le Dinh Long Vu dan Hoang Minh Tien (dari tim U-17 Vietnam yang berlatih di Jerman) juga diberi kesempatan. Di lini tengah, kapten U-17 Vietnam yang tangguh - Nguyen Cong Phuong, atau Thai Ba Dat (PVF) diuji.
Ho Van Cuong (2) sedang dirawat karena cedera.
Berkumpul untuk berlatih dan bertanding di turnamen U-23 Asia Tenggara 2023 dianggap sebagai kesempatan yang baik bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman dan mengasah keterampilan mereka. “Kita perlu menyadari bahwa, dalam sepak bola, suksesi memainkan peran yang sangat penting. Keberhasilan tim nasional dalam beberapa tahun terakhir adalah berkat generasi penerus. Yaitu kelompok pemain yang telah menggantikan generasi sebelumnya dengan sangat baik. Oleh karena itu, tim U-20 Vietnam dikirim ke turnamen U-23 Asia Tenggara tahun ini, membantu kami mengevaluasi dan memilih generasi penerus yang lebih baik. Para pemain muda itu belum berpengalaman dan belum menyempurnakan keterampilan mereka. Tugas staf pelatih adalah membantu mereka meningkatkan keterampilan dan keahlian mereka secara keseluruhan. Selain itu, pertandingan persahabatan merupakan kesempatan bagi mereka untuk mengalami dan mengumpulkan pengalaman sebelum naik ke level yang lebih tinggi. Apakah tim U-20 menjadi tim U-23 atau tim U-23 menjadi tim nasional, mereka akan memiliki persiapan yang relatif baik, cukup untuk memenuhi persyaratan pelatih kepala,” tegas Bapak Hoang Anh Tuan.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)