Setelah melalui masa penelitian dan melihat permintaan pasar yang tinggi terhadap buah-buahan dan hewan ternak khusus, Bapak Pham Van Hanh, kecamatan Dong Quang (Dong Hung, Thai Binh ) meminjam modal, menyewa lahan dari 4 rumah tangga yang tidak menanam padi, mengalihfungsikannya menjadi kebun buah naga dan membangun kandang burung unta.
Katanya, biaya renovasi kebun dan pembuatan lumbung sekitar 200 juta VND, tapi yang terpenting adalah belajar pengalaman, teknik pemeliharaan, penanaman, dan perawatan tanaman serta hewan supaya cepat tumbuh, bebas penyakit, dan langsung bisa menghasilkan pendapatan sejak panen pertama.
Oleh karena itu, sebelum menerapkan model ini, saya mengunjungi dan mempelajari pengalaman beberapa model yang berhasil di dalam dan luar provinsi untuk diterapkan. Pada tahun 2018, saya mulai menanam buah naga. Setelah setahun menanam, kebun buah naga tersebut menghasilkan panen pertama, yang menegaskan efisiensi ekonomi yang tinggi.
Saya dengan berani memperbanyak buah naga dari beberapa lusin pohon menjadi 500 pohon di lahan seluas 1 hektar. Setiap tahun, buah naga menghasilkan 7-8 ton buah, setelah dikurangi biaya-biaya, keuntungannya hampir 100 juta VND.
Veteran Pham Van Hanh dari komune Dong Quang (Dong Hung, Thai Binh) memelihara burung unta untuk efisiensi ekonomi yang tinggi.
Setelah beberapa tahun berinvestasi dalam beternak babi, ayam, dan bebek yang terserang penyakit dan tidak menguntungkan, Tn. Hanh beralih ke beternak burung unta, yang dipelihara oleh sedikit orang tetapi memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menurutnya, kendala bagi peternak adalah harga burung unta yang cukup mahal yakni 2 juta VND/ekor, namun hewan ini mudah dipelihara karena makanan utamanya sayur-sayuran, rumput, dedak, jagung, dan padi yang banyak tersedia di rumah dan kebun, serta limbahnya yang menimbulkan pencemaran lingkungan lebih sedikit dibandingkan dengan peternakan babi.
Burung unta memiliki daya tahan tubuh yang tinggi, hanya perlu divaksinasi lengkap saat muda, membersihkan kandang, memberi makan rumput dan sayuran saat muda, memberi makan pelet pada usia 6 bulan, mulai bulan ke-9 dan seterusnya memberi makan jagung.
Rata-rata, burung unta bertambah berat sekitar 10 kg per bulan. Daging burung unta lembut, rendah lemak, memiliki rasa yang lezat, dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan seperti tumis, panggang, rebus, kukus, dan sup..., sehingga pasar konsumennya cukup besar.
Pada kelompok pertama, Bapak Hanh menguji coba pemeliharaan 20 ekor burung unta di kandang dan halaman seluas 200 m². Berkat perawatan yang tepat, burung unta milik keluarganya tumbuh dengan cepat dan tidak terinfeksi penyakit.
Setelah 11 bulan hingga 1 tahun memelihara burung unta dengan berat 70 kg hingga lebih dari 100 kg/ekor, mereka dapat dijual. Sepanjang tahun, Bapak Hanh menjual seluruh kawanan burung unta, menghasilkan hampir 200 juta VND, yang merupakan sumber pendapatan tertinggi keluarga.
Veteran Pham Van Hanh mengembangkan model penanaman buah naga.
Dari keberhasilan awal, ia telah memulihkan kawanan burung unta, menambah jumlah burung unta menjadi 25 ekor, yang semuanya tumbuh dengan baik. Selain itu, di peternakan, Bapak Hanh juga membangun kandang untuk memelihara 1.000 ekor ayam dan bebek.
Pak Hanh baru saja mendapatkan lahan sawah yang tidak produktif seluas lebih dari 1 hektar. Di lahan tersebut, beliau akan menanam buah naga, pohon sirih Thailand, dan menggali 4 kolam untuk beternak siput apel.
Selain itu, ia akan meneliti inkubasi burung unta untuk mendapatkan sumber bibit burung unta berkualitas bagi peternakan keluarganya, mengurangi biaya input, dan sekaligus menyediakannya bagi keluarga lain untuk mengembangkan peternakan.
Bapak Vu Cong Uan, Ketua Ikatan Veteran Kecamatan Dong Quang, mengatakan: Anggota Pham Van Hanh merupakan sosok yang berani berfikir, berani bertindak, dan merupakan pelopor dalam usaha budidaya buah naga dan pemeliharaan burung unta di wilayahnya.
Meskipun ia seorang pionir, ia bersemangat belajar untuk meningkatkan teknik bertani dan beternaknya, sehingga ia berhasil dengan model transformasinya. Inilah model yang kami promosikan, mendorong para anggota untuk belajar dan meniru agar menjadi kaya.
Burung unta adalah burung terbesar dan terberat yang masih hidup di Bumi. Meskipun ukurannya sangat besar, mereka dapat berlari dengan kecepatan 70 km/jam dan bahkan melompat setinggi lima meter.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)