Pada kuartal pertama tahun 2025, Kepolisian Lalu Lintas Kota Ho Chi Minh mendeteksi dan menangani lebih dari 12.200 mobil yang berhenti dan parkir secara ilegal, turun hampir 15% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Ke depannya, Kepolisian Lalu Lintas Kota Ho Chi Minh akan terus menerapkan langkah-langkah terpadu untuk memastikan ketertiban dan keselamatan lalu lintas.
Pada sore hari tanggal 27 Maret, dalam jumpa pers yang memberikan informasi mengenai situasi sosial ekonomi di Kota Ho Chi Minh, Letnan Kolonel Nguyen Van Binh, Wakil Kepala Departemen Kepolisian Lalu Lintas, mengatakan bahwa pada triwulan pertama tahun 2025, Kepolisian Lalu Lintas Kota Ho Chi Minh menemukan dan menangani sebanyak 12.290 kasus kendaraan yang berhenti dan parkir secara ilegal, menurun sebanyak 1.807 kasus dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, atau setara dengan 14,7%.
Letnan Kolonel Nguyen Van Binh, Wakil Kepala Departemen Kepolisian Lalu Lintas, Kepolisian Kota Ho Chi Minh.
Letnan Kolonel Nguyen Van Binh menambahkan, belakangan ini Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya meningkatkan patroli, penertiban, dan penanganan pelanggaran lalu lintas di seluruh wilayah, termasuk kasus kendaraan yang berhenti dan parkir secara tidak wajar.
Kendaraan yang berhenti dan parkir secara ilegal terjadi terutama di jalan-jalan di pusat kota, jalan raya nasional, area sekitar stasiun bus, bandara Tan Son Nhat, dll.
Sejak Keputusan Pemerintah 168/2024/ND-CP mulai berlaku dan dengan pengerahan drastis Polisi Lalu Lintas Kepolisian Kota Ho Chi Minh dan kepolisian setempat, situasi pelanggaran terkait penghentian dan parkir telah berubah positif.
Kepolisian Kota Ho Chi Minh telah mendeteksi dan menangani 12.290 kasus mobil yang diparkir secara ilegal. Foto: MQ
Pada waktu mendatang, satuan polisi lalu lintas kota akan terus secara serentak menggelar berbagai tindakan guna menjamin keselamatan dan ketertiban lalu lintas, meningkatkan kesadaran masyarakat akan kepatuhan hukum, dan secara berkala berkoordinasi dengan satuan tugas fungsional untuk memeriksa dan menangani pelanggaran ketertiban kota.
Menanggapi pertanyaan apakah kendaraan yang berhenti atau parkir di area terlarang karena keadaan darurat seperti menyelamatkan korban, mengangkut orang ke unit gawat darurat, dan sebagainya akan dikenakan sanksi, Letnan Kolonel Nguyen Van Binh mengatakan bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 18 Undang-Undang Tertib Lalu Lintas dan Keselamatan Jalan Tahun 2024, apabila terjadi kendala teknis atau keadaan kahar lainnya yang memaksa kendaraan untuk parkir, maka pada saat kendaraan diparkir di sebagian badan jalan atau di tempat yang tidak diperbolehkan parkir, maka di belakang kendaraan harus dipasang rambu lalu lintas atau lampu lalu lintas untuk memberi tahu pengemudi bahwa kendaraan tersebut ikut serta dalam lalu lintas.
Oleh karena itu, jika kasus tersebut tidak dikenakan sanksi administratif, sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Undang-Undang tentang Penanganan Pelanggaran Administratif (diubah dan ditambah pada tahun 2020), pengemudi kendaraan tidak akan dikenakan sanksi. Namun, pengemudi kendaraan wajib memperhatikan kepatuhan terhadap peraturan di atas.
Polisi lalu lintas akan mengambil langkah-langkah verifikasi yang diperlukan untuk menentukan situasi darurat. Pengemudi perlu memberikan informasi yang diperlukan sebagai dasar untuk tidak dikenakan sanksi administratif.
[iklan_2]
Sumber: https://www.baogiaothong.vn/tphcm-phat-hon-12200-o-to-dung-do-sai-quy-dinh-trong-quy-i-2025-192250327153743354.htm
Komentar (0)