Selama bertahun-tahun, diaspora Vietnam telah memainkan peran penting dalam menjadikan pho semakin populer di peta kuliner dunia . Dari warung makan kecil yang dikelola keluarga hingga restoran profesional di kota-kota besar Eropa, pho telah menjadi jembatan budaya yang erat antara Vietnam dan teman-teman internasionalnya.
Namun, ini adalah kali pertama model "roadshow budaya- diplomasi -komunitas" multinasional diterapkan di Eropa, yang menggabungkan promosi kuliner dengan menjalin hubungan dengan komunitas Vietnam di luar negeri dan kegiatan diplomasi budaya.
Berawal dari ide awal yang muncul dari keinginan untuk menghubungkan kegiatan-kegiatan yang mempromosikan budaya Vietnam di Eropa, dan kemudian menerima dukungan kuat dari komunitas Vietnam di luar negeri, asosiasi, dan bisnis baik di dalam maupun luar negeri, perjalanan untuk mempromosikan budaya pho di Eropa dilaksanakan secara serentak di banyak negara Eropa, melintasi enam negara dan banyak kota besar.
Yang perlu diperhatikan, program ini bukan sekadar kegiatan promosi kuliner sederhana, tetapi juga sebuah perjalanan untuk menyebarkan kebanggaan budaya Vietnam ke dunia melalui citra semangkuk pho - hidangan yang dianggap sebagai "jiwa dan esensi nasional" bangsa tersebut.
Menurut Le Thi Thiet, Presiden Asosiasi Budaya Kuliner Provinsi Ninh Binh, "Pho Cultural Roadshow Europe 2026" bukan sekadar program untuk mempromosikan masakan Vietnam, tetapi juga sebuah perjalanan untuk menceritakan kisah tanah, masyarakat, dan identitas Vietnam melalui bahasa makanan. Melalui pho, penyelenggara ingin menggunakan "bahasa non-verbal" yang ampuh untuk menyentuh hati dan emosi para penikmat kuliner internasional dan ekspatriat Vietnam di luar negeri, memperkenalkan Vietnam yang kaya akan identitas, kecanggihan, dan selalu terbuka terhadap integrasi.
Jelas, program ini bukan hanya tentang mempromosikan pho; program ini memiliki makna yang jauh lebih besar. Ini adalah misi untuk menyampaikan esensi budaya dan warisan Vietnam, sebuah kesempatan untuk menceritakan kisah Vietnam, rakyatnya, dan identitasnya kepada teman-teman internasional melalui bahasa kuliner. Hal ini sangat bermakna dalam konteks proses yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan berkas "Pho Vietnam" untuk diajukan ke UNESCO agar dicantumkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Representatif Kemanusiaan.
Sumber: https://baovanhoa.vn/the-gioi/pho-viet-quang-ba-van-hoa-viet-230467.html








Komentar (0)