Surat Edaran No. 20/2021/TT-BYT mengatur secara rinci tentang pengelolaan limbah medis di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan, yang pada Bab 3 difokuskan pada tata cara pelaporan dan pencatatan pengelolaan limbah medis, guna menjamin terselenggaranya pengendalian, pemantauan, dan pengolahan limbah medis sesuai ketentuan perundang-undangan.
Terkait dengan sistem pelaporan, fasilitas medis wajib menyusun laporan hasil pengelolaan limbah medis setahun sekali, mulai tanggal 15 Desember tahun sebelumnya hingga tanggal 14 Desember tahun pelaporan. Laporan dapat disampaikan dalam bentuk cetak, elektronik, atau melalui perangkat lunak pelaporan.
Isi laporan sebagaimana yang ditentukan harus dilaksanakan secara lengkap dan benar: fasilitas pelayanan kesehatan menyiapkan laporan sesuai dengan formulir pada Bagian A Lampiran No. 07 yang dikeluarkan bersama Surat Edaran ini, mengirimkannya ke Dinas Kesehatan tempat fasilitas tersebut beroperasi, atau mengirimkannya langsung ke Kementerian Kesehatan (Dinas Pengelolaan Lingkungan Medis) bagi fasilitas di bawah Kementerian Kesehatan, paling lambat tanggal 16 Desember. Dinas Kesehatan bertanggung jawab untuk mensintesis laporan hasil pengelolaan limbah medis di wilayahnya sesuai dengan formulir pada Bagian B Lampiran No. 07 dan mengirimkannya ke Kementerian Kesehatan paling lambat tanggal 20 Desember periode pelaporan.

Untuk mengelola dan menangani limbah medis dengan baik, tidak hanya perlu mengklasifikasikan, mengumpulkan, dan menanganinya secara ketat, tetapi juga menyimpan catatan lengkap, melaporkannya secara berkala, dan berkoordinasi erat dengan instansi pengelola.
Terkait catatan pengelolaan, setiap fasilitas medis wajib menyimpan semua dokumen terkait untuk memastikan pengelolaan limbah medis transparan dan memiliki dasar hukum. Dokumen-dokumen tersebut antara lain izin lingkungan dan dokumen terkait sebagaimana ditentukan (bagi fasilitas medis yang diwajibkan mengajukan izin lingkungan), buku penerimaan dan pengiriman limbah medis, serta dokumen limbah B3 (jika ada), buku catatan operasional pekerjaan, peralatan, dan sistem pengolahan limbah medis bagi fasilitas yang melakukan pengolahan limbah mandiri, beserta catatan inspeksi dan pemeriksaan yang relevan.
Selain itu, fasilitas juga harus menyimpan laporan pengelolaan limbah medis tahunan, laporan pemantauan limbah berkala (jika ada) dan dokumen relevan lainnya untuk membantu pekerjaan inspeksi dan pengawasan.
Dengan demikian, Surat Edaran 20/2021/TT-BYT telah menetapkan sistem pengelolaan limbah medis yang ketat, yang mengharuskan fasilitas medis untuk secara proaktif melaporkan, menyimpan catatan, dan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang untuk melindungi lingkungan dan memastikan keselamatan dalam kegiatan medis.
Sesuai dengan Surat Edaran 20/2021/TT-BYT, setiap fasilitas medis wajib mengelola limbah medis secara ketat, mematuhi peraturan tentang klasifikasi, pengumpulan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, dan pelaporan. Fasilitas medis wajib menyusun laporan pengelolaan limbah tahunan, mengarsipkan dokumen-dokumen terkait seperti izin lingkungan, buku distribusi, catatan operasional sistem pengolahan, catatan inspeksi, dan laporan pemantauan (jika ada).
Pada saat yang sama, fasilitas medis harus berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan dan Kementerian Kesehatan untuk mensintesis dan melaporkan hasil manajemen tepat waktu, memastikan keselamatan lingkungan, mencegah risiko, dan mematuhi hukum.
Lihat video menarik lainnya:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/quan-ly-chat-thai-y-te-can-lam-tot-ca-khau-bao-cao-den-luu-ho-so-169251129211630689.htm






Komentar (0)