Peraturan baru tentang penunjukan investor dan penyelesaian petisi dalam penawaran
Sehubungan dengan itu, Peraturan Pemerintah Nomor 225/2025/ND-CP mengubah dan melengkapi sejumlah pasal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23/2024/ND-CP tanggal 27 Februari 2024, yang mengatur sejumlah pasal dan langkah-langkah pelaksanaan Undang-Undang tentang Pelelangan, tentang pemilihan penanam modal untuk melaksanakan proyek dalam hal lelang harus diselenggarakan sesuai dengan ketentuan undang-undang tentang pengelolaan sektor dan bidang; Peraturan Pemerintah Nomor 115/2024/ND-CP tanggal 16 September 2024, yang mengatur sejumlah pasal dan langkah-langkah pelaksanaan Undang-Undang tentang Pelelangan, tentang pemilihan penanam modal untuk melaksanakan proyek penanaman modal yang menggunakan tanah.
Proses nominasi investor
Khususnya, Keputusan No. 225/2025/ND-CP telah menambahkan 2 bab penting terkait penunjukan investor dan penyelesaian permohonan dalam lelang pemilihan investor. Khususnya:
Keputusan No. 225/2025/ND-CP menambahkan Bab IVb "Penunjukan Investor" termasuk Pasal 44c dan Pasal 44d setelah Bab IVa Keputusan 115/2024/ND-CP, yang secara jelas mengatur jenis proyek dan proses pengajuan formulir penunjukan investor. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Pasal 44c. Proyek yang menerapkan bentuk penunjukan investor
Proyek yang menggunakan bentuk penunjukan investor diatur dalam Pasal 34 Ayat 2a Undang-Undang tentang Pelelangan, meliputi:
a) Proyek yang diusulkan penanam modal, yang mana penanam modal mempunyai kepemilikan atau hak pemanfaatan teknologi yang termasuk dalam daftar teknologi strategis dan produk teknologi strategis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ilmu pengetahuan , teknologi, dan inovasi, serta peraturan perundang-undangan di bidang teknologi tinggi;
b) Proyek perlu terus memilih investor yang sebelumnya telah menerapkan infrastruktur digital dan platform digital untuk memastikan kompatibilitas, sinkronisasi, dan konektivitas teknis;
c) Proyek perlu mempercepat kemajuan, mendorong pembangunan sosial -ekonomi, dan memastikan kepentingan nasional sebagaimana diusulkan oleh investor, termasuk:
c.1) Proyek perlu dilaksanakan untuk mencegah, segera memperbaiki atau menangani dengan segera akibat yang disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, kecelakaan yang tidak diharapkan, insiden, malapetaka atau kejadian force majeure lainnya;
c.2) Proyek-proyek penting nasional diterapkan bentuk penunjukan investor sesuai dengan Resolusi Majelis Nasional;
c.3) Proyek tersebut tunduk pada penunjukan investor sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang industri dan manajemen sektoral;
c.4) Proyek perlu dipercepat untuk melayani perayaan dan acara nasional dan provinsi;
c.5) Proyek yang mempunyai kegiatan penyerobotan wilayah laut untuk menciptakan momentum bagi pembangunan sosial ekonomi daerah sesuai dengan arahan Resolusi Komite Eksekutif Partai di tingkat provinsi atau kotamadya, dokumen pemberitahuan pendapat dan kesimpulan Komite Tetap di tingkat provinsi atau kotamadya, dan Resolusi Dewan Rakyat Daerah;
c.6) Proyek pembangunan perkotaan dengan model TOD termasuk dalam lingkup proyek perkeretaapian nasional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian.
2. Setiap tahun, instansi yang berwenang wajib membuat laporan hasil pelaksanaan proyek oleh penanam modal yang ditunjuk, memastikan bahwa proyek dilaksanakan sesuai dengan persyaratan kemajuan, mutu, dan efisiensi, dan mengirimkannya kepada Kementerian Keuangan untuk disintesis dan dilaporkan kepada Perdana Menteri dalam laporan pelaksanaan kegiatan lelang.
Pasal 44d. Tata cara penunjukan penanam modal
1. Proses penunjukan investor
a) Prosedur normal diterapkan terhadap proyek-proyek yang untuknya instansi yang berwenang menyiapkan berkas permohonan persetujuan kebijakan penanaman modal (bagi proyek-proyek yang menjadi subjek persetujuan kebijakan penanaman modal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal) atau berkas usulan pelaksanaan proyek (bagi proyek-proyek yang tidak menjadi subjek persetujuan kebijakan penanaman modal);
b) Proses penunjukan yang disederhanakan diterapkan pada proyek yang diusulkan oleh investor.
2. Tata cara penunjukan penanam modal tetap sebagaimana dimaksud dalam huruf a angka 1 Pasal ini dilakukan sebagai berikut:
a) Berdasarkan keputusan yang menyetujui kebijakan penanaman modal atau dokumen yang menyetujui informasi proyek penanaman modal, badan, organisasi, atau unit yang berada di bawah atau langsung di bawah badan tersebut wajib melaporkan kepada instansi yang berwenang untuk dipertimbangkan dan diputuskan mengenai penerapan bentuk penunjukan penanam modal;
b) Menyiapkan dokumen permintaan:
Pihak yang mengundang wajib menyiapkan berkas permohonan yang memuat isi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 Ayat 2 Keputusan ini, kecuali isi yang mengharuskan penanam modal menyediakan jaminan penawaran.
Orang yang berwenang dan pihak pengundang (dalam hal berwenang menyetujui dokumen permohonan) tidak diwajibkan menilai dokumen permohonan; dalam hal penilaian diperlukan, organisasi wajib menilai dokumen permohonan sesuai ketentuan Pasal 54 Keputusan ini sebelum memberikan persetujuan;
c) Persetujuan dokumen permohonan:
Orang yang berwenang dan pihak yang mengundang menyetujui dokumen permohonan, yang di dalamnya tercantum nama calon investor, dan mengirimkan dokumen permohonan kepada investor;
d) Menyiapkan dan menyerahkan dokumen proposal:
Calon investor ditunjuk untuk menyiapkan dan menyampaikan proposal sebagaimana disyaratkan dalam permintaan proposal;
d) Evaluasi dokumen proposal:
Pihak yang mengundang akan menyelenggarakan evaluasi dokumen penawaran sesuai dengan metode dan kriteria evaluasi yang ditentukan dalam dokumen permintaan.
Selama evaluasi proposal, investor diperbolehkan untuk mengklarifikasi, mengubah, dan melengkapi proposal;
e) Menyetujui dan mengumumkan hasil penunjukan investor:
Instansi yang berwenang tidak wajib melakukan penilaian terhadap hasil penunjukan penanam modal, dalam hal diperlukan penilaian, instansi yang berwenang menyelenggarakan penilaian sesuai dengan ketentuan Pasal 55 Peraturan Pemerintah ini sebelum memberikan persetujuan.
Persetujuan hasil penetapan investor dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 28 Keputusan ini tanpa harus menyetujui daftar investor yang memenuhi persyaratan teknis dan tanpa harus melakukan pemeringkatan investor.
Pengumuman hasil penunjukan penanam modal kepada publik dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 29 Peraturan ini;
g) Menegosiasikan, menyelesaikan, menandatangani dan mempublikasikan kontrak proyek:
Pihak pengundang dan investor wajib merundingkan dan menyelesaikan kontrak sesuai dengan ketentuan Pasal 30 Keputusan ini. Penandatanganan dan pencantuman informasi penting kontrak proyek wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan Pasal 31 Keputusan ini.
Apabila perundingan dan penyelesaian kontrak dengan penanam modal tidak berhasil, maka pihak pengundang wajib melaporkan kepada instansi yang berwenang untuk dilakukan pertimbangan dan pengambilan keputusan pembatalan penawaran sesuai dengan ketentuan Pasal 17 Ayat (2) huruf a Undang-Undang tentang Pelelangan.
3. Tata cara penunjukan investor singkat sebagaimana dimaksud pada angka b ayat 1 Pasal ini dilaksanakan sebagai berikut:
a) Setelah menerima keputusan persetujuan kebijakan penanaman modal atau dokumen persetujuan informasi proyek, pihak pengundang menyampaikan rancangan keputusan persetujuan hasil pemilihan penanam modal, disertai rancangan kontrak, yang menjelaskan dasar penggunaan formulir penunjukan penanam modal, kepada instansi yang berwenang;
b) Otoritas yang berwenang menyetujui hasil penetapan investor; keputusan tersebut mencakup isi yang ditentukan dalam poin a, b, dan d, Ayat 2, Pasal 28 Keputusan ini. Pihak pengundang wajib mempublikasikan hasil penetapan investor sesuai dengan ketentuan Pasal 29 Keputusan ini;
c) Berdasarkan keputusan persetujuan kebijakan investasi atau dokumen persetujuan informasi proyek, keputusan persetujuan hasil penunjukan investor, pihak pengundang menetapkan persyaratan kapasitas dan meminta investor untuk mengajukan usulan mengenai efisiensi penggunaan lahan atau efisiensi investasi dalam pengembangan industri, bidang, atau lokasi. Pihak pengundang mengevaluasi usulan investor dengan metode lulus atau gagal.
Apabila penanam modal memenuhi persyaratan secara penuh, pihak pengundang wajib merundingkan dan menyelesaikan rancangan kontrak dengan penanam modal dan pihak terkait (jika ada) mengenai hak, kewajiban, dan tanggung jawab para pihak dalam pelaksanaan proyek serta hal-hal lain yang diperlukan (jika ada). Apabila negosiasi dan penyelesaian kontrak dengan penanam modal tidak berhasil, pihak pengundang wajib melaporkan kepada instansi yang berwenang untuk dipertimbangkan dan diputuskan pembatalan penawaran sesuai dengan ketentuan Pasal 17 Ayat 2 huruf a Undang-Undang Lelang.
d) Berdasarkan hasil perundingan, penandatanganan dan pemasangan informasi pokok kontrak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 31 Keputusan ini.
4. Untuk proyek sebagaimana dimaksud pada huruf c Ayat (1) Pasal 44c Peraturan Pemerintah ini yang memerlukan percepatan pelaksanaan, penanam modal wajib menyelenggarakan pelaksanaan penanaman modal dalam pembangunan proyek bersamaan dengan tata cara negosiasi, penyelesaian, dan penandatanganan kontrak.
5. Untuk proyek-proyek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44c Ayat 1 Keputusan ini yang memerlukan jaminan pertahanan dan keamanan nasional sesuai dengan arahan dalam resolusi, simpulan, dan dokumen arahan Komite Sentral Partai, Politbiro, Sekretariat, dan pimpinan utama Partai dan Negara, pemilihan investor dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 44b Ayat 4 Keputusan ini.
Pemrosesan proposal penawaran untuk pemilihan investor dalam waktu 07 hari kerja
Keputusan No. 225/2025/ND-CP juga menambahkan Bab VIIIa "Penyelesaian Permohonan dalam Lelang Seleksi Investor" termasuk Pasal 61b, 61c, dan 61d setelah Bab VIII Keputusan 115/2024/ND-CP, yang secara jelas menetapkan syarat-syarat untuk mempertimbangkan dan menyelesaikan permohonan; prosedur penanganan permohonan. Secara spesifik, sebagai berikut:
Pasal 61b. Syarat-syarat pemeriksaan dan penyelesaian permohonan
1. Agar permohonan mengenai masalah-masalah sebelum pengumuman hasil seleksi investor dapat dipertimbangkan dan diselesaikan, permohonan tersebut harus memenuhi ketentuan-ketentuan berikut:
a) Untuk permohonan yang berkaitan dengan dokumen lelang, permohonan diajukan oleh instansi dan organisasi yang berminat terhadap proyek tersebut; untuk hal-hal lain yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pemilihan penanam modal, permohonan diajukan oleh penanam modal peserta lelang;
b) Permohonan harus ditandatangani dan disegel (jika ada) oleh perwakilan sah penanam modal, badan atau organisasi yang mengajukan permohonan atau ditandatangani secara digital melalui akun, dan dikirimkan ke Sistem Jaringan Lelang Nasional sesuai dengan peta jalan pemilihan penanam modal secara daring;
c) Penanam modal wajib menyampaikan surat permohonan kepada pengundang dan orang yang berwenang dalam batas waktu yang ditentukan dalam Ayat 1 Pasal 61c Keputusan ini.
2. Untuk rekomendasi hasil seleksi investor, agar rekomendasi tersebut dipertimbangkan dan diselesaikan, investor harus memenuhi ketentuan berikut:
a) Permohonan harus diajukan oleh investor yang ikut serta dalam lelang;
b) Permohonan lelang harus disertai tanda tangan dan stempel (jika ada) dari kuasa hukum penanam modal peserta lelang atau ditandatangani secara digital melalui akun yang dimilikinya, dan dikirimkan ke Sistem Jaringan Lelang Nasional sesuai dengan peta jalan seleksi penanam modal daring;
c) Isi proposal belum pernah dituntut, diadukan atau dikecam oleh investor;
d) Isi rekomendasi terkait dengan hasil evaluasi penawaran;
d) Biaya penanganan petisi dibayarkan oleh investor pemohon kepada unit tetap yang membantu Ketua Dewan Penyelesaian Petisi (selanjutnya disebut unit tetap). Dalam waktu 3 hari kerja sejak tanggal penerimaan petisi dari investor, unit tetap bertanggung jawab untuk mengirimkan pemberitahuan kepada investor mengenai biaya penanganan petisi dan cara pembayaran biaya penanganan petisi. Investor bertanggung jawab untuk membayar biaya penanganan petisi dalam waktu 2 hari kerja sejak tanggal penerimaan pemberitahuan dari unit tetap. Apabila investor tidak membayar biaya penanganan petisi, investor dianggap tidak memenuhi persyaratan pertimbangan dan penyelesaian petisi;
e) Penanam modal wajib menyampaikan permohonan kepada instansi yang berwenang dan badan tetap dalam batas waktu yang ditentukan dalam Ayat 2 Pasal 61c Keputusan ini.
3. Dalam hal permohonan penanam modal, badan usaha, atau organisasi tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1 dan Ayat 2 Pasal ini, maka penanggung jawab penyelesaian permohonan wajib memberitahukan secara tertulis kepada penanam modal, badan usaha, atau organisasi tersebut mengenai penolakan untuk mempertimbangkan atau menyelesaikan permohonan tersebut.
Pasal 61c. Tata Cara Penanganan Permohonan
1. Penyelesaian pengaduan atas permasalahan sebelum pengumuman hasil seleksi investor dilakukan dengan proses sebagai berikut:
a) Investor, lembaga, dan organisasi mengirimkan petisi terkait dokumen penawaran kepada pihak pengundang sebelum batas waktu penawaran. Investor mengirimkan petisi terkait hal-hal lain terkait proses seleksi investor kepada pihak pengundang sebelum pengumuman hasil seleksi investor.
b) Pihak Pengundang harus mengirimkan resolusi tertulis atas petisi tersebut kepada investor, lembaga atau organisasi dalam waktu 07 hari kerja sejak tanggal diterimanya petisi dari investor, lembaga atau organisasi tersebut.
c) Dalam hal penanam modal, instansi, atau organisasi tidak menyetujui hasil penyelesaian permohonan atau setelah lewatnya batas waktu sebagaimana dimaksud pada huruf b Klausula ini, penanam modal, instansi, atau organisasi tidak mempunyai dokumen penyelesaian permohonan, maka penanam modal, instansi, atau organisasi berhak menyampaikan permohonan kepada pejabat yang berwenang dalam waktu paling lama 5 (lima) hari kerja sejak batas akhir waktu tanggapan atau sejak diterimanya permohonan penyelesaian permohonan dari penanam modal;
d) Orang yang berwenang wajib menyampaikan resolusi tertulis atas permohonan tersebut kepada penanam modal, badan atau organisasi dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal diterimanya permohonan penanam modal, badan atau organisasi tersebut.
2. Penyelesaian pengaduan atas hasil seleksi investor dilakukan dengan proses sebagai berikut:
a) Penanam modal wajib menyampaikan surat permohonan kepada pengundang paling lambat 10 (sepuluh) hari sejak hasil seleksi penanam modal diumumkan pada Jaringan Penawaran Nasional;
b) Pihak Pengundang wajib menyampaikan tanggapan tertulis terhadap permohonan penanam modal dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan penanam modal;
c) Dalam hal penanam modal tidak menyetujui hasil penyelesaian permohonan atau setelah lewatnya jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam huruf b Klausul ini, penanam modal tidak mempunyai penyelesaian permohonan secara tertulis, penanam modal berhak mengajukan permohonan kepada Badan Penyelesaian Permohonan sebagaimana dimaksud dalam Klausul 1 Pasal 61d Keputusan ini dalam waktu paling lama 05 (lima) hari kerja sejak batas akhir penyelesaian permohonan atau tanggal diterimanya permohonan penyelesaian permohonan penanam modal.
Perusahaan sains dan teknologi serta perusahaan rintisan kreatif menikmati diskon 5% saat mengevaluasi dokumen penawaran.
Selain itu, Keputusan No. 225/2025/ND-CP juga menambahkan poin c dan d setelah poin b, Klausul 1, Pasal 6 Keputusan 115/2024/ND-CP tentang subjek yang memenuhi syarat untuk insentif dan tingkat insentif dalam memilih investor untuk memprioritaskan perusahaan teknologi dalam negeri, perusahaan rintisan inovatif, dan investor asing yang berkomitmen pada alih teknologi. Secara spesifik:
c) Investor yang merupakan perusahaan ilmu pengetahuan dan teknologi; perusahaan rintisan kreatif, organisasi pendukung perusahaan rintisan kreatif yang diakui oleh otoritas yang berwenang; pusat inovasi; organisasi dan perusahaan yang telah diberikan Sertifikat perusahaan teknologi tinggi, inkubator teknologi tinggi, inkubator perusahaan teknologi tinggi, perusahaan yang baru didirikan dari proyek investasi untuk menghasilkan produk teknologi tinggi sesuai dengan ketentuan undang-undang tentang teknologi tinggi akan menikmati tingkat preferensial sebesar 5% saat mengevaluasi dokumen lelang;
d) Investor asing yang berkomitmen untuk mentransfer teknologi kepada investor dan mitra dalam negeri berhak memperoleh insentif sebesar 2% saat mengevaluasi dokumen penawaran.
Penambahan kedua poin ini bertujuan untuk mendorong pengembangan ekosistem startup dan inovasi sekaligus meningkatkan kualitas arus investasi asing, mendorong perusahaan asing melakukan transfer teknologi untuk bersama-sama mengembangkan kapasitas perusahaan Vietnam.
Surat Salju
Source: https://baochinhphu.vn/quy-dinh-moi-ve-chi-dinh-nha-dau-tu-va-giai-quyet-kien-nghi-trong-dau-thau-102250818150359039.htm
Komentar (0)