Headphone berkabel menggunakan kabel untuk menarik daya yang dibutuhkan langsung dari perangkat yang terhubung. Hal ini memastikan koneksi tercepat dan lancar tanpa panas berlebih atau konsumsi daya berlebih. Hasilnya, headphone berkabel memiliki latensi rendah dan konsumsi daya yang lebih rendah.
Untuk menggunakan lebih sedikit daya dengan headphone nirkabel, dengarkan musik dengan volume rendah.
Di sisi lain, headphone nirkabel terhubung ke teknologi Bluetooth perangkat Anda. Saat Bluetooth aktif, data akan dikirim ke headphone nirkabel. Hal ini menghasilkan lebih banyak panas dan mengonsumsi lebih banyak daya. Inilah juga mengapa headphone nirkabel mengalami lag. Jadi, headphone berkabel mengonsumsi lebih sedikit daya.
Anda tetap bisa mengurangi konsumsi daya headphone nirkabel Anda dengan mengurangi konsumsi dayanya. Untuk menghemat baterai, pastikan ponsel dan headphone Anda memiliki chip Bluetooth terbaru. Jika Anda memilih ponsel pintar dan headphone nirkabel dengan Bluetooth 5.2, alih-alih 4.2, konsumsi dayanya akan lebih rendah.
Untuk mengurangi konsumsi daya dengan headphone nirkabel, dengarkan musik dengan volume rendah. Dengan menurunkan volume, headphone nirkabel akan menerima lebih sedikit data. Selain itu, pengguna dapat menghemat daya dengan menonaktifkan mode game untuk mengurangi latensi karena headphone tidak akan menggunakan daya lebih banyak untuk mengurangi latensi antara headphone dan ponsel cerdas. Dengan menggunakan metode ini, pengguna dapat mengurangi konsumsi daya headphone nirkabel.
Seiring kemajuan teknologi, headphone nirkabel pun berkembang pesat. Setiap hari, para desainer menciptakan headphone nirkabel baru yang hemat daya, termasuk chip Bluetooth yang semakin canggih yang mampu menghasilkan kualitas suara yang baik dengan konsumsi daya yang lebih rendah. Hal ini menjadikan headphone nirkabel semakin populer dan berpotensi menjadi pengganti headphone berkabel.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)