Pada tanggal 27 Mei, pimpinan Universitas Vinh ( Nghe An ) mengatakan bahwa pihak sekolah telah menskors sementara seorang petugas dari Departemen Satu Atap untuk membuat laporan sebagai tanggapan atas informasi yang mencerminkan perilaku dan perkataan yang tidak pantas terhadap seorang siswi di sekolah tersebut.
Menurut laporan yang dikirimkan Universitas Vinh kepada Kementerian Pendidikan dan Pelatihan serta otoritas terkait, pada malam hari tanggal 26 Mei, beredar informasi di beberapa situs jejaring sosial tentang seorang mahasiswa angkatan 65 Universitas Vinh yang mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk mencabut transkrip nilai karena urusan keluarga. Berdasarkan informasi yang diunggah, staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah bersikap dan berkata-kata tidak pantas terhadap mahasiswa tersebut.
Pada pagi hari tanggal 27 Mei, pimpinan Universitas Vinh memutuskan untuk sementara waktu menskors staf terkait guna menyiapkan laporan. Sementara itu, pihak universitas secara aktif menginstruksikan unit-unit di lingkungan universitas untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang guna segera mengklarifikasi insiden tersebut.
![]() |
Postingan mahasiswi "menuduh" staf Universitas Vinh melakukan pelecehan seksual |
Sebelumnya, akun Facebook KV memposting di grup Mahasiswa Universitas Vinh dengan konten yang menuduh seorang pejabat sekolah melakukan perilaku tidak pantas ketika seorang siswi kelas 65 datang untuk menarik transkripnya.
Artikel itu berbunyi: "Guru menyuruh saya pergi ke mobil di belakang departemen satu pintu. Saya takut karena semua guru sudah pulang saat itu. Saya mengikutinya dari belakang tetapi berdiri agak jauh, lalu guru itu berbalik dan berjalan sejajar dengan saya. Ketika kami melewati toilet di departemen satu pintu, yang hanya sekitar 5 langkah dari pintu belakang tempat parkir, guru itu merangkul bahu saya, lalu merangkul pinggang saya. Saya benar-benar takut saat itu dan langsung menepis tangan guru itu, lalu guru itu bertanya, "Kamu gemetar atau tidak?"..."
Menurut akun Facebook ini, tujuan postingan tersebut adalah untuk memperingatkan dan mengingatkan siswi agar berhati-hati agar tidak dilecehkan oleh guru. "Saya rasa kasus saya bukan yang pertama, karena guru tersebut melecehkan saya di depan umum, tetapi saya masih cukup sadar untuk melarikan diri. Saya pikir jika saya tidak bicara hari ini, akan ada lebih banyak siswi yang dilecehkan dan insiden ini akan menjadi terlalu serius."
Postingan tersebut mendapat banyak perhatian dari para siswa dan mereka ingin agar sekolah menyelidiki dan mengklarifikasi kebenaran insiden tersebut.
Sumber: https://tienphong.vn/tam-dinh-chi-cong-tac-mot-can-bo-truong-dai-hoc-bi-to-ga-gam-nu-sinh-post1745931.tpo
Komentar (0)